PEKANBARU – Cuaca ekstrim melanda Riau akhir-akhir ini. Tidak tanggung-tanggung suhu di daerah penghasil minyak dan kelapa sawit ini ini mencapai 36 derajat celcius dan tidak bisa diprediksi. Siang panas begitu terik, satu jam kemudian berubah menjadi angin kencang dan hujan yang sangat deras.

Selain cuaca yang tidak menentu ini, Riau secara umum juga kembali dilanda musibah kabut asap yang menyesakkan pernapasan. Musibah bagi rakyat namun tidak demikian halnya dengan perusahaan dan pemilik lahan.

Kabut asap ini dihasilkan dari terbakarnya lahan perkebunan, dan atau lahan kosong baik milik masyarakat dan perusahaan. Bagi Riau dan wilayah lain di Sumatera, kabut asap ini bukanlah pertama kali terjadi. Asap plus dengan suhu udara yang ekstrim selalu terjadi saban tahun. Bahkan kebakaran hebat pernah terjadi sekitar tiga belas tahun lalu yang mengakibatkan terhentinya semua aktivitas warga di tengah terbatasnya jarak pandang.
(lebih…)

Iklan

Bahasa Melayu merupakan bahasa yang dituturkan oleh masyarakat berbangsa Melayu, diantaranya di Indonesia, Malaysia, Brunei, Singapura, selatan Thailand, selatan Filipina, Australia dan Belanda, dengan jumlah penutur mencapai 20-30 juta jiwa.

Di Brunei dan Singapura bahasa ini dikenali dengan nama bahasa Melayu, Di Indonesia bahasa ini dikenali dengan nama bahasa Indonesia, Di Malaysia bahasa ini dikenali dengan nama bahasa Malaysia.

Untuk terus mempertahankan serta melakukan kajian-kajian ilmiah, maka beberapa negera Melayu mendirikan MABBIN (Majlis Bahasa Brunei Darussalam – Indonesia – Malaysia) dan Dewan Bahasa dan Pustaka (Institut Bahasa dan Kesusasteraan).

Dalam Wikipedia Berbahasa Indonesia,Bahasa Melayu ialah sejenis bahasa Melayu-Polinesia di bawah keluarga bahasa Austronesia yang telah digunakan di wilayah Indonesia, Malaysia, dan persekitarannya sejak melebihi 1,000 tahun lagi. Walaupun asal usul bangsa Melayu (dalam pengertian yang khusus) yang paling asal belum diketahui secara pasti tetapi pertumbuhan bahasa Melayu dapatlah dikatakan berasal dari Sumatera Selatan di sekitar Jambi dan Palembang. Rekod terawal bahasa Melayu Kuno ialah sebuah batu bersurat bertarikh 682 Masihi yang dijumpai di Sumatera Selatan. (lebih…)