Dilintasi leretan panjang Bukit Barisan, Rokan Hulu menyimpan banyak tempat-tempat wisata menarik yang masih belum tereskspos. Salah satunya adalah Air Terjun Aek Martua. Redaksi DariRiau.com mencoba menyusuri jalan setapak menuju tempat tersembunyi tersebut.
Gambar (lebih…)

PEKANBARU – Cuaca ekstrim melanda Riau akhir-akhir ini. Tidak tanggung-tanggung suhu di daerah penghasil minyak dan kelapa sawit ini ini mencapai 36 derajat celcius dan tidak bisa diprediksi. Siang panas begitu terik, satu jam kemudian berubah menjadi angin kencang dan hujan yang sangat deras.

Selain cuaca yang tidak menentu ini, Riau secara umum juga kembali dilanda musibah kabut asap yang menyesakkan pernapasan. Musibah bagi rakyat namun tidak demikian halnya dengan perusahaan dan pemilik lahan.

Kabut asap ini dihasilkan dari terbakarnya lahan perkebunan, dan atau lahan kosong baik milik masyarakat dan perusahaan. Bagi Riau dan wilayah lain di Sumatera, kabut asap ini bukanlah pertama kali terjadi. Asap plus dengan suhu udara yang ekstrim selalu terjadi saban tahun. Bahkan kebakaran hebat pernah terjadi sekitar tiga belas tahun lalu yang mengakibatkan terhentinya semua aktivitas warga di tengah terbatasnya jarak pandang.
(lebih…)

pulang-kerja1

Beberapa perempuan petani pulang kerja saat hujan turun….

indahnya

menguning

Lokasi foto di Kabupaten Kampar, Provinsi Riau

Siti Nurhalizah Beralih Profesi

Siti Nurhalizah Beralih Profesi

foto diambil di Jalan Lintas Timur Sumatera, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau tanggal 9 Desember 2009.

Tanggal 28 Oktober 1928 merupakan tanggal bersejarah bagi bahasa Indonesia yang saat itu diresmikan menjadi bahasa negara dan menjadi bahasa persatuan dari sekian ratus bahasa daerah.

Namun, seperti apakah yang dinamakan bahasa Indonesia itu? Orang mengenalnya sebagai bahasa Melayu yang dimodifikasi, lalu dicampur dengan bahasa-bahasa serapan dari berbagai daerah dan dari bahasa asing, kemudian dibakukan. (lebih…)

Walaupun yang paling efektif merubah citra adalah merubah realitas, namun peran budaya dan bahasa Indonesia dalam diplomasi sangat krusial. Tingginya minat orang asing belajar bahasa dan budaya Indonesia harus disambut positif. Kalau perlu Indonesia menambah Pusat Kebudayaan Indonesia di sejumlah negara, guna membangun saling pengertian dan perbaiki citra .

Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Departemen Luar Negeri Andri Hadi mengemukakan hal itu ketika tampil pada pleno Kongres IX Bahasa Indonesia, yang membahas Bahasa Indonesia sebagai Media Diplomasi dalam Membangun Citra Indonesia di Dunia Internasional, Rabu (29/10) di Jakarta. (lebih…)

Satu atau dua minggu lagi, saya akan menjadi seorang ayah, Insyaallah, jika Allah mengizinkan. Berbagai perasaan yang saya alami saat ini. Bangga hingga cemas. Bangga memiliki anak dan keturunan, cemas apakah akan lahir selamat, normal atau mesti operasi (mudah-mudahan tidak). Saya juga cemas, apakah nanti bisa mendidik dan menyekolahkannya hingga ketingkat yang paling tinggi.

Tapi ada yang membuat saya gusar akhir-akhir ini. Ternyata menentukan sebuah nama bagi anak tidaklah semudah yang dibayangkan. Bagaimana tidak, semenjak sembilan bulan lalu saya memulai merancang nama calon anak, ternyata sampai saat ini masih belum membuahkan hasil. Mulai dari searching di internet, membeli buku, membolak-balik buku-buku di perpustakaan hingga ‘menumpang’ baca di toko buku Gramedia. “Ya, Allah, betapa susahnya menentukan nama anakku. Apakah nanti membesarkannya juga susah?,” ujarku dalam suatu ketika.

Sebenarnya saya tidak begitu menginginkan nama yang rumit, yang penting nama tersebut memiliki makna yang baik dari segi agama, enak dipanggil dan didengar, dan menunjukkan identitasnya sebagai orang Melayu (muslim/muslimah), sedikit beda dengan nama kebanyakan, serta anak saya nanti tidak malu memiliki nama tersebut jika telah besar nanti.

Sebenarnya juga, untuk nama anak laki-laki saya telah mendapatkannya, tinggal mencari satu nama anak perempuan. Jika perkiraan dokter tidak meleset insyaallah anak saya perempuan. Semoga anak saya ini pintar dan cantik seperti ibunya, Raja Qamariyahnur. Dan berani seperti kakeknya buyutnya, dan setiap seperti neneknya. Semoga ananda bisa saya sekolahkan setinggi-tingginya. Insyaallah….