Dua lembaga survey yaitu Lingkaran Survey Indonesia (LSI) dan Lembaga Survey Indonesia (LSI) melakukan quick count (penghitungan cepat) pilgubri. Hasilnya, dua-duanya memenangkan pasangan RZ-MM.

Nampaknya, kedigjayaan pasangan RZ-MM tak perlu diragukan lagi. Karena selain penghitungan cepat yang dilakukan oleh jaringan Metro TV, duo LSI, Lembaga dan Lingkaran Survey Indonesia juga turut menyatakan kemenangan pasangan RZ-MM.

Uniknya, jumlah prosentase kemenangan satu stasiun TV swasta dan 2 lembaga survey tersebut tak berbeda jauh. Yaitu di kisaran 22-23% untuk pasangan CS, 54-55% untuk pasangan RZ-MM dan 21-22% untuk pasangan Tampan.

Bahkan, dari keterangan 1 stasiun TV swasta dan 2 lembaga survey tersebut sama-sama menyatakan kemenangan RZ-MM di seluruh kabupaten/kota di Riau. Hanya 1 kabupaten saja yang pasangan RZ-MM kalah. Yaitu di basis suara Thamsir, Indragiri Hulu.

Peneliti Lembaga Survey Indonesia, Adam Kamil kepada Riauterkini Senin (22/9) mengatakan bahwa pihaknya melakukan survey bukan untuk mengarah kepada penggiringan opini siapa yang menang dan siapa yang kalah. Namun hanya sebagai kontrol pemilu yang jurdil.

“Dalam melakukan proses quick count, kami melibatkan 400 relawan di 400 TPS dari 8500 lebih TPS di seluruh Riau yang tersebar secara proporsional di setiap kabupaten/kota di Riau,” katanya.

Disinggung mengenai golongan putih alias tidak ikut memilih, Adam Kamil mengatakan bahwa diperkirakan sebanyak 37% warga Riau tidak ikut memilih. Jumlah tersebut dihitung dari tingkat partisipasi pemilih.

Menurutnya golput itu sendiri di pilah menjadi beberapa bagian. Yaitu tidak ikut memilih dengan kesadaran tidak memilih atau masalah tehnis menjadi tidak ikut memilih.

Lingakaran Survei Indonesia (LSI) mengumumkan hasil perhitungan cepat dengan kemangan mutlak RZ-MM. Salah satu faktor kunci kemenangan RZ-MM adalah membelotkan kader dan simpatisan PD, PKS dan PDIP.

Perhitungan cepat atau qouick qount Lingkaran Survei Indonesia (LSI)dan Jaringan Isu Publik (JIP)untuk Pilkada Riau resmi berakhir. Hasilnya diumumkan dalam jumpa pers di Hotel Pangeran Pekanbaru, Senin (22/9). Hadir dalam jumpa pers tersebut Koordinator Survei LSI wilayah Riau Riki Ramadia, Direktur Riset LSI Eka Kusmayadi dan Direktur Publik Strategis JIP Fajas Estamin.

Dipaparkan dalam kesempatan tersebut, LSI dan JIP mengambil sampling 400 Tempat Pemngutan Suara (TPS) di seluruh Riau. Data terakhir yang masuk mencapai 96.80 persen atau 386 TPS dengan total suara 85.793. Dari data tersebut pasangan M Rusli Zainal-Raja Mambang Mit (RZ-MM) menang mutlak dengan mendulang 56.85 persen suara, disusul Chaidir-Suryadi Khusaini (CS) dengan 22.18 persen dan Raja Thasir Rachman-Taufan Andoso Yakin (Tampan) dengan 20.97 persen.

“Qoick qount kali ini merupakan yang ke-57 yang pernah kami gelar di seluruh Indonesia, baik tingkat kabupaten, kota maupun provinsi,” ujar Eka kepada wartawan.

Kenapa RZ Menang

Ditambahkan Fajar Estamin, seperti dilansir riauterkini.com, ada tiga faktor kemenangan RZ-MM. Pertama tingkat popularitasnya yang sangat tinggi, jauh dibandingkan dua kandidat lainnya, kedua publik merasa puas pada hasil kerja RZ selama lima tahun jadi gubernur dan ketiga adanya pembelotan suara dari tiga partai pendukung pasangan lain, yakni PKS, Partai Demokrat dan PDIP.

Dipaparkan dalam jumpa pers tersebut, bahwa kader dan simpatisan Partai Demokrat yang merupakan pengusung Tampan justru membelot mendukung RZ-MM dengan prosentase mencapai 57.7 persen. PDIP yang menjadi pendukung CS juga sebanyak 33.33 persen kader dan simpatisannya justru mencoblos RZ-MM. Demikian juga dengan PKS yang belakangan mengumumkan dukungan untuk CS, 33.3 persen kader dan simpatisannya mendukung RZ-MM.

Pasangan Rusli Zainal-Mambang Mit (RZ-MM) dalam Pemilihan Gubernur Riau 22 September, di luar dugaan. Awalnya pasangan ini akan ditempel ketat oleh pasangan Thamsir-Taufan (Tampan), ternyata menang mutlak (dari hasil perhitungan cepat). Sedangkan pasangan Chaidir-Suryadi (CS) berada diurutan kedua.

Rusli memang membuat kejutan. Bagaimana tidak, pasangan ini selain menang di 10 Kabupaten/kota dari 11 Kabupaten/kota di Riau, RZ-MM yang merupakan calon incumbent ini mampu menang di atas 50 persen. Ia juga menang di kantong-kantong suara lawan politiknya. Seperti menang di TPS tempat Chaidir mencoblos, bahkan menang di kabupaten Inhu kampung dan wilayahnya pasangan Thamsir- Taufan. Bahkan di Inhu Thamir hanya menang tipis (3 persen) dari pasangan RZ-MM.

Sebagai informasi, Thamsir merupakan mantan Bupati Inhu selama dua periode atau 7 tahun setengah. Diperkirakan perolehan suara yang dibilang maksimal di Inhu ini disebabkan oleh pengaruh ketua Tim Sukses RZ-MM, Soegianto, yang memang merupakan tokoh masyarkat Jawa di Inhu dan Riau. Soegianto ini sebelumnya juga pernah ingin maju sebagai calon Bupati Inhu, bersaing dengan Thamsir.

Dalam pemilihan yang berakhir pukul 13.00 wib menunjukkan bahwa RZ-MM menang di kawasan banjir dan di Lembaga Pemasyarakatan.

Hingga pukul 15.00 wib pasangan Rusli Zainal – Mambang Mit (RZ-MM) masih unggul dalam Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Provinsi Riau. Dari hasil Quick Count menunjukkan pasangan RZ-MM berhasil meraih 54,88 persen suara.

Sementara diurutan kedua ada pasangan Chaidir-Suryadi Khusaini (CS) dengan perolehan suara 22,73 persen, dan diurutan buncit ada pasangan Thamsir Rachman- Taufan Andoso Yakin dengan perolehan suara 22,39 persen.

Pasangan Rusli Zainal-Mambang Mit yang merupakan calon incumbent Gubernur Riau dan Sekretaris Daerah didukung oleh Partai Golkar, PBR, PPP, dan PKB. Sedangkan pasangan CS yang merupakan mantan Ketua DPRD Riau dan Wakil Ketua DPRD didukung oleh PDIP, PBB dan PBR. Sedangkan Thamsir – Taufan yang mantan Bupati Inhu – Anggota DPRD Riau didukung oleh Partai Demokrat, PAN, PDK dan 11 partai lainnya.

Sebelumnya diperkirakan yang akan bersaing dalam Pikada Riau yang biasa disebut dengan Pilgubri ini hanya pasangan RZ-MM dan TAMPAN (Thamsir- Taufan). Akan tetapi tanpa diduga pasangan CS mampu berada diurutan kedua setelah RZ-MM.

Setengah jam lagi (pukul 13.00 wib) proses pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, atau yang disebut dengan Pemilihan Gubernur Riau (Pilgubri) akan berakhir. Walaupun demikian, dari pantauan di beberapa tempat ternyata masih banyak masyarakat yang tidak menggunakan hak pilihnya.

Mereka yang tidak menggunakan hak pilih tersebut diantaranya pedagang, nelayan, karyawan dan sebagainya. Alasannya, selain tidak mendapat kartu pemilih atau undangan untuk dibawa ke TPS juga disebabkan karena sikap apatis masyarakat terhadap Pilkada dalam menentukan nasib 4,7 juta warga Riau.

Dalam Pilkada atau Pilgubri tahun ini, ada sebanyak 3,2 juta jiwa masyarakat Riau yang berhak memilih salah satu dari tiga pasangan calon di 8.517 TPS di seluruh Riau. Ketiga pasangan tersebut adalah pasangan Chaidir-Suryadi, Rusli Zainal-Mambang Mit ataukah Thamsir Rachman-Taufan Andoso.

Ketua KPU Riau, Raja Sofyan Samad menyampaikan bahwa masyarakat yang telah terdaftar di DPT (Daftar Pemilih Tetap) akan tetapi tidak mendapatkan undangan atau kartu pemilih, tetap bisa menggunakan hak pilihnya, dengan syarat menunjukkan KTP pada Petugas PPS.

PEKANBARU – Menjelang pencoblosan Pilkada Riau pada Senin (22/9), masyarakat Riau dihebohkan dengan banyaknya beredar pesan singkat atau SMS yang berisikan ajakan untuk memilih salah satu pasangan kandidat.

Ribuan SMS yang awalnya disebut-sebut berasal dari nomor HP (Handphone) tidak dikenal dan disebut SMS “Hantu” itu makin marak tersebar secara berantai di berbagai kalangan masyarakat . “Kami menerima banyak laporan tentang pesan singkat atau sms yang berisikan ajakan untuk memilih salah satu pasangan kandidat. Ini dikategorikan pelanggaran karena digunakan secara massal,” kata anggota Panitia Pengawas (Panwas) Pilkada Riau Muhammad Amin saat sosiliasasi Panwas bersama tim sukses dan wartawan di Hotel Pangeran Pekanbaru, kemarin (21/9).

Menurut Amin, pelanggaran Pilkada menjelang pencoblosan seperti money politik serangan fajar dan sms “hantu”, dapat diterapkan sanksi pidana. Apalagi jika terbukti tim sukses kandidat secara sengaja melakukan hal tersebut. Bukti tersebut selanjutnya diserahkan kepada Polisi selaku penindak pelanggaran Pemilu.

“UU 32/2004 menerapkan sanksi pidana kepada pasangan dan tim sukses yang terbukti melakukan pelanggaran seperti itu. laporan pelanggaran berupa ajakan sms ini akan ditangani polisi,” ujarnya.

Sementara Polisi Penindak Pelanggaran Pemilu Komisaris Polisi (Kompol) Azwar mengatakan pihaknya kesulitan dalam menindak pelanggaran karena lemahnya barang bukti. “Seringkali laporan yang diterima sangat lemah barang bukti dugaannya. Itu hal yang menyulitkan proses penyelidikan,” kata Azwar seperti dilansir riauterkini.com.

Ribuan bahkan jutaan pesan singkat yang marak beredar di kalangan masyarakat hingga H-1 pelaksanaan pencoblosan berbunyi seperti “RZ-MM Coblos No.2 Ojo lali..Jangan Lupa..Ingat-ingat”. Selain itu ada juga SMS yang berbunyi serupa berisikan ajakan dan mohon doa restu untuk memilih pasangan lainnya.

Pilkada Riau dilaksanakan pada Senin (22/9) besok. Pilkada diikuti tiga pasang kandidat yakni nomor urut satu pasangan Chaidir-Suryadi Khusaini (CS) yang diusung PDIP dan PKS. Pasangan nomor urut dua mantan Gubernur Riau Rusli Zainal-Mambang Mit (RZ-MM) yang diusung Partai Golkar dan PPP. Dan pasangan nomor urut tiga Thamsir Rachman-Taufan Andoso Yakin (Tampan) yang diusung Partai Demokrat dan PAN.*

PEKANBARU-Br Simamora, pedagang sayur dan cabe di Pasar Pusat H Agussalim senin pagi (22/9) kepada Riauterkini menyatakan bahwa ia belum ikut nyoblos di daerahnya tinggal. Sebab sejak dini hari tadi, ia sudah disibukkan dengan berdagang di pasar pusat Jl H Agussalim.

“Manalah sempat pak ikut nyoblos. Subuh kami sudah jualan. Kalau ikut nyoblos, jam berapa kami bisa dagang. Bisa-bisa tak dapat rejeki pula kami,” ungkapnya.

Disinggung mengenai pemilihan gubernur Riau yang dilangsungkan hari ini hingga pukul 13.00 wib, Br Simamora mengatakan bahwa bukannya mereka tidak mau ikut nyoblos untuk memilih gubernur yang baru, tetapi tentunya mereka mendahulukan mencari rejeki untuk makan keluarga lebih dahulu. “Nanti kalau dagangan kita sudah laris, kita akan datang untuk ikut nyoblos,” tambahnya.

Pantauan Riauterkini di beberapa pasar tradisional seperti pasar pusat Jl H Agussalim, pasar Kodim dan pasar Sail, banyak pedagang yang memang jarinya belum tercelup tinta pemilihan kepala daerah. Bertanda masih banyak pedagang yang belum melaksanakan haknya untuk memilih pimpinan daerahnya.

Hal itu diakui oleh Ketua TPS 01 Kelurahan Kota Baru Kecamatan Pekanbaru Kota Kotamadya Pekanbaru, Hariani yang berlokasi hanya 50 meter dari Pasar Kodim. Menurutnya kepada Riauterkini senin (22/9) TPS yang dipimpinnya itu memiliki 390 pemilih kendati ia mengaku tidak mengetahui berapa persen jumlah pedagang yang termasuk dalam pemilih di TPS-nya.

“Saya tidak tahu berapa jumlah pedagang yang masuk dalam jumlah pemilih di TPS kami. Namun sejak pagi tadi, baru sekitar 3 pedagang saja yang ikut memilih. Kita berharap para pedagang di pasar Kodim ikut ambil bagian di pilgubri saat ini,” imbaunya, seperti dilansir riauterkini.com.

Hal senada dikatakan Tatat Effendy. Ketua TPS 02 di kelurahan Kotabaru Kecamatan Pekanbaru Kota Kotamadya Pekanbaru ini mengatakan sedikitnya 10 pedagang pasar yang sudah ikut memilih di TPS-nya. Menurutnya, TPS yang dipimpinnya itu memiliki 297 pemilih.

“Jumlah pedagang di pasar belum tentu warga di sekitar pasar. Bisa jadi mereka warga Rumbai, Arengka, Simpangtiga atai Sukajadi. Jadi ada kemungkinan mereka terdaftar sebagai pemilih dalam Pilgubri 2008 ini di wilayah tempat tinggalnya dan tidak memilih di TPS kami,” katanya.*