Hasil quick count (penghitungan cepat) yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) bersama Jaringan Isu Publik (JIP) dan Lembaga Survei Indonesia (LSI) untuk sementara waktu menempatkan pasangan calon gubernur Riau Rusli Zainal dan calon wakil gubernur Riau Raja Mambang Mit sebagai peraih suara terbanyak di Pilgubri, yakni, 56,85 persen.

Meski dianggap unggul sementara, tapi perolehan suara itu masih dibayangi dengan cukup tingginya angka pemilih golput alias tidak menggunakan hak suaranya sekitar 41 persen lebih atau dengan tingkat partisipasi hanya 58,80 persen. Tingginya angka golput juga diakui oleh Ketua Pokja Pilgubri Makmur Hendrik. “Tingkat partisipasi masyarakat di Pilgubri ini rendah dan berkisar 55 persen lebih. Hal ini berdasarkan pantauan di lapangan dan pengamatan di sejumlah TPS, seperti di Kampar dan lainnya,” jelas Makmur, Senin (22/9).

Sementara itu Ketua KPU Riau Raja Syofyan Samad sebelumnya telah menegaskan bahwa berapapun jumlah pemilih yang mencoblos tidak akan mempengaruhi keabsahan Pilkada karena tak diatur dalam undang-undang batas minimalnya. Hanya saja hal ini berpengaruh pada citra legitimasi pemerintahan.

Dari data versi Lingkaran Survei Indonesia (LSI) menempatkan pasangan nomor urut dua ini dengan perolehan 56,85 persen. Sedangkan di urutan kedua menempel pasangan Chaidir-Suryadi Khusaini dengan perolehan 22,18 persen suara dan di tempat ketiga pasangan Raja Thamsir Rachman-Taufan Andoso Yakin dengan 20,97 persen suara.

1. CS: 22,18 persen

2. RZ-MM: 56,85 persen

3. TAMPAN: 20,97 persen

GOLPUT: 41 persen

Jumlah Pemilih pada DPT: 3.205.849 jiwa

(lebih…)

Dua lembaga survey yaitu Lingkaran Survey Indonesia (LSI) dan Lembaga Survey Indonesia (LSI) melakukan quick count (penghitungan cepat) pilgubri. Hasilnya, dua-duanya memenangkan pasangan RZ-MM.

Nampaknya, kedigjayaan pasangan RZ-MM tak perlu diragukan lagi. Karena selain penghitungan cepat yang dilakukan oleh jaringan Metro TV, duo LSI, Lembaga dan Lingkaran Survey Indonesia juga turut menyatakan kemenangan pasangan RZ-MM.

Uniknya, jumlah prosentase kemenangan satu stasiun TV swasta dan 2 lembaga survey tersebut tak berbeda jauh. Yaitu di kisaran 22-23% untuk pasangan CS, 54-55% untuk pasangan RZ-MM dan 21-22% untuk pasangan Tampan.

Bahkan, dari keterangan 1 stasiun TV swasta dan 2 lembaga survey tersebut sama-sama menyatakan kemenangan RZ-MM di seluruh kabupaten/kota di Riau. Hanya 1 kabupaten saja yang pasangan RZ-MM kalah. Yaitu di basis suara Thamsir, Indragiri Hulu.

Peneliti Lembaga Survey Indonesia, Adam Kamil kepada Riauterkini Senin (22/9) mengatakan bahwa pihaknya melakukan survey bukan untuk mengarah kepada penggiringan opini siapa yang menang dan siapa yang kalah. Namun hanya sebagai kontrol pemilu yang jurdil.

“Dalam melakukan proses quick count, kami melibatkan 400 relawan di 400 TPS dari 8500 lebih TPS di seluruh Riau yang tersebar secara proporsional di setiap kabupaten/kota di Riau,” katanya.

Disinggung mengenai golongan putih alias tidak ikut memilih, Adam Kamil mengatakan bahwa diperkirakan sebanyak 37% warga Riau tidak ikut memilih. Jumlah tersebut dihitung dari tingkat partisipasi pemilih.

Menurutnya golput itu sendiri di pilah menjadi beberapa bagian. Yaitu tidak ikut memilih dengan kesadaran tidak memilih atau masalah tehnis menjadi tidak ikut memilih.

Lingakaran Survei Indonesia (LSI) mengumumkan hasil perhitungan cepat dengan kemangan mutlak RZ-MM. Salah satu faktor kunci kemenangan RZ-MM adalah membelotkan kader dan simpatisan PD, PKS dan PDIP.

Perhitungan cepat atau qouick qount Lingkaran Survei Indonesia (LSI)dan Jaringan Isu Publik (JIP)untuk Pilkada Riau resmi berakhir. Hasilnya diumumkan dalam jumpa pers di Hotel Pangeran Pekanbaru, Senin (22/9). Hadir dalam jumpa pers tersebut Koordinator Survei LSI wilayah Riau Riki Ramadia, Direktur Riset LSI Eka Kusmayadi dan Direktur Publik Strategis JIP Fajas Estamin.

Dipaparkan dalam kesempatan tersebut, LSI dan JIP mengambil sampling 400 Tempat Pemngutan Suara (TPS) di seluruh Riau. Data terakhir yang masuk mencapai 96.80 persen atau 386 TPS dengan total suara 85.793. Dari data tersebut pasangan M Rusli Zainal-Raja Mambang Mit (RZ-MM) menang mutlak dengan mendulang 56.85 persen suara, disusul Chaidir-Suryadi Khusaini (CS) dengan 22.18 persen dan Raja Thasir Rachman-Taufan Andoso Yakin (Tampan) dengan 20.97 persen.

“Qoick qount kali ini merupakan yang ke-57 yang pernah kami gelar di seluruh Indonesia, baik tingkat kabupaten, kota maupun provinsi,” ujar Eka kepada wartawan.

Kenapa RZ Menang

Ditambahkan Fajar Estamin, seperti dilansir riauterkini.com, ada tiga faktor kemenangan RZ-MM. Pertama tingkat popularitasnya yang sangat tinggi, jauh dibandingkan dua kandidat lainnya, kedua publik merasa puas pada hasil kerja RZ selama lima tahun jadi gubernur dan ketiga adanya pembelotan suara dari tiga partai pendukung pasangan lain, yakni PKS, Partai Demokrat dan PDIP.

Dipaparkan dalam jumpa pers tersebut, bahwa kader dan simpatisan Partai Demokrat yang merupakan pengusung Tampan justru membelot mendukung RZ-MM dengan prosentase mencapai 57.7 persen. PDIP yang menjadi pendukung CS juga sebanyak 33.33 persen kader dan simpatisannya justru mencoblos RZ-MM. Demikian juga dengan PKS yang belakangan mengumumkan dukungan untuk CS, 33.3 persen kader dan simpatisannya mendukung RZ-MM.

Keterangan Foto: Gubernur Riau Wan Abubakar MS MSi, mencoblos di TPS 04 Kelurahan Kotatinggi, Pekanbaru, Senin (22/9). Pilkada Riau dalam rangka memilig Gubernur dan Wakil Gubernur Riau, berhasil dimenangkan pasangan RZ-MM.

Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Rusli Zainal-Mambang Mit (RZ-MM) memenangi Pemilihan Kepala Daerah Riau versi quick count. Hasil quick count Lembaga Survei Indonesia bekerja sama dengan Metro TV, RZ-MM yang didukung Partai Golongan Karya, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Kebangkitan Bangsa dan Partai Bintang Reformasi secara meyakinkan meraih 54,88 persen suara.

Pasangan RZ-MM memenangi pemilihan di sejumlah wilayah, seperti Warga Riau hari ini serentak melakukan pencobolosan untuk memilih gubernur baru Riau. Menurut Ketua LSI Saiful Mujani, kemungkinan kemenangan RZ-MM ini sangat besar jika melihat margin dengan pesaing lainnya.

Posisi kedua diraih pasangan bernomor urut satu, yakni Chaidir-Suryadi Khusaini (CS). Pasangan yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai Bulan Bintang, Partai Nahdlatul Ummah Indonesia dan Partai Keadilan Sejahtera ini menampuk suara 22,73 persen.
Sedangkan pasangan Thamsir Rachman-Taufan Andoso Yakin alias Tampan berada di posisi tiga. Pasangan yang diusung Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional dan koalisi 14 partai meraih 22,39 persen suara.

Menanggapi hasil quick count LSI ini, Chaidir yang dihubungi Metro TV mengaku tetap optimis bisa menambah perolehan suara. Namun, jikalau memang hasil LSI ini bertahan atau sama dengan hasil penghitungan akhir Komisi Pemilihan Umum, dirinya bisa menerima kenyataan tersebut. Chaidir menilai salah satu yang menjadi penyebab kurangnya perolehan suara dalam Pilkada Riau ini adalah dukungan dana.

Sementara itu, peraih suara terbanyak versi quick count Rusli Zainal menyampaikan rasa syukur. Rusli yang tak lain gubernur incumbent Riau menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Riau yang masih memercayainya untuk kembali memimpin Riau. Rusli menilai dua pasangan pesaingnya sudah mengedepankan proses demokrasi dalam Pilkada Riau. Karenanya, Rusli berharap di masa mendatang, dirinya bisa tetap bekerja sama.

Pasangan Rusli Zainal-Mambang Mit (RZ-MM) dalam Pemilihan Gubernur Riau 22 September, di luar dugaan. Awalnya pasangan ini akan ditempel ketat oleh pasangan Thamsir-Taufan (Tampan), ternyata menang mutlak (dari hasil perhitungan cepat). Sedangkan pasangan Chaidir-Suryadi (CS) berada diurutan kedua.

Rusli memang membuat kejutan. Bagaimana tidak, pasangan ini selain menang di 10 Kabupaten/kota dari 11 Kabupaten/kota di Riau, RZ-MM yang merupakan calon incumbent ini mampu menang di atas 50 persen. Ia juga menang di kantong-kantong suara lawan politiknya. Seperti menang di TPS tempat Chaidir mencoblos, bahkan menang di kabupaten Inhu kampung dan wilayahnya pasangan Thamsir- Taufan. Bahkan di Inhu Thamir hanya menang tipis (3 persen) dari pasangan RZ-MM.

Sebagai informasi, Thamsir merupakan mantan Bupati Inhu selama dua periode atau 7 tahun setengah. Diperkirakan perolehan suara yang dibilang maksimal di Inhu ini disebabkan oleh pengaruh ketua Tim Sukses RZ-MM, Soegianto, yang memang merupakan tokoh masyarkat Jawa di Inhu dan Riau. Soegianto ini sebelumnya juga pernah ingin maju sebagai calon Bupati Inhu, bersaing dengan Thamsir.

Dalam pemilihan yang berakhir pukul 13.00 wib menunjukkan bahwa RZ-MM menang di kawasan banjir dan di Lembaga Pemasyarakatan.

Hingga pukul 15.00 wib pasangan Rusli Zainal – Mambang Mit (RZ-MM) masih unggul dalam Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Provinsi Riau. Dari hasil Quick Count menunjukkan pasangan RZ-MM berhasil meraih 54,88 persen suara.

Sementara diurutan kedua ada pasangan Chaidir-Suryadi Khusaini (CS) dengan perolehan suara 22,73 persen, dan diurutan buncit ada pasangan Thamsir Rachman- Taufan Andoso Yakin dengan perolehan suara 22,39 persen.

Pasangan Rusli Zainal-Mambang Mit yang merupakan calon incumbent Gubernur Riau dan Sekretaris Daerah didukung oleh Partai Golkar, PBR, PPP, dan PKB. Sedangkan pasangan CS yang merupakan mantan Ketua DPRD Riau dan Wakil Ketua DPRD didukung oleh PDIP, PBB dan PBR. Sedangkan Thamsir – Taufan yang mantan Bupati Inhu – Anggota DPRD Riau didukung oleh Partai Demokrat, PAN, PDK dan 11 partai lainnya.

Sebelumnya diperkirakan yang akan bersaing dalam Pikada Riau yang biasa disebut dengan Pilgubri ini hanya pasangan RZ-MM dan TAMPAN (Thamsir- Taufan). Akan tetapi tanpa diduga pasangan CS mampu berada diurutan kedua setelah RZ-MM.

Setengah jam lagi (pukul 13.00 wib) proses pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, atau yang disebut dengan Pemilihan Gubernur Riau (Pilgubri) akan berakhir. Walaupun demikian, dari pantauan di beberapa tempat ternyata masih banyak masyarakat yang tidak menggunakan hak pilihnya.

Mereka yang tidak menggunakan hak pilih tersebut diantaranya pedagang, nelayan, karyawan dan sebagainya. Alasannya, selain tidak mendapat kartu pemilih atau undangan untuk dibawa ke TPS juga disebabkan karena sikap apatis masyarakat terhadap Pilkada dalam menentukan nasib 4,7 juta warga Riau.

Dalam Pilkada atau Pilgubri tahun ini, ada sebanyak 3,2 juta jiwa masyarakat Riau yang berhak memilih salah satu dari tiga pasangan calon di 8.517 TPS di seluruh Riau. Ketiga pasangan tersebut adalah pasangan Chaidir-Suryadi, Rusli Zainal-Mambang Mit ataukah Thamsir Rachman-Taufan Andoso.

Ketua KPU Riau, Raja Sofyan Samad menyampaikan bahwa masyarakat yang telah terdaftar di DPT (Daftar Pemilih Tetap) akan tetapi tidak mendapatkan undangan atau kartu pemilih, tetap bisa menggunakan hak pilihnya, dengan syarat menunjukkan KTP pada Petugas PPS.