Pemilihan Gubernur dan wakil Gubernur Riau, tinggal beberapa hari lagi. Kamis (18/9) kampanye ketiga pasangan calon resmi ditutup. Penutupan masa kampanye ditandai dengan debat kandidat ketiga pasangan di Metro TV secara Live, Kamis malam.

Ketika pasangan calon tersebut adalah Chaidir-Suryadi Khusaini (CS) dengan nomor urut 1, pasangan Rusli Zainal – Raja Mambang Mit (RZ-MM) di nomor urut 2, dan pasangan Raja Thamsir Rachman-Taufan Andoso Yakin (Tampan) di nomor urut 3.

Dalam Pemilihan Gubernur Riau (Pilgubri) yang dilangsungkan Senin 22 September ini, Chaidir yang mantan Ketua DPRD Riau bersama Suryadi Khusaini yang juga mantan wakil Ketua DPRD Riau diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Bulan Bintang (PBB), PKNU serta didukung PKS.

RZ-MM yang sebelumnya perupakan Gubernur Riau dan Sekda Provinsi Riau diusung oleh Partai Golkar, PPP, PBR dan PKB. Serta Tampan yang merupakan Bupati Indragiri Hulu dan Ketua Fraksi PAN DPRD Riau diusung oleh Partai Demokrat, PAN, PDS PDK dan Partai Buruh dan sejumlah partai gurem.

Kemarin, Lingkaran Survei Indonesia (LSI) merilis bahwa pasangan RZ-MM yang merupakan pasangan incumbent berada diperingkat atas, dalam survei LSI. Disusul pasangan Tampan dan CS. Akan tetapi iklan LSI pimpinan Denny JA ini tidak menyebutkan berapa persen unggul RZ-MM atas kedua calon lainnya.

Memang selama ini LSI Denny JA selalu mengeluarkan hasil survei ‘kontroversi’. Banyak yang berpendapat bahwa hasil survei LSI tidak begitu objektif walau telah meraih 7 Rekor MURI.

Masih ada 3 hari lagi bagi warga Riau untuk menjatuhkan pilihannya kepada salah satu pasangan calon. Lalu siapa yang akan memenangkan pertarung Pilkada Riau? kita tunggu saja 22 September.

Palembang: Pasangan calon Gubernur Sumatra Selatan, Syahrial Oesman dan Helmi Yahya (Sohe) belum mau mengaku kalah, meski perhitungan cepat (quick count) Lembaga Survei Indonesia (LSI) memenangkan pasangan Alex Noerdin dan Eddy Yusuf. Alasannya versi lain quick count menasbihkan Sohe sebagai pemenang.

Berbicara di Palembang, Sumatra Selatan, Kamis (4/9), Syahrial Oesman mengamini bahwa memang ada beberapa versi quick count. Salah satunya memenangkan dia. “Saya sangat menyayangkan bila ada yang cepat menarik kesimpulan. Sebab ada pihak yang menyatakan kita menang,” kata Syahrial Oesman.

Sebaliknya Alex Nurdin juga membenarkan bahwa antara dia dan lawannya terdapat gesekan. Karena itu Alex mengajak pihak lawan agar kembali berislah untuk kembali membangun Sumsel. “Mari kita melupakan segala gesekan di antara kita. Saya mohon maaf jika ada kesalahan,” ucap Alex.(Metrotvnews.com)

Dikutip dari http://www.metrotvnews.com berikut hasil Quick Count Pilkada Sumsel:

Partai Pendukung Alex Noerdin – Eddy Yusuf

Partai Golkar, Partai Demokrat, PBB, PAN, PBR, dan PNBK

Partai Pendukung Syahrial Oesman – Helmi Yahya

PDIP, PPP, PKS dan 12 Parpol yang tergabung dalam Forum Partai Politik Bersatu Sriwijaya (FPPBS) yakni PKPB, PDS, PNI Marhaen, PSI, Partai Merdeka, Partai Pelopor, PPDK, PPDI, PBSB, PKPI dan PPD.

Pasangan calon gubernur-calon wakil gubernur Sumatra Selatan (Sumsel), Alex Noerdin-Eddy Yusuf, memenangi pemilihan kepala daerah gubernur Sumatra Selatan. Pasangan nomor urut satu ini meraih 52,48 persen suara. Kemenangan ini bukan versi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatra Selatan, tapi versi perhitungan cepat (quick count) Lembaga Survei Indonesia (LSI).

Di tempat kedua, pasangan nomor dua, Syahrial Oesman-Helmi Yahya, meraih suara 47,52 persen. Perolehan suara cukup ketat. Alex memenangi di sejumlah daerah pemilihan. Bahkan, di daerah-daerah yang menurut survei Alex perolehan tidak tinggi justru menyalip perolehan pangan Syahrial Oesman-Helmi Yahya. Dari data KPU Sumatra Selatan, sebanyak 5.890.536 daftar pemilih tetap yang tersebar di 15 kabupaten/kota berhak mengikuti pemilihan. (Sumber: Metro TV)

Sekaranglah saatnya membuktikan janji-janji politik yang telah disampaikan saat kampanye. Jangan janji hanya tinggal janji. Semoga pemenang bisa membawa manfaat bagi rakyatnya.