Bagi yang memilih mudik Lebaran di malam hari dan membawa sendiri kendaraannya, harap berhati-hati karena risiko lebih besar. Reaksi pengemudi itu 90 persen tergantung penglihatan dan di malam hari kemampuan penglihatan berkurang jauh.

Di malam hari, seperti ditulis situs weather.com, kemampuan mata menangkap jarak, warna, dan sudut pandang jauh berkurang. Selain itu, semakin bertambah usia, semakin berkurang kemampuan menggunakan matanya. Pengendara berusia 50 tahun membutuhkan cahaya dua kali lipat dibanding pengendara 30 tahun.

Masalah lain yang menerpa pengendara malam adalah kelelahan. Rasa capai bisa membuat konsentrasi hilang atau mengurangi kecepatan reaksi.

Berikut 11 jurus agar berkendaraan di malam hari lebih aman seperti dilansir koran tempo:

  1. Siapkan kendaraan untuk perjalanan malam. Selain dipastikan lampu depan, lampu belakang, dan lampu sen menyala normal, juga mesti bersih. Seluruh kaca juga harus bersih baik sisi luar maupun dalam.
  2. Pastikan lampu depan arahnya tepat agar tidak membuat silau pengendara lain dan mengurangi kemampuan melihat jalan. Anda jangan mengganti lampu kendaraan dengan tipe yang menyilaukan pengendara lain biarpun itu lebih terang. Meskipun Anda bisa melihat sekeliling lebih jelas, tapi risiko kecelakaan lebih besar karena membuat pengendara  silau.
  3. Jangan merokok karena nikotin dan karbon monoksida dari asap roko mengurangi kemampuan mata di malam hari.
  4. Jika ragu ada “sesuatu” di depan, nyalakan lampu jauh. Lampu jauh tidak hanya membantu Anda melihat lebih jelas tapi juga membuat pengendara lain tahu bahwa ada kendaraan yang sedang Anda kendarai. Terlihat dari pengendara lain itu tidak kalah pentingnya dari bisa melihat kendaraan lain.
  5. Kurangi kecepatan dan tambah jarak dengan mobil di depan atau belakang. Di malam hari lebih sulit mengukur jarak mobil lain.
  6. Pastikan Anda bisa berhenti di wilayah yang diterangi lampu mobil Anda sendiri. Jika tidak, Anda tak akan sempat mengerem jika ada sesuatu yang tiba-tiba saja muncul.
  7. Jangan memasang lampu jauh jika melihat ada kendaraan dari depan. Pengemudi di depan bisa silau.
  8. Jangan memasang lampu jauh saat di belakang kendaraan lain. Pengemudi kendaraan d depan Anda bisa silau dari pantulan lampu jauh Anda di kaca spion.
  9. Jika kendaraan dari depan lampunya menyilaukan, jangan pandang ke depan tapi pandang ke sisi kiri jalan untuk panduan arah. Ini untuk menghindari Anda dibutakan lampu.
  10. Sering-sering berhenti, makan udapan, dan renggangkan badan. Jika terlalu lelah mengendara, berhenti dan beristirahatlah.
  11. Jika mobil mengalami masalah, pinggirkan kendaraan sejauh  mungkin dari jalan. Pasang dua segitiga pengaman, satu dekat mobil dan satunya sekitar 100 meter dari mobil. Pasang lampu darurat dan nyalakan lampu kabin. Penumpang mobil jangan berada di dalam tapi menyingkir, menjauh dari jalan.

Jika anda kaum muslimin, yang hendak berlebaran ke Bukit Tinggi, Provinsi Sumatera Barat, dan akan menginap di hotel, sepertinya akan sedikit kerepotan.

Pasalnya, saat ini hotel di Bukittinggi sudah habis dipesan perantau Minang, dan warga dari provinsi lain yang akan berlebaran di kota Jam Gadang itu. Mulai  hotel melati hingga hotel berbintang tiga, tak lagi melayani pemesanan. Bahkan Semua hotel sudah dipesan dengan pembayaran 80 persen di muka.

Bahkan pemesanan hotel sudah berlangsung sejak sebulan lalu. Begitu banyaknya pemesan, ada yang terpaksa masuk daftar tunggu.  Sebagai informasi, di Bukittinggi saat ini terdapat 64 hotel.

Pemesan hotel kebanyakan untuk keluarga yang terdiri atas istri dan  anak. Mungkin mereka ini tak tertampung di rumah asalnya. Tidak tertutup kemungkinan faktor kebiasaan hidup di  kota besar.

Lebaran sebentar lagi !!! Namanya Lebaran biasanya jadi kesempatan untuk bersilaturahmi, saling mengunjungi antar tetangga ataupun saudara. Nah…bagi yang tinggal diperantauan biasanya ada tradisi mengunjungi saudara di kampung halaman alias mudik. Untuk menghindari kerepotan bagi Anda yang memutuskan mudik, berikut kami sampaikan beberapa tips:

Transportasi Untuk mudik tentunya Anda membutuhkan trasportasi. Dalam hal ini yang pertama harus Anda persiapakan adalah memutuskan apakah akan melakukan perjalanan dengan kedaraan pribadi atau kendaraan umum.

Bagi Anda yang memilih melakukan perjalanan dengan kendaraan umum sebaiknya segera memesan tiket jauh-jauh hari, setidaknya dua minggu sebelum hari H, kerena biasanya begitu mendekati Lebaran harga tiket melambung dua kali lipat, apalagi kalau sudah berurusan dengan calo.

Sedang bagi Anda yang memutuskan melakukan perjalanan dengan kendaraan pribadi, lebih bijaksana jika melakukan persiapan total dengan kendaraan yang akan digunakan bersama keluarga. Periksa kondisi keseluruhan kendaraan, mulai dari mesin, rem, ban, kopling, lampu, busi dan yang lainnya, apakah masih layak untuk digunakan untuk melakukan perjalanan jauh. Berikut tipsnya: (lebih…)

Masih ada kegiatan yang menyenangkan bisa diagendakan Anda sekeluarga bila membutuskan untuk tetap tinggal di Ibukota. Saat Jakarta sepi, pastinya ke mana-mana jadi lebih cepat dan menyenangkan.

Sebuah jarak yang biasanya memerlukan waktu satu atau dua jam untuk menempuh di hari biasa, bisa saja ditempuh dalam hitungan menit saat Ibukota ditinggal para pendatang.

Beberapa tempat di pinggiran Jakarta ternyata masih layak dikunjungi karena keindahan alamnya. Sebutlah Situ Gintung, Wisata Danau di Ciputat. Salah satu yang menarik adalah taman rekreasinya. Di dalamnya, ada kolam renang, dan rumah-rumah panggung atau gazebo yang bisa digunakan pengunjung menikmati pemandangan danau. Ada pula area outbound, serta motor dan mobil ATV. Di sekitar area banyak pepohonan tinggi, sehingga terasa seperti di daerah pegunungan.

Selain kawasan wisata danau tersebut, Wisata Agro Pasir Mukti bisa juga dicoba. Anda sekeluarga bisa memetik buah sendiri di sana. Asyik, kan? Selain itu, ada juga program khusus untuk anak-anak. Salah satunya adalah kegiatan khusus untuk anak-anak seperti menanam padi, memandikan kerbau, menangkap ikan, dan memberi makan bebek yang pastinya akan memberikan pengalaman unik bagi mereka yang belum pernah merasakan nikmatnya tinggal di daerah pedesaan. Jika berminat, cobalah sesekali bertandang ke Kebun Wisata Pasir Mukti ini, yang berlokasi di daerah Citeureup, Bogor, dengan nuansa alamnya yang sejuk. (Koran Tempo)