Menjelang tahun baru Islam, umat Islam berduka. Rezim Zionis Israel hari ini, Sabtu (27/12) melakukan serangan besar-besaran ke Jalur Gaza.

Rezim penjajah itu mengerahkan pesawat-pesawat tempur jenis F-16 dan helikopter-helikopter Apache-nya dan membantai warga Gaza yang sudah tak berdaya setelah selama  setahun lebih diblokade oleh Israel.

Laporan Press TV menyebutkan, akibat serangan brutal itu, dalam waktu singkat 180 warga Palestina di Gaza gugur syahid (data terakhir menyebutkan 300 orang syahid) dan 800 orang lainnya luka-luka. Dan,  jumlah yang syahid dan luka akan terus bertambah. (lebih…)

Jika umat Muslim di Indonesia peka terhadap pesan-pesan yang disampaikan Nabi Muhammad SAW dalam hadist-hadistnya berabad-abad silam, maka negara kita tercinta ini tidak akan begitu sensara, tertinggal, teraniaya dan dipermalukan negera-negera lain.

Dalam Hadistnya, Nabi pernah mengatakan bahwa ada tiga hal yang menyebabkan Negara (negera dalam arti yang luas) hancur. Pertama Umat, masyarakat, kaum terlalu banyak omong, banyak bicara kosong, banyak bual akan tetapi tidak banyak berbuat.

Penyebab negara atau kaum hancur yang kedua adalah terlalu banyak tidur. Kita bisa melihat, jika seseorang terlalu banyak tidur maka ekonominya bisa dikatakan ‘buruk’. Maka tidak salah kalau shalat subuh dan orang-orang yang selalu bangun pagi akan lebih segar, sehat dan mampu berpikir kuat serta memiliki waktu yang banyak untuk mencari rezki. Dalam azan Shubuh juga ada kata-kata ash shalatu khairun minan naum” (Shalat itu lebih baik dari pada tidur).

Penyebab ketiga kenapa negara atau kaum cepat hancur adalah terlalu banyak makan. Kata makan disini bisa kita tafsirkan dengan bermacam-macam tafsir. Bisa diartikan memang banyak makan secara fisik dan bisa diartikan sebagai orang-orang yang tamak, loba, tanpa malu, korupsi, dsb.

Jika memang negara ini tidak ingin hancur maka hindarilah ketiga hal tersebut.