Akibat banyaknya pengunjung pasca penayangan foto Imam Samudra pasca eksekusi, ternyata membuat situs tersebut kebanjiran tamu (over load). Banyaknya tamu bertambah setelah situs-situs nasional seperti okezone.com, detik.com dan vivanews juga menayangkan berita dan foto Imam Samudra.

press_release

Barusan, beberapa waktu lalu arrahmah.com mengeluarkan press realise permohonan maafnya kepada pengunjung. Dalam siaran persnya arrahmah menyebutkan kalau foto  Imam Samudra yang dikapani merupakan foto asli dan telah mendapatkan izin publikasi dari pihak keluarga. Bahkan disebutkan bahwa penayangan foto tersebut merupakan amanah dari almarhum Imam Samudra.

Di ujung suratnya, arrahmah menuliskan kata-kata “Kami tidak akan pernah berhenti, Kami akan segera kembali”

Iklan

Meledaknya bom di kawasan Kuta, 12 Oktober 2002 mengejutkan dunia. Polri pun
terhentak dengan aksi terorisme ini. Namun, dengan keyakinan tinggi, Polri berjanji mengungkapnya dalam tempo satu bulan.

Sesaat setelah ledakan, Polri segera melakukan investigasi tak resmi. Seorang anggota Laboratorium Forensik Polda Bali ada di dekat lokasi. Ia langsung menghubungi rekannya.

Minggu, 13 Oktober 2002, polisi dari berbagai daerah telah tiba di Bali, seperti Mabes Polri, Polda Metrojaya, Polda Jateng, Polda Jatim. Tim ini berada di bawah komando Kapolda Bali Brigjen Pol Budi Setyawan. (lebih…)

Setiap hari ada satu orang yang meninggal dunia dengan cara bunuh diri di Bali. Penyebabnya, korban tidak mempunyai biaya untuk mengobati penyakitnya.

“Korban bunuh diri rata-rata satu hari satu orang. Kebanyakan orang-orang tua yang tidak mampu mengobati penyakitnya dan putus asa. Ia tidak mau membebani anaknya sehingga gantung diri,” ujar Gubernur Bali I Made Mangku Pastika.

Hal itu disampaikannya dalam acara peletakan batu pertama pembangunan gedung pelayanan jantung terpadu RSUP Sanglah, Denpasar, Bali, Selasa (14/10/2008).

Pastika mengatakan, dengan banyaknya kasus bunuh diri tersebut, Pemrov Bali bertekad untuk memperbanyak pelayanan kesehatan bagi masyarakatnya. Beberapa Puskesmas yang berada di wilayah terdalam menjadi Puskesmas perawatan.

“Kini ada 6.000 kali kunjungan pengobatan gratis di 500 desa di Bali,” katanya.

Menurut Pastika, program yang terakhir ini sama dengan program pada saat kampanye pemilihan gubernur Bali. Pengobatan gratis tersebut dikunjungi oleh 200-300 pasien di suatu tempat di Bali.

Pastika menambahkan kini setiap hari ada 10 unit tim medis yang bergerak ke desa-desa. Di antaranya ada dokter umum, dokter gigi, dan para perawat.

“Mudah-mudahan kalau tahun 2009 tuntas, 2010 tidak ada lagi. Sebab ini akan berhenti kalau tidak ada peminatnya lagi,” tandasnya.(detik.com)