Di lantai dua sebuah pondok pesantren, belasan santri menulis huruf Arab kecil-kecil di bawah setiap kata yang tertera dalam kitab kuning. Sesekali mereka tertinggal satu sampai dua kata saat membubuhkan makna harfiah lantaran cepatnya bacaan sang kiai yang memimpin pengajian subuh itu.

Sepintas lalu huruf Arab berukuran kecil yang dituliskan para santri di sela-sela dan di bawah kata-kata dalam kitab kuning itu berupa kode untuk melambangkan kedudukannya sesuai dengan Tata Bahasa Arab.

Namun ada juga huruf Arab yang ditulis dengan tinta Cina bermata kecil itu adalah Bahasa Jawa atau biasa disebut dengan Huruf Pegon (Bahasa Jawa yang ditulis dengan huruf Arab). (lebih…)

Tanggal 28 Oktober 1928 merupakan tanggal bersejarah bagi bahasa Indonesia yang saat itu diresmikan menjadi bahasa negara dan menjadi bahasa persatuan dari sekian ratus bahasa daerah.

Namun, seperti apakah yang dinamakan bahasa Indonesia itu? Orang mengenalnya sebagai bahasa Melayu yang dimodifikasi, lalu dicampur dengan bahasa-bahasa serapan dari berbagai daerah dan dari bahasa asing, kemudian dibakukan. (lebih…)

Ragam budaya, sosial, karakter antropologi masyarakat, dan Bahasa Indonesia menjadi daya tarik yang tinggi bagi pelajar atau mahasiswa Australia. Untuk mendorong siswa atau mahasiswa mempelajari Bahasa Indonesia misalnya, Pemerintah Australia menganggarkan dana 64 juta dollar Australia di tahun ini.

Anak-anak Australia sangat tertarik untuk belajar Bahasa Indonesia sejak tingkat dasar. Bahkan, ada yang melanjutkan hingga perguruan tinggi, tutur Minister Counsellor Kedutaan Besar Australia Michael Bliss dalam acara Peresmian Pusat Studi Australia, Kamis (20/10) di Kampus Universitas Pendidikan Indonesia. Anggaran 64 juta dollar Australia itu termasuk untuk mempelajari bahasa Asia lainnya macam, Bahasa Mandarin, Jepang, dan Korea.

Menurutnya, Perdana Menteri Australia Kevin Rudd menaruh ketertarikan sangat tinggi terhadap Indonesia. Keputusan untuk mendorong mempelajari Bahasa Indonesia diharapkan bisa memperbaiki pula hubungan dan pengertian masing-masing negara, ujar diplomat yang mahir berbahasa Indone sia ini. Untuk riset Bahasa Indonesia, setidaknya dianggarkan 2 juta dollar Australia. (lebih…)

Walaupun yang paling efektif merubah citra adalah merubah realitas, namun peran budaya dan bahasa Indonesia dalam diplomasi sangat krusial. Tingginya minat orang asing belajar bahasa dan budaya Indonesia harus disambut positif. Kalau perlu Indonesia menambah Pusat Kebudayaan Indonesia di sejumlah negara, guna membangun saling pengertian dan perbaiki citra .

Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Departemen Luar Negeri Andri Hadi mengemukakan hal itu ketika tampil pada pleno Kongres IX Bahasa Indonesia, yang membahas Bahasa Indonesia sebagai Media Diplomasi dalam Membangun Citra Indonesia di Dunia Internasional, Rabu (29/10) di Jakarta. (lebih…)