Akibat banyaknya pengunjung pasca penayangan foto Imam Samudra pasca eksekusi, ternyata membuat situs tersebut kebanjiran tamu (over load). Banyaknya tamu bertambah setelah situs-situs nasional seperti okezone.com, detik.com dan vivanews juga menayangkan berita dan foto Imam Samudra.

press_release

Barusan, beberapa waktu lalu arrahmah.com mengeluarkan press realise permohonan maafnya kepada pengunjung. Dalam siaran persnya arrahmah menyebutkan kalau foto  Imam Samudra yang dikapani merupakan foto asli dan telah mendapatkan izin publikasi dari pihak keluarga. Bahkan disebutkan bahwa penayangan foto tersebut merupakan amanah dari almarhum Imam Samudra.

Di ujung suratnya, arrahmah menuliskan kata-kata “Kami tidak akan pernah berhenti, Kami akan segera kembali”

Suatu hari, duduklah beberapa pemuda di rumahnya. Sambil ngopi dan merokok, seperti biasa mereka akan memperbincangkan banyak hal, isu politik, pemberitaan media massa, gosip artis, teknologi, lagu hingga musik.

Diasik-asiknya ngobrol muazin yang ada di masjid yang tidak jauh dari rumahnya mengumandangkan azan mahgrib. Tanpa disadari, mereka juga ikut membicarakan suara sengau muazin yang memang tidak sedap didengar.

“Kenapa ya, pengurus masjid mengambil dia sebagai muazzin dan gharim. Seharusnya diseleksi dulu siapa yang layak untuk azan di masjid,” kata pemuda I.

“Iya, mana suaranya sengau lagi,” ujar pemuda II. “Seharusnya diseleksi dulu” tambahnya lagi.

“Kalau suara macam itu, siapa yang mau datang ke masjid,” ujar Pemuda I lagi dengan pendapat yang diyakininya benar.

Pembicaraan semakin ramai, seperti ramainya para tetangga dan jamaah mendatangi masjid. (lebih…)

Memilukan. Itulah perasaan setiap orang yang membaca berita insiden pembagian zakat oleh pengusaha yang katanya dermawan, asal Pasuruan, Haji Syaikhon. Pembagian zakat senilai Rp30.000 kepada fakir miskin ini menewaskan 21 orang. Mereka mati sia-sia hanya karena rebutan jatah zakat senilai Rp30.000. Hanya Rp30.000 untuk sebuah nyawa.

Pengusaha kulit dan peternak sarang burung walet tersebut mengundang warga ke rumahnya di mulut Gang Pepaya Jalan Wahidin Selatan, Kelurahan Purutrejo, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan, untuk menerima uang tunai Rp 30 ribu per orang.

Pembagian zakat keluarga Syaikhon dipusatkan di Musala Al Raudatul Jannah di Gg Pepaya, Jl Dr Wahidin Sudirohusodo (selatan). Sejak sekitar pukul 05.00 WIB, calon penerima zakat sudah berdatangan. Terutama mereka yang berasal dari luar Kota Pasuruan. Pukul 07.00 massa semakin bertumpuk.

Sebenarnya insiden seperti ini tidak mesti terjadi, jikalau sang pengusaha dermawan tersebut mempercayai Amil Zakat atau Badan Zakat, Infaq dan Sadaqah (Bazis) untuk menyalurkan zakat wajibnya. Akan tetapi yang terjadi selama ini, hal seperti di Pasuruan seolah-olah menjadi hal yang lumrah.

Ya Allah, apakah hanya di negeri hamba ini memang murah harganya? Ampunilah ya Allah dosa-dosa kami, dosa pemimpin-pemimpin kami.