Sodonyo


kampung-rison1Pemilu sebentar lagi, Daftar Calon Tetap (DCT) calon legislatif (caleg) telah diumumkan KPU di masing-masing wilayah di Indonesia. Puluhan ribu caleg pun mulai berbenah dalam mensosialisasikan dirinya, mulai dari membuat kalender 2009 bergambarkan dirinya, spanduk ucapan selamat hari raya, dan ucapan selamat Hari Pahlawan Nasional.

Tidak hanya itu, mereka juga sibuk mencetak kartu nama, menerbitkan buku, hingga sering-sering berkomentar di media massa mengenai apa saja agar disebut kritis oleh calon pemilih. (lebih…)

Iklan

Pusat Bahasa Depdiknas akan menerbitkan peta bahasa yang terdiri atas kumpulan bahasa daerah di Tanah Air dari Sabang, Pulau We sampai Merauke, Papua.

“Penyusunan peta bahasa ini sudah berlangsung selama  15 tahun karena proses pengumpulan data bahasa ibu dari satu daerah ke daerah lain mengalami kendala geografis,” kata Kepala Pusat Bahasa Depdiknas, Dr Dendy Sugondo di Jakarta, Rabu (22/10) sehubungan penyelenggaraan Kongres Bahasa Indonesia IX di Jakarta, pada 28 Oktober- 1 November 2008. (lebih…)

Tanggal 28 Oktober 1928 merupakan tanggal bersejarah bagi bahasa Indonesia yang saat itu diresmikan menjadi bahasa negara dan menjadi bahasa persatuan dari sekian ratus bahasa daerah.

Namun, seperti apakah yang dinamakan bahasa Indonesia itu? Orang mengenalnya sebagai bahasa Melayu yang dimodifikasi, lalu dicampur dengan bahasa-bahasa serapan dari berbagai daerah dan dari bahasa asing, kemudian dibakukan. (lebih…)

Walaupun yang paling efektif merubah citra adalah merubah realitas, namun peran budaya dan bahasa Indonesia dalam diplomasi sangat krusial. Tingginya minat orang asing belajar bahasa dan budaya Indonesia harus disambut positif. Kalau perlu Indonesia menambah Pusat Kebudayaan Indonesia di sejumlah negara, guna membangun saling pengertian dan perbaiki citra .

Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Departemen Luar Negeri Andri Hadi mengemukakan hal itu ketika tampil pada pleno Kongres IX Bahasa Indonesia, yang membahas Bahasa Indonesia sebagai Media Diplomasi dalam Membangun Citra Indonesia di Dunia Internasional, Rabu (29/10) di Jakarta. (lebih…)

  1. Konsep, Konstruk, dan Variabel

Peneliti bekerja dari tahap konsepsional ketahap operasional. Seperti, “Doa menimbulkan kesejahteraan pada orang yang didoakannya”. Ini adalah hipotesis yang terdiri dari dua konsep, “Doa” dan “Kesejahteraan”, disambungkan dengan kata menunjukkan hubungan diantara dua konsep, yakni “Menimbulkan”. Semua konsep tersebut bersifat abstrak. Dalam tahap kedua, peneliti mengalihkan konsep abstrak itu menjadi variabel yang dapat diamati.

Konsep adalah abstraksi yang dibentuk dengan menggeneralisasikan hal-hal khusus (Kerlinger, 1971: 28). Bila konsep ini secara sengaja dan secara sadar dibuat serta dipergunakan untuk tujuan ilmiyah, ia disebut konstruk. “Kecerdasan” adalah “konsep”, tetapi setelah pengertiannya dibatasi secara khusus sehingga dapat diamati, ia berubah menjadi konstruk. Dengan kata lain, konstruk adalah konsep yang dapat diamati dan ukur. (lebih…)

Inilah hasil rekaman pemerasan yang dilakukan kajari ratmadi saptondo, kepala kejaksaan negeri (kajari) tilamuta, kabupaten boalemo, gorontalo yang sempat menghebohkan. Ratmadi saptondo melakukan pemerasan terhadap bupati boalemo iwan bokings melalui staf bupatinya subandrio. Diduga rekaman ini disebarkan oleh subandrio.

Saya ngga mau

Bupati kalau mao nganter, nganter sendiri kesaya.

Kalau bupati nggak mao nganter, saya ga mao terima.

Biarin saja apa adanya

Kasih tahu ke pak iwan,

Saya perang saja sekarang

Nggak dikasih uang juga nggak apa-apa.

Saya bongkar semua kasusnya nanti.

Saya buat team sendiri nih,

Saya buat team malam ini dah..

Saya bongkar semuanya aja dah

Biar masuk semua masuk baru tahu siapa saya.

Saya jengkel bener loh,

Apa sih handoyo datang bawa-bawa duit segitu?

Kan menghina saya itu.

Paling ngasih 15 juta. Buat proyeknya miliar-miliaran.

Handoyo kalau ngasih saya di bawah 50.

Saya nggak akan terima dia. Kasih tahu dia.

Saya dijanjiin dia 50 juta.

Dia ngomong sendiri.

Kalau dia mau ngasih 20.

Ngak usah temuin saya.

Saya tangkap dia nanti.

Saya tersinggung banget. Herman ngasihnya 2 juta.

Saya itu dikasih duit nomor 2 silahrurahmi

Kamu liat muka saya. Saya kerasnya setengah mati pak.

Saya orangnya takut sama tuhan.

Cuman di balik kerasnya saya orangnya baik.

Cuman saya jangan di, kayak apa yah.

Saya keras dikit itu saya ngga mau, saya kajari ko.

Suban, suban kan tau sifat saya, saya kerasnya setengah mati

Saya mau kenal sama rahman sama suban tapi

Saya juga punya harga diri dong.

Masa polisi dapat semua, dari kapolda semua proyek dapat.

Kita tidak diikut-ikutkan. Sudah ribut-ribut baru dikasih. Uhh saya ngga mau begitu.

Kasih tau pak iwan. Perang saya sekarang sama pemda

Saya tidak akan datang menghadiri acara atau,

Kasih tahu semua ke bupati.

Biar pak iwan tahu, biar pak iwan minta maaf ke saya, lewat anak buahnya itu.

Saya nggak mau sekarang saya tidak akan datang pada acara apapun dari pemda.

Mau dia cancel mau dia pesen silahkan terima.

Saya tidak ada urusan lagi sama pak iwan.

Kalo misalnya pak iwan ngasih.

Kartu lebaran sedikitpun, tapi sekarang ga ada cerita.

Dia kalo cuman ngasih 20, ga usah ngasih sekalian, ngga ada guna bagi saya.

Jangan baik sama polisi. Kejaksaan lebih hebat geberakannya dari polisi kalau soal korupsi. Kita lebih pintar dari polisi. Polisi itu bodoh semua.

Kapolres juga ga ada apa-apanya kok, bagi saya ilmunya kok.

Karna yang memang mereka itu apa, bukan dibagian hukum, mereka itu hanya kekerasan dia itu perkara-perkara pencurian di tetangga.

Kalo spesial korupsi, kita yang punya sepsialisasi itu, itu tinggal berikan aja ketua kpk ke notaris jaksa itu ko.

Laman Berikutnya »