Riau


Masyarakat Inhu terlanjur meyakini 5 Januari merupakan hari jadi Kota Rengat. Padahal hasil penelusuran anak jati Rengat, Susilowadi alias Ilo ke Belanda, 5 Januari adalah hari pembantaian KNIL terhadap rakyat sipil.
(lebih…)

Riau satu-satunya daerah yang mengelola ladang minyak tanpa melalui tender alias ditunjuk langsung oleh pusat. Ladang minyak atau blok Coastal Plant Pekanbaru (CPP) di Kabupaten Siak. Karena dinilai banyak kecurangan sehingga sistem bagi hasilnya perlu direvisi.
(lebih…)

Sebagai rasa syukur atas anugerah yang diterima tradisi masyarakat kita adalah dengan menggelar acara syukuran atau mendo’a dengan mengundang orang banyak atau beberapa orang saja. Hal yang sama juga dilakukan setelah mendapat musibah atau kemalangan dan sebagainya.

Jika membuat acara syukuran atau mendo’a dengan mengundang tetangga atau orang banyak biasanya masyarakat kita lebih memilih pada hari-hari dan jam tertentu seperti pada malam hari usai sholat Magrib atau Isya’. Juga pada malam Jumat atau pada hari-hari libur yang kira-kira menyesuaikan dengan hari kerja orang yang akan diundang.

Tahukah anda, bahwa ada sebuah tradisi di Rengat, Indragiri Hulu, Riau, bahwa masyarakat setempat biasa mengundang beberapa tetangga atau beberapa orang untuk menghadiri acara syukuran di pagi hari, bahkan ketika matahari baru saja muncul. (lebih…)

Awal bulan Oktober masyarakat Riau, terutama mereka yang tinggal di Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, kaget bukan main. Beredar foto porno yang wajahnya mirip anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti, inisial AF, bersama janda yang sehari-hari bekerja sebagai pegawai honorer di salah satu dinas di daerah tersebut.

Foto porno mirip anggota DPRD dari Partai Gerindra, tersebut bukan hanya beredar dari hape ke hape, yang lebih mengejutkan lagi foto-foto tak senonoh tersebut di tempel di beberapa dinding, tiang listrik, pelabuhan, bahkan ditempel di baliho milik Bupati dan wakil bupati Kepulauan Meranti yang terpajang di depan kantor pemda setempat. Foto-foto tersebut juga dikirimkan ke lembaga tempat AF bekerja sebagai anggota DPRD.
(lebih…)

Belum lama ini saya kedatangan tamu dari luar Riau. Teman lama yang memang sudah lama tidak bersua yang memang belum pernah menginjakkan kaki di Tanah Lancang Kuning ini.

Ketika diajak keliling Kota Pekanbaru – ibukota Provinsi Riau – ada terlihat kesan kagum melihat arsitektur bangunan yang berciri-khas Melayu Riau. Di daerah ini memang sebagian besar arsitektur bangunan, terutama perkantoran pemerintahan, menonjolkan corak kedaerahan. Nuansa Melayu.

Lihat saja, Bandara Sultan Syarif Kasim, gedung DPRD Provinsi Riau, Pustaka Soeman HS, dan berbagai bangunan lainnya, minimal menggunakan Selembayung dan tidak lupa memajang tulisan Arab Melayu (Arab Jawi) pada papan nama kantor tersebut.

Namun tidak demikian halnya dari segi bahasa. (lebih…)

PEKANBARU – Terpilihnya HR Mambang Mit sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Riau, ternyata membuat Partai Golkar merasa ditinggalkan Wakil Gubernur Riau tersebut. Mambang Mit hanya memakai ‘perahu’ Golkar untuk kepentingan politiknya. Setelah sampai tujuan, Partai Golkar ditinggalkan.
(lebih…)

Menjelang tutup almanak 2008, Mahkamah Konsitusi (MK) memberikan kado termanis dalam berdemokrasi di negeri ini, dengan mengabulkan sebagian uji materi atas UU 10/2008 tentang Pemilu. Pemilu mendatang, nomor urut di Partai Politik tidak menentukan lagi, karena yang duduk di parlemen adalah mereka yang berhasil merebut simpati rakyat dengan suara terbanyak.

Banyak hal yang mesti kita perhatikan dan waspadai dengan sistem suara terbanyak ini. Diantaranya, bagi calon legislatif, suara terbanyak akan menjadikan persaingan merebut satu kursi akan semakin berat karena lawan bukan hanya datang dari luar partai, tetapi datang dari dalam partai, dalam satu daerah pemilihan. Jika ini tidak diwaspadai maka proses Pemilu Legislatif rentan terhadap gejolak. (lebih…)

Laman Berikutnya »