Politik


Karut marut pelaksanaan Pemilukada Pekanbaru seolah tak ada ujungnya. Kini, KPU Pekanbaru membuat keputusan yang mengejutkan. Keputusan yang dinilai tidak populer dan mengkhawatirkan banyak pihak. (lebih…)

Begitu Rasulullah SAW wafat, para Sahabat dan kaum muslim ketika itu langsung mencari ‘pengganti’ Nabi sebagai pemimpin umat. Hal itu dilakukan karena menyadari bahwa suatu Negara tidak boleh tanpa pemimpin walau hanya dalam satu jam saja.

Namun yang menjadi persoalan adalah siapa yang berhak menjadi Khalifah sebagai penerus nabi mengingat Nabi Muhammad SAW ketika masih hidup tidak pernah menyebut nama sebagai penggantinya kelak. Akibatnya masing-masing kelompok dan suku mengusulkan pemimpin mereka menjadi orang nomor satu saat itu. (lebih…)

PEKANBARU – Terpilihnya HR Mambang Mit sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Riau, ternyata membuat Partai Golkar merasa ditinggalkan Wakil Gubernur Riau tersebut. Mambang Mit hanya memakai ‘perahu’ Golkar untuk kepentingan politiknya. Setelah sampai tujuan, Partai Golkar ditinggalkan.
(lebih…)

Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar akan diselenggarakan dalam waktu dekat di Pekanbaru, Riau tanggal 4-7 Oktober mendatang. Ada banyak hal menarik yang bisa diikuti dalam perebutkan kekuasaan tertinggi partai beringin tersebut. Sejak awal proses pemilihan Ketua Umum DPP Partai Golkar tersebut memang sudah layaknya pemilihan presiden, maklum jabatan Ketua Umum merupakan bisa mempengaruhi arah perpolitikan dan kebijakan pemerintah. (lebih…)

Menjelang tutup almanak 2008, Mahkamah Konsitusi (MK) memberikan kado termanis dalam berdemokrasi di negeri ini, dengan mengabulkan sebagian uji materi atas UU 10/2008 tentang Pemilu. Pemilu mendatang, nomor urut di Partai Politik tidak menentukan lagi, karena yang duduk di parlemen adalah mereka yang berhasil merebut simpati rakyat dengan suara terbanyak.

Banyak hal yang mesti kita perhatikan dan waspadai dengan sistem suara terbanyak ini. Diantaranya, bagi calon legislatif, suara terbanyak akan menjadikan persaingan merebut satu kursi akan semakin berat karena lawan bukan hanya datang dari luar partai, tetapi datang dari dalam partai, dalam satu daerah pemilihan. Jika ini tidak diwaspadai maka proses Pemilu Legislatif rentan terhadap gejolak. (lebih…)

Survey dilakukan oleh LSI secara nasional pada 26 Oktober – 5 November 2008. Jumlah sampel sebanyak 2.197 dengan tingkat keyakinan 95 persen. responden adalah seluruh warga negara Indonesia yang punya hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah berumur 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan. Penarikan sample dilakukan dengan Metode Multistage Random Sampling. (lebih…)

Survey dilakukan oleh LSI secara nasional pada 8-20 September 2008. Jumlah sampel muslim sebanyak 1.239 dengan tingkat keyakinan 95 persen. Responden adalah seluruh warga negara Indonesia yang punya hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah berumur 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan. Penarikan sample dilakukan dengan Metode Multistage Random Sampling, proporsional atas populasi provinsi, desa-kota, dan jender. (lebih…)

Laman Berikutnya »