novel


Ketika novel Maryamah Karpov – edisi terakhir dari Tetralogi Laskar Pelangi, karya Andrea Hirata- dirilis di Pekanbaru, Provinsi Riau, menurut petugas saya merupakan orang yang pertama yang membelinya, di Toko Buku Gramedia. Tentu saya merasa bangga, karena buku ini merupakan buku yang paling ditunggu-tunggu pecinta Laskar Pelangi, yang sebelumnya telah diangkat dalam sebuah film dengan judul yang sama.

Di sampul buku tersebut, seorang gadis cantik memagang biola yang di belakangnya ada banyak daun berguguran. Di sampul juga tertulis sub judul “Mimpi-mimpi Lintang” dan tentu judul utama “Maryamah Karpov”.

Awalnya ketika membaca judul buku, saya berpikiran buku ini akan banyak membahas tentang nasib dan perjalanan Lintang, seorang sahabat Ikal- tokoh utama Laskar Pelangi- yang juga digelari Issac Newton, oleh Ikal. Dalam pikiran saya, akan banyak kesedihan-kesedihan Lintang yang akan ditampil Andrea, budak Melayu Belitong. (lebih…)

Tanggal 28 Oktober 1928 merupakan tanggal bersejarah bagi bahasa Indonesia yang saat itu diresmikan menjadi bahasa negara dan menjadi bahasa persatuan dari sekian ratus bahasa daerah.

Namun, seperti apakah yang dinamakan bahasa Indonesia itu? Orang mengenalnya sebagai bahasa Melayu yang dimodifikasi, lalu dicampur dengan bahasa-bahasa serapan dari berbagai daerah dan dari bahasa asing, kemudian dibakukan. (lebih…)

PEKANBARU- Di hari ketiga pemutaran film Laskar Pelangi besutan sutradara muda, Riri Reza, Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT), Lukman Edy, menyempatkan diri menggelar nonton bersama di bioskop Holiday 88 jalan Sultan Syarif Qasim Pekanbaru, hari ini, Ahad (19/10).

Lukman Edy duduk membaur dengan penonton yang lain. Bahkan dia datang ke bioskop 40 menit sebelum film diputar. Lukman Edy datang bersama keluarga, anak-anak panti asuhan dan sejumlah insan pers.

Film Laskar Pelangi diadaptasi dari novel laris karya Andrea Hirata, dengan judul yang sama. Film ini bercerita tentang perjuangan dua guru sekolah Muhammadiyah, bersama sepuluh orang muridnya di Belitong, pada tahun 70-an. Anak-anak ini bersekolah di SD yang bangunannya nyaris rubuh.

“Film ini menghadirkan fenomena kesenjangan antara pendidikan di desa dan di kota. Selain itu, ada semangat pluralisme dalam pesan film ini, yaitu ketika ada adegan pemeran Ikal yang jatuh cinta pada anak keturunan Cina,” ujar Lukman.

Dalam acara nonton bareng ini, Lukman Edy memborong tiket sebanyak 250 lembar yang dibagikan kepada masyarakat. Selain keluarga, anak panti asuhan dan insan pers, nonton bareng ini juga diikuti oleh sejumlah kader dan pengurus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Riau.

Usai pemutaran film, Lukman Edi menyebutkan, banyak pesan yang bisa diambil penonton dalam film ini, terutama bagi guru-guru, pelajar dan pejabat-pejabat di daerah. “Saya merekomendasikan kepada guru-guru, murid dan pemda untuk menonton film ini. Banyak hikmah yang bisa kita petik, seperti semangat untuk terus belajar, meski di tengah segala keterbatasan,” ujar Lukman yang lahir di Riau ini.

Sementara pemerintah daerah juga dihimbau menonton film Laskar Pelangi, untuk meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab pemerintah daerah dalam memberi perhatian terhadap sekolah-sekolah swasta.

Dalam kesempatan itu, usai menonton, para wartawan melontarkan pertanyaan kepada Lukman Edi, seputar capres yang bakal diusung PKB. “Kalau ngomong-ngomong soal bursa capres dan cawapres 2009, sebaiknya kita tunggu dulu hasil rapimnas Golkar sekarang. Apa sih yang dihasilkan Golkar dalam rapimnas itu tentang capres? Nah, baru kemudian kita akan bersikap,” ujarnya.

Inilah hasil rekaman pemerasan yang dilakukan kajari ratmadi saptondo, kepala kejaksaan negeri (kajari) tilamuta, kabupaten boalemo, gorontalo yang sempat menghebohkan. Ratmadi saptondo melakukan pemerasan terhadap bupati boalemo iwan bokings melalui staf bupatinya subandrio. Diduga rekaman ini disebarkan oleh subandrio.

Saya ngga mau

Bupati kalau mao nganter, nganter sendiri kesaya.

Kalau bupati nggak mao nganter, saya ga mao terima.

Biarin saja apa adanya

Kasih tahu ke pak iwan,

Saya perang saja sekarang

Nggak dikasih uang juga nggak apa-apa.

Saya bongkar semua kasusnya nanti.

Saya buat team sendiri nih,

Saya buat team malam ini dah..

Saya bongkar semuanya aja dah

Biar masuk semua masuk baru tahu siapa saya.

Saya jengkel bener loh,

Apa sih handoyo datang bawa-bawa duit segitu?

Kan menghina saya itu.

Paling ngasih 15 juta. Buat proyeknya miliar-miliaran.

Handoyo kalau ngasih saya di bawah 50.

Saya nggak akan terima dia. Kasih tahu dia.

Saya dijanjiin dia 50 juta.

Dia ngomong sendiri.

Kalau dia mau ngasih 20.

Ngak usah temuin saya.

Saya tangkap dia nanti.

Saya tersinggung banget. Herman ngasihnya 2 juta.

Saya itu dikasih duit nomor 2 silahrurahmi

Kamu liat muka saya. Saya kerasnya setengah mati pak.

Saya orangnya takut sama tuhan.

Cuman di balik kerasnya saya orangnya baik.

Cuman saya jangan di, kayak apa yah.

Saya keras dikit itu saya ngga mau, saya kajari ko.

Suban, suban kan tau sifat saya, saya kerasnya setengah mati

Saya mau kenal sama rahman sama suban tapi

Saya juga punya harga diri dong.

Masa polisi dapat semua, dari kapolda semua proyek dapat.

Kita tidak diikut-ikutkan. Sudah ribut-ribut baru dikasih. Uhh saya ngga mau begitu.

Kasih tau pak iwan. Perang saya sekarang sama pemda

Saya tidak akan datang menghadiri acara atau,

Kasih tahu semua ke bupati.

Biar pak iwan tahu, biar pak iwan minta maaf ke saya, lewat anak buahnya itu.

Saya nggak mau sekarang saya tidak akan datang pada acara apapun dari pemda.

Mau dia cancel mau dia pesen silahkan terima.

Saya tidak ada urusan lagi sama pak iwan.

Kalo misalnya pak iwan ngasih.

Kartu lebaran sedikitpun, tapi sekarang ga ada cerita.

Dia kalo cuman ngasih 20, ga usah ngasih sekalian, ngga ada guna bagi saya.

Jangan baik sama polisi. Kejaksaan lebih hebat geberakannya dari polisi kalau soal korupsi. Kita lebih pintar dari polisi. Polisi itu bodoh semua.

Kapolres juga ga ada apa-apanya kok, bagi saya ilmunya kok.

Karna yang memang mereka itu apa, bukan dibagian hukum, mereka itu hanya kekerasan dia itu perkara-perkara pencurian di tetangga.

Kalo spesial korupsi, kita yang punya sepsialisasi itu, itu tinggal berikan aja ketua kpk ke notaris jaksa itu ko.

Laskar Pelangi

Kisah film ‘Laskar Pelangi’ yang diangkat dari novel karya Andrea Hirata tak hanya soal pentingnya pendidikan. Warna-warni pershabatan 10 bocah Belitong dalam film ini juga cukup menarik dan bisa membuat penonton tertawa dan menangis.

Ibu Muslimah (Cut Mini) tokoh yang menjadi point of interest dalam film ini

Setiap hari Lintang (Ferdian) harus menempuh puluhan kilometer dan melewati seekor buaya untuk sampai ke sekolahnya

Mahar (Verrys Yamarno) tidak pernah lepas dari radionya setiap hari

Harun (Febriansyah) menjadi penyelamat kesembilan temannya untuk bisa sekolah

Laskar Pelangi ikut karnaval dengan kostum suku Asmat

Ikal (Zulfanny), Lintang dan Mahar berlatih untuk mengikuti cerdas cermat tingkat Belitong.

teks: http://www.detik.com

foto: Miles Production (disadur dari http://www.detik.com tanggal 25 September 2008)