jeda tebang


PEKANBARU – Cuaca ekstrim melanda Riau akhir-akhir ini. Tidak tanggung-tanggung suhu di daerah penghasil minyak dan kelapa sawit ini ini mencapai 36 derajat celcius dan tidak bisa diprediksi. Siang panas begitu terik, satu jam kemudian berubah menjadi angin kencang dan hujan yang sangat deras.

Selain cuaca yang tidak menentu ini, Riau secara umum juga kembali dilanda musibah kabut asap yang menyesakkan pernapasan. Musibah bagi rakyat namun tidak demikian halnya dengan perusahaan dan pemilik lahan.

Kabut asap ini dihasilkan dari terbakarnya lahan perkebunan, dan atau lahan kosong baik milik masyarakat dan perusahaan. Bagi Riau dan wilayah lain di Sumatera, kabut asap ini bukanlah pertama kali terjadi. Asap plus dengan suhu udara yang ekstrim selalu terjadi saban tahun. Bahkan kebakaran hebat pernah terjadi sekitar tiga belas tahun lalu yang mengakibatkan terhentinya semua aktivitas warga di tengah terbatasnya jarak pandang.
(lebih…)

Iklan

Wilmar Consession palm oil industry

Kampanye Greenpeace untuk menyelamatkan hutan-hutan Indonesia dan lahan gambut yang sangat penting untuk stabilitas iklim global, keanekaragaman hayati dan kesejahteraan masyarakat yang bergantung pada hutan. Kapal Esperanza berada di Pelabuhan Dumai untuk melakukan protes atas berlangsungnya kerusakan hutan dan lahan gambut di Indonesia oleh perusahaan-perusahaan besar untuk perkebunan kelapa sawit, Pulp and paper dan perkebunan komoditas lainnya.

aktivis-greenpeace-romadon-can-5

Aktivis Greenpeace Romadon Canarisla dari kapal Esperanza memanjat jangkar kapal tangker ‘Gran Cauva’ dan awak kapal menyemprotkan air. Kapal tanker ini membawa 27000metrik ton minyak kelapa mentah untuk tujuan perusahaan Wilmar yang berada di Rotterdam.

greenpeace-di-dumai

HADANG CPO: 12 aktifis Greenpeace mengendarai sejumlah sekoci menghadang sebuah kapal tanker yang akan bertolak dari Pelabuhan Dumai untuk mengekspor CPO, Senin (10/11) kemarin.

greenpeace

10nov08

TURUNKAN AKTIFIS: Seorang petugas Administratur Pelabuhan Dumai berusaha menurunkan seorang aktifis Greenpeace yang mengikat diri di rankai jangka Kapal Gran Couva, Selasa (11/11). Aksi tersebut menyebabkan ekspor CPO ke Belanda tertunda beberapa jam.

(lebih…)

DUMAI – Aktivis Lingkungan Hidup Internasional, Greenpeace, pagi Senin (10/11) tadi, menghentikan sebuah kapal pengangkut minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dari Pelabuhan Dumai, Provinsi Riau, menuju Eropa. Pelabuhan Dumai, Provinsi Riau merupakan pelabuhan utama bagi ekspor minyak kelapa sawit dari Indonesia.

Selain menghadang kapal, para aktivis juga mengecat sebuah tongkang yang penuh dengan kayu bulat di pelabuhan. Mereka menuliskan kata-kata “Forest Crime” atau “Kejahatan Hutan” pada lambung tiga kapal bermuatan minyak kelapa sawit, dan tongkang kayu tersebut sebagai protes terus berlangsungnya pengrusakan hutan Indonesia.
(lebih…)

Pusat Bahasa Depdiknas akan menerbitkan peta bahasa yang terdiri atas kumpulan bahasa daerah di Tanah Air dari Sabang, Pulau We sampai Merauke, Papua.

“Penyusunan peta bahasa ini sudah berlangsung selama  15 tahun karena proses pengumpulan data bahasa ibu dari satu daerah ke daerah lain mengalami kendala geografis,” kata Kepala Pusat Bahasa Depdiknas, Dr Dendy Sugondo di Jakarta, Rabu (22/10) sehubungan penyelenggaraan Kongres Bahasa Indonesia IX di Jakarta, pada 28 Oktober- 1 November 2008. (lebih…)

Tanggal 28 Oktober 1928 merupakan tanggal bersejarah bagi bahasa Indonesia yang saat itu diresmikan menjadi bahasa negara dan menjadi bahasa persatuan dari sekian ratus bahasa daerah.

Namun, seperti apakah yang dinamakan bahasa Indonesia itu? Orang mengenalnya sebagai bahasa Melayu yang dimodifikasi, lalu dicampur dengan bahasa-bahasa serapan dari berbagai daerah dan dari bahasa asing, kemudian dibakukan. (lebih…)

  1. Konsep, Konstruk, dan Variabel

Peneliti bekerja dari tahap konsepsional ketahap operasional. Seperti, “Doa menimbulkan kesejahteraan pada orang yang didoakannya”. Ini adalah hipotesis yang terdiri dari dua konsep, “Doa” dan “Kesejahteraan”, disambungkan dengan kata menunjukkan hubungan diantara dua konsep, yakni “Menimbulkan”. Semua konsep tersebut bersifat abstrak. Dalam tahap kedua, peneliti mengalihkan konsep abstrak itu menjadi variabel yang dapat diamati.

Konsep adalah abstraksi yang dibentuk dengan menggeneralisasikan hal-hal khusus (Kerlinger, 1971: 28). Bila konsep ini secara sengaja dan secara sadar dibuat serta dipergunakan untuk tujuan ilmiyah, ia disebut konstruk. “Kecerdasan” adalah “konsep”, tetapi setelah pengertiannya dibatasi secara khusus sehingga dapat diamati, ia berubah menjadi konstruk. Dengan kata lain, konstruk adalah konsep yang dapat diamati dan ukur. (lebih…)

Sejenis serangga batang dari Pulau Kalimantan yang tercatat memiliki panjang lebih dari 56,7 cm itu dinyatakan sebagai serangga terpanjang di dunia oleh ilmuwan Inggris, Kamis lalu. Spesimen serangga itu ditemukan oleh seorang penduduk desa dan diserahkan kepada pakar ilmu alam amatir Malaysia, Datuk Chan Chew Lun, pada 1989, yang kemudian dihibahkan kepada Natural History Museum di London, Inggris.
Spesimen itu kemudian diidentifikasi oleh Philip Bragg dan dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Zootaxa. Serangga itu dinamai Phobaeticus chani atau “Tongkat panjang Chan” untuk menghormati Datuk Chan.

Sampai saat ini hanya tiga spesimen serangga yang ditemukan, seluruhnya dari negara bagian Sabah di Kalimantan. Datuk Chan memperoleh spesimen serangga betina yang pertama dan terbesar dari seorang pengumpul serangga setempat. Dua serangga lainnya dikoleksi di Sabah.

Paul Brock, ilmuwan di Natural History Museum di London, menyatakan bahwa tak diragukan lagi binatang itu adalah serangga terpanjang yang ada saat ini. Kepastian itu juga didukung oleh Marco Gottardo, ahli serangga di Natural History Museum of Ferrara, Italia, dan Aaron T. Dossey, ilmuwan di University of Florida di Gainesville, Amerika Serikat.

Serangga berwarna hijau pucat itu tampak seperti batang bambu setebal pensil berukuran 56 sentimeter jika kedua kaki panjangnya ikut dihitung. Panjang badannya saja 35,7 sentimeter, sehingga merebut rekor yang sebelumnya dipegang oleh Phobaeticus kirbyi yang juga ditemukan dari Kalimantan dengan selisih 2,9 sentimeter.

Dalam dunia binatang, serangga batang termasuk dalam kelompok satwa yang paling pandai berkamuflase. Meski ada beberapa satwa yang menggunakan semburan beracun atau duri-duri tajam untuk menghalau binatang pemangsa, umumnya mereka memilih berkamuflase serupa cabang pohon dan daun untuk menghindari perhatian binatang lain. “Pertahanan utama mereka pada dasarnya adalah berbaur, terlihat mirip tangkai pohon,” kata Brock. “Bahkan mereka akan bergoyang bila tertiup angin.” (tempointeraktif)

Laman Berikutnya »