Agama


Begitu Rasulullah SAW wafat, para Sahabat dan kaum muslim ketika itu langsung mencari ‘pengganti’ Nabi sebagai pemimpin umat. Hal itu dilakukan karena menyadari bahwa suatu Negara tidak boleh tanpa pemimpin walau hanya dalam satu jam saja.

Namun yang menjadi persoalan adalah siapa yang berhak menjadi Khalifah sebagai penerus nabi mengingat Nabi Muhammad SAW ketika masih hidup tidak pernah menyebut nama sebagai penggantinya kelak. Akibatnya masing-masing kelompok dan suku mengusulkan pemimpin mereka menjadi orang nomor satu saat itu. (lebih…)

Menjelang tahun baru Islam, umat Islam berduka. Rezim Zionis Israel hari ini, Sabtu (27/12) melakukan serangan besar-besaran ke Jalur Gaza.

Rezim penjajah itu mengerahkan pesawat-pesawat tempur jenis F-16 dan helikopter-helikopter Apache-nya dan membantai warga Gaza yang sudah tak berdaya setelah selama  setahun lebih diblokade oleh Israel.

Laporan Press TV menyebutkan, akibat serangan brutal itu, dalam waktu singkat 180 warga Palestina di Gaza gugur syahid (data terakhir menyebutkan 300 orang syahid) dan 800 orang lainnya luka-luka. Dan,  jumlah yang syahid dan luka akan terus bertambah. (lebih…)

Tepat pukul 21.05 wib, Sabtu 29 November 2008 (2 Zulhijjah 1429), anak pertama saya lahir dengan selamat, di Kampung Besar Seberang, Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau. Ia lahir ketika bulan dan dua planet muncul bersamaan berbentuk wajah tersenyum.

Bukan itu yang hendak saya ulas.

Jauh sebelum isteri melahirkan, saya telah menyiapkan beberapa nama. Awalnya, memang saya menyiapkan nama laki-laki, namun ketika di USG (Ultrasonografi), dokter memperkirakan akan lahir anak perempuan. Maka sibuklah saya dan isteri mempersiapkan nama perempuan, bahkan sampai membeli beberapa buku dan surfing di internet (lebih…)

Survey dilakukan oleh LSI secara nasional pada 8-20 September 2008. Jumlah sampel muslim sebanyak 1.239 dengan tingkat keyakinan 95 persen. Responden adalah seluruh warga negara Indonesia yang punya hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah berumur 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan. Penarikan sample dilakukan dengan Metode Multistage Random Sampling, proporsional atas populasi provinsi, desa-kota, dan jender. (lebih…)

muhammadiyahlogoMudah diramalkan jika setiap menjelang pemilihan umum (pemilu) Muhammadiyah selalu menjadi sasaran kampanye politik. Hal ini wajar karena Muhammadiyah merupakan salah satu ormas Islam terbesar di negeri ini, yang tidak hanya memiliki puluhan juta anggota dan simpatisan, melainkan juga sumber daya organisasi yang kaya.

Menariknya, eksploitasi potensi politik Muhammadiyah tidak hanya dilakukan oleh agen-agen dari luar, melainkan juga dari dalam organisasi ini sendiri. Langkah yang paling spektakuler sekaligus kontroversial barangkali keputusan Amien Rais yang kala itu adalah ketua umum PP Muhammadiyah mendirikan Partai Amanat Nasional (PAN) pada 1998. Meski PAN secara oganisatoris adalah partai terbuka dan tidak memiliki hubungan formal dengan Muhammadiyah, realitasnya partai ini banyak bersandar pada Muhammadiyah dalam rekrutmen kader (leadership recruitment) maupun pemilih (electoral constituents). (lebih…)

Akibat banyaknya pengunjung pasca penayangan foto Imam Samudra pasca eksekusi, ternyata membuat situs tersebut kebanjiran tamu (over load). Banyaknya tamu bertambah setelah situs-situs nasional seperti okezone.com, detik.com dan vivanews juga menayangkan berita dan foto Imam Samudra.

press_release

Barusan, beberapa waktu lalu arrahmah.com mengeluarkan press realise permohonan maafnya kepada pengunjung. Dalam siaran persnya arrahmah menyebutkan kalau foto  Imam Samudra yang dikapani merupakan foto asli dan telah mendapatkan izin publikasi dari pihak keluarga. Bahkan disebutkan bahwa penayangan foto tersebut merupakan amanah dari almarhum Imam Samudra.

Di ujung suratnya, arrahmah menuliskan kata-kata “Kami tidak akan pernah berhenti, Kami akan segera kembali”

Barusan saya membuka situs arrahmah.com ternyata saat ini tidak lagi bisa diakses. Kemungkinan situs ini ‘dipaksa’ tutup setelah menayangkan foto alm Imam Samudra usai dimandikan pasca eksekusi. Di foto yang ditayangkan arrahmah.com hanya terlihat seperti ini

arrahmah

Sebelumnya di situs ini melihatkan foto Amrozi Cs. arrahma-copyyyami-imam1

“Belum lagi, jeratan undang-undang terorisme no.15 tahun 2003, pasal 6 dan 7 tentang tindak pidana terorisme dengan hukuman paling lama 20 tahun, bahkan seumur hidup,” tandasnya. (okezone.com)

Menkominfo Tak Bisa Tutup Situs Arrahmah.com
Pihak kementerian komunikasi dan informatika (Menkominfo) menyatakan tidak memiliki kekuasaan untuk menutup atau membredel media dengan konten provokatif, berupa penanyangan foto jenazah Imam Samudra seperti yang dilakukan arrahmah.com.

“Saat ini sudah tidak ada lagi peraturan mengenai pembredelan media, meskipun hanya sebuah media online. Langkah ini harus dilakukan oleh masyarakat pembaca dengan mengajukan legal action karena merasa keberatan dengan aksi provokatif tersebut,” ujar Kepala Pusat Informasi dan Humas Departemen Komunikasi dan Informatika Gatot S Dewabroto, saat dihubungi melalui telepon genggamnya, Senin (10/11/2008).

Diharapkan, para pembaca media juga memiliki hak dan kewajiban untuk mengontrol media, yang tentunya secara bijak.

Staf Ahli Hukum Menteri Komunikasi dan Informatika Edmond Makarim menambahkan bahwa suatu informasi dari media harus dilihat dari beberapa peraturan yang terkait. Untuk kasus Arrahmah ini, bisa dilihat apakah mereka sudah sesuai dengan kaidah dan peraturan yang berlaku atau belum.

Peraturan terkait yang dimaksud oleh Edmond misalnya, undang-undang KUHP pasal 335 dan 336 mengenai ancaman kekerasan secara tetulis, yang maksimal hukumannya mendapatkan pidana penjara paling lama lima tahun.

Pemberitaan dalam situs Arrahmah bisa juga dikenakan pasal dalam undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik nomor 11 tahun 2008 ayat 2 yang berbunyi bahwa setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan suku, agama, ras dan antar golongan.

Selain itu, karena situs Arrahmah juga termasuk situs media, maka konten di dalamnya pun harus mengikuti peraturan yang tercantum dalam undang-undang pers no 32 tahun 2002 tentang pelaksanaan siaran yang dilarang berisi fitnah, hasutan atau menyebarkan berita menyesatkan, apalagi mempertentangkan suku, agama, ras, dan antargolongan.

Laman Berikutnya »