Mari sudahi bicara keburukan Riau, sukseskan PON di Riau sekarang atau menunggu 134 tahun lagi.

Seremonial pembukaan Pekan Olahraga Nasional (PON) yang ke XVIII di Riau segera dilakukan. Insya Allah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sendiri yang bakal melakukan open ceremony pada Selasa (11/9) malam. Kedatangan Presiden akan didampingi puluhan pejabat mulai setingkat menteri, gubernur dan tamu lainnya.

Jauh hari sebelum kedatangan Presiden nanti, Riau terlebih dahulu telah kebanjiran tamu setiap harinya, mulai dari atlet, official, wisatawan dan tamu lainnya. Selama PON berlangsung, Riau akan benar-benar menjadi pusat perhatian banyak pihak, tidak hanya tamu yang langsung datang ke Riau, melihat kondisi Riau dengan ‘mata-kepala’ sendiri, namun juga jutaan, atau bahkan ratusan juta mata akan melihat ke Riau melalui media massa yang berbicara tentang Riau. Inilah masa dimana kita mempromosikan Riau, Inilah Riau Kami.

Iven olahraga terakbar di Indonesia yang dilaksanakan setiap empat tahun ini, sedianya harus bisa dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat negeri Lancang Kuning. Banyak peluang yang bisa diambil dan dimanfaatkan karena sedikitnya ada 7.307 atlet, 3.596 official, dan 1.319 jurnalis yang membicarakan PON lengkap tentang Riaunya. Jumlah itu belum termasuk supporter yang datang langsung dari daerah masing-masing. Pedagang bisa mendapatkan keuntungan dari dagangannya, hal yang sama juga bisa dilakukan oleh pemilik rumah makan dan restoran, penginapan, atau jasa transportasi.  Hal seperti inilah yang sebenarnya diharapkan Pemerintah Provinsi Riau dengan visi PON-nya yaitu Catur Sukses yaitu sukses prestasi, sukses promosi daerah, sukses menjadi tuan rumah yang baik dan sukses dalam meningkatkan perekonomian masyarakat. Harus kita akui, semenjak Riau ditunjuk menjadi tuan rumah PON, daerah ini terus menggeliat, berbagai fasilitas dibangun, mulai dari Stadion Utama Riau, sejumlah venue yang dibangun tidak hanya di ibukota provinsi tetapi juga di kabupaten dan kota. Tidak hanya itu, infrastruktur pendukung lainnya juga dibangun seperti Bandar Udara, jembatan layang (fly over), pembangunan dan perbaikan kualitas jalan dan jembatan. Upaya tersebut juga diikuti oleh kalangan swasta dengan mendirikan hotel berbintang dan penginapan lainnya, atau gerai makanan.

Jika negeri penghasil minyak ini tidak menjadi tuan rumah PON, tidak bisa kita bayangkan entah kapan Riau bisa mendirikan Stadion semegah ini entah kapan bisa mendirikan venue-venue olahraga di sejumlah daerah yang bertaraf internasional seperti sekarang.

Namun sayang, kebanggaan ini seolah lenyap oleh ulah segelintir orang, baik pejabat pemerintah, wakil rakyat dan oleh orang-orang yang dipercaya melaksanakan kegiatan ini. Akibatnya kembali berlaku pepatah “Karena nila setitik rusak susu sebelanga”.

Tidak hanya sampai di situ, beberapa tokoh masyarakat yang tidak merasa dilibatkan dalam iven ini memperkeruh suasana dengan berkoar-koar, pengamat-pengamat mengeluarkan pendapatnya yang subjektif dengan menganggap kalau PON tidak menguntungkan Riau dan masyarakatnya, atau PON hanya akan membebankan APBD. Ini seolah-olah dibenarkan pula oleh media massa lokal dan nasional. Berita yang muncul, seperti kata Gubernur Rusli Zainal, hanya berita-berita negatif.  Akibatnya, masyarakat yang berada di daerah lain di tanah air hanya melihat buruknya negeri Melayu ini yang menutupi hebatnya Riau. Mereka hanya akan tahu PON Riau hanya sebagai ajang korupsi, panitianya tidak becus dan pelaksanaannya kacau-balau. Memang kita akui masih banyak kekurangan dan kelemahan dalam pelaksanaan PON, tapi janganlah pula itu menutupi nilai positif yang harus kita petik.

Seperti halnya kita semua, saya pun bersikap serupa kalau semua kasus PON harus dituntaskan melalui jalur hukum pula, biarkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan tugas dan wewenangnya, media harus mengawasi jalannya penegakan hukum. Akan tetapi juga yang lebih penting adalah tanggung jawab kita mensukseskan PON demi kemajuan olahraga di tanah air.

Saya bisa membayangkan jikGambara PON ini tidak dirusak oleh segelintir orang pejabat dan wakil rakyatnya dengan melakukan tindakan memalukan itun yang memberi dan menerima suap miliaran rupiah, pemerintah pusat menepati janjinya sejak awal akan membantu Riau dalam pembangunan sarana olahraga, dan didukung penuh oleh masyarakatnya, PON ini jauh lebih hebat, orang akan berdecak kagum seraya mengatakan “Inilah Riau yang hebat, pembangunannya pesat, masyarakatnya ramah. Tidak hanya PON, tapi iven bertaraf internasional juga layak diadakan di sini,”.

Walau PON telah dimulai, meski berbagai imej telah terlekat di benak seluruh masyarakat namun kita, masyarakat Riau, belum terlambat. Mulai saat ini mari kita ikut mensukseskan pelaksanaan PON di Riau, menyambut tamu dengan senyum ramah, memberikan informasi dengan sebaiknya, dan, seperti kata salah seorang teman melalui pesannya di Blackberry, mari sudahi bicara keburukan Riau, sukseskan PON di Riau sekarang atau menunggu 134 tahun lagi. Selamat bertanding Sang Juara! ***

Keterangan Foto: Stadion Utama Riau yang akan menjadi tempat acara pembukaan dan penutupan PON mendatang.  (sumber http://jhon-arch.blogspot.com/2012/06/stadion-utama-pon-riau-2012-pekanbaru.html)