Ditemukan sebuah daratan tinggi di hulu Sungai Kampar, Kabupaten Kampar tepatnya di kawasan Suaka Margasatwa (SM) Rimba Baling. LSM lingkungan, River Defender, mengklaim kalau dataran tinggi tersebut merupakan sebuah gunung.

River Defender dalam rilis yang diterima Rakyat Riau, menyebutkan dataran dengan ketinggian 1.091 meter di atas permukaan laut tersebut adalah Gunung Djadi.

Anggota River Defender, Hendra Yudhistira, menyebutkan dari penelusuran di peta rupa bumi Badan Koordinasi Survey dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal) teridentifikasi dengan lambang segitiga hitam yang menandakan sebuah gunung dengan ketinggian 1.091 meter di atas permukaan laut. “Lambang segitiga hitam dalam peta rupa bumi tersebut menandakan kalau itu merupakan sebuah gunung. Namun gunung tersebut sudah tidak aktif lagi,” kata Hendra, Kamis (29/12/2011).

Untuk memastikan dari dekat, saat ini iver Defender bersama Brimapala Sungkai Fakultas Pertanian Universitas Riau melakukan ekspedisi Penemuan Gunung Pertama di Riau (Discovery First Mountain In Riau) yang dilaksanakan pada 29 Desember 2011 hingga 3 Januari 2012 mendatang.

Hendra Yudhistra menyebutkan selama ini dari beberapa aktivis lingkungan yang kerap menjelajahi kawasan Suaka Margasatwa Rimba Baling terdapat sebuah puncak tertinggi di kawasan tersebut.

“Atas dasar itu, kami mencoba mencari tahu tentang puncak tertinggi tersebut. Ternyata setelah ditelusuri lebih lanjut kami menemukan informasi yang valid tentang kebenaran bahwa puncak tertinggi tersebut merupakan sebuah gunung. Dan nama gunung tersebut adalah Gunung Djadi, ucap Hendra.

Dalam tim ekspedisi tersebut tim akan terbagi menjadi 3 bagian, pertama Tim Perjalanan yang akan menghasilkan sebuah peta perjalanan yang lengkap dengan seluruh informasinya, kedua Tim Riset yang akan melakukan identifikasi kondisi sosial dan budaya masyarakat di sekitar gunung serta mencoba merangkum keanekaragaman hayati yang ada dan ketiga Tim Dokumentasi yang akan menghasilkan video perjalanan dan dokumentasi foto.

Sementara itu, salah seorang tim ekspesidi, Hisam Setiawan, selain mencari gunung pertama di Riau tersebut, pihaknya pada tahun 2012 mendatang juga akan menelusuri Goa Vertical (Caving) dan Potensi Arung Jeram di sebuah sungai yang merupakan Sub Daerah Aliran Sungai (DAS) Kampar.

“Setelah ini kami juga akan mencoba mengekslporasi goa vertical yang ada di Riau serta potensi arung jeram yang terdapat di sebuah sungai yang juga merupakan Sub DAS Kampar. Dan tidak tertutup kemungkinan potensi wisata alam yang lain yang ada di Riau yang selama ini terpendam. Tahun 2012 akan kita jalani dengan rangkaian ekspedisi,” ungkap Hisam.

Seluruh rangkaian ekspedisi ini akan mencoba mengekplorasi potensi wisata alam di Provinsi Riau yang selama ini masih terpendam dan tidak diketahui khalayak ramai. Sesungguhnya potensi wisata alam di Riau sangat banyak, namun sayang sangat jauh dari apa yang diharapkan.

Berhasil Dikuak

Tim XPDC 12-12 akhirnya sampai ke puncak Gunung Djadi, gunung yang baru ditemukan di Provinsi Riau. Awalnya tim ini memperkirakan sampai pada Minggu 1 Januari 2012. Namun karena medan cukup sulit, mereka baru sampai puncak pada pukul 13.00 WIB, Rabu (4/1/2012).

Saat tiba di puncak gunung, kondisi seluruh tim dalam kondisi cukup baik. “Beberapa anggota tim memang ada yang mengalami lecet-lecet di bagian kaki,” ujar Koordinator XPDC 12-12, Hisam Setiawan dalam keterangan persnya kepada Rakyat Riau.
Gunung ini terletak di Kabupaten Kampar. Diduga sebagai gunung pertama di Riau. Setiba di puncak, mereka menggelar upacara pengibaran bendera Merah Putih. “Berdasarkan data Global Positioning System (GPS), gunung ini memiliki ketinggian 1.100 diatas permukaan laut,” kata Hisam.

Mereka juga membuat tugu untuk menandakan ketinggian dari puncak Gunung Djadi. “Untuk itu tim sudah mempersiapkan semen yang sengaja dibawa dari Pekanbaru, sedangkan untuk bahan lainnya mempergunakan bahan yang ada di puncak gunung tersebut,” katanya.

Menurut Hisam, kondisi puncak Gunung Djadi sangat indah karena masih sangat alami. Beragam vegetasi tanaman terdapat di puncak gunung ini. Sangat mengagumkan. “Kita berharap ini bisa terjaga dengan baik. Karena kawasan sekitar Gunung Djadi ini merupakan daerah tangkapan air (catchment area) untuk Daerah Aliran Sungai (DAS) Kampar. Sehingga perlu tetap dijaga dari tangan-tangan yang akan merusaknya dengan mengalihfungsikan kawasan ini menjadi perkebunan dan industri kehutanan. Semoga saja tidak,” ujar dia.

Usai memancangkan tugu, tim ini juga melakukan ritual khusus, yaitu berdoa bersama. “Inti dari doa ini adalah menyampaikan amanat seluruh masyarakat di Riau bahwa kondisi lingkungan di Riau saat ini sudah sangat parah. Jadi, perlu segera dilakukan perbaikan terhadap itu semua,” sebutnya.

Tim perjalanan XPDC 12-12 terdiri dari River Defender, Brimapala Sungkai, Telapak BT Riau, Yayasan Mitra Insani dan Gurindam12. Mereka memulai pendakian gunung yang baru ditemukan itu pada 29 Desember 2011 lalu dan baru sampai ke puncak gunung, Rabu 4 Januari 2012 kemarin.(***)