PEKANBARU – Terpilihnya HR Mambang Mit sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Riau, ternyata membuat Partai Golkar merasa ditinggalkan Wakil Gubernur Riau tersebut. Mambang Mit hanya memakai ‘perahu’ Golkar untuk kepentingan politiknya. Setelah sampai tujuan, Partai Golkar ditinggalkan.

Kekecewaan tersebut diungkapkan Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Riau, Dr Indra M Adnan, saat sambutan acara Rapat Kerja Daerah Partai Golkar se Riau, Jumat (6/8/2010) di Hotel Grand Elite Pekanbaru.

Walau tidak menyebutkan nama Mambang Mit dalam sambutan tersebut namun pernyataan Indra tersebut jelas ditujukan kepada Ketua DPD Partai Demokrat tersebut.

“Dulu kenapa saya ngotot mengajukan nama Iwa Sirwani Bibra karena saya sudah menduga akan seperti ini. Akhirnya ucapan saya terbukti, kita ditinggalkan. Partai Golkar ternyata hanya sebagai alat mengantarkan, sampai perbatasan setelah itu kita ditinggalkan,” ujar Indra dalam Rakerda Partai Golkar yang dihadiri oleh seluruh pengurus DPD Golkar se Riau.

Menjelang Pemilihan Gubernur Riau tahun 2008 lalu, memang Indra Adnan sempat mengajukan nama Iwa Sirwani Bibra. Namun keputusan akhir, untuk Pilkada Riau, Ketua DPD I Partai Golkar saat itu Rusli Zainal dipasangkan dengan Mambang Mit sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur Riau.

Namun setelah duduk sebagai Gubernur Riau ternyata Mambang Mit bukannya membesarkan Partai Golkar akan tetapi malah bergabung dengan partai yang didirikan oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono itu.

“Kedepan dalam setiap iven politik di Riau kita akan lebih memprioritaskan kader sendiri maju sebagai calon. Biarlah kita kalah tapi dia kader kita,” ujar Bupati Indragiri Hilir tersebut.

Kepada wartawan usai pembukaan Rakerda, Indra menyebutkan apapun keputusan politik Mambang Mit hal itu merupakan hal dia sebagai warga negara.

“Itu hak dia (Mambang Mit). Hak maju dan keluar dari Partai Golkar. Kita tetap berlapang dada karena Partai Golkar masih banyak memiliki kader yang maju berjuang membesarkan partai,” katanya lagi.

Ditegaskan Indra lagi, kondisi ini akan menjadi pelajaran bagi Golkar untuk mengusung calon pada setiap Pilkada yang ada. “Kita akan fokuskan bahwa kita ingin mengusung kader kita sendiri untuk Pilkada mendatang. Kita tidak ingin mengusung orang lain lagi,” tegasnya lagi.

Masih menurut Indra, selain mengusung calon, Golkar juga akan mengawal kinerja kepala daerah yang dimenangkan Golkar. Dan salah satu caranya adalah dengan memberikan masukan pada setiap mutasi pejabat di lingkungan pemerintah daerah yang dimenangkan calon Golkar.

“Kita tidak ingin pejabat yang ada dibawah kepala daerah yang kita dukung tidak mampu menjalankan intruksi kepala daerahnya. Makanya, kita akan memberikan masukan pada setiap mutasi pejabat di pemerintah daerah, agar kepala daerah yang kita usung itu tidak salah pilih pejabat sehingga berpengaruh terhadap kinerja kepala daerah itu sendiri,” papar Bupati Indragiri Hilir ini lagi.

Sementara itu, Rakerda I Partai Golkar Riau periode kepemimpinan Indra Adnan ini dihadiri dan dibuka oleh Wakil Sekretaris Jendral DPP Partai Golkar Imanuel Blegur.

Dalam sambutannya, Imanuel berpesan kepada kader Partai Golkar yang bakal maju sebagai calon kepala daerah di Riau untuk tetap waspada dan tidak menganggap remeh hasil survei terhadap calon kepala daerah yang rendah.

“Survei menjelang pilkada memang banyak yang betul, tapi tidak pula sedikit pemenang Pilkada yang awalnya dalam survei tidak diperhitungkan. Oleh sebab itu jangan anggap remeh hasil survei yang rendah,” kata Imanuel.

Salah satu penyebabnya adalah sikap pragmatisme masyarakat Indonesia saat ini yang tidak bisa ditebak.

Sebelumnya, dalam sambutannya Indra M Adnan menyebutkan Rakerda Partai Golkar merupakan agenda penting setelah Musyawarah Daerah. Rakerda ini untuk menjabarkan catur sukses Partai Golkar seperti yang diamanatkan dalam Munas Golkar di Riau beberapa waktu lalu.

Catur sukses tersebut adalah Sukses Konsolidasi, Sukses Kaderisasi, Sukses Kesejahteraan Rakyat, dan Sukses Pilkada dan Pemilu 2009-2014.*