Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar akan diselenggarakan dalam waktu dekat di Pekanbaru, Riau tanggal 4-7 Oktober mendatang. Ada banyak hal menarik yang bisa diikuti dalam perebutkan kekuasaan tertinggi partai beringin tersebut. Sejak awal proses pemilihan Ketua Umum DPP Partai Golkar tersebut memang sudah layaknya pemilihan presiden, maklum jabatan Ketua Umum merupakan bisa mempengaruhi arah perpolitikan dan kebijakan pemerintah.

Ada empat nama kandidat yang akan bertarung dalam Munas mendatang yaitu Menko Kesra Aburizal Bakrie, pengusaha bidang media Surya Paloh, Yuddy Chrisnandi dan Tommy Soeharto. Sejak awal Aburizal dan Surya Paloh memang sudah gencar melakukan kampanye dan menggalang dukungan. Ical mengaku didukung oleh 435 hingga 450 DPD se Indonesia, akan tetapi hal yang sama juga diklaim oleh Surya Paloh.

Bahkan dalam iklannya di salah satu media Paloh mengklaim di dukung oleh 329 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) tingkat I dan II se Indonesia, sebagai pemilik suara yang akan diperebutkan oleh kedua calon tersebut. Artinya, Surya Paloh didukung oleh 80 persen dari 515 jumlah pemilih pada Munas Golkar Mendatang di Pekanbaru, Riau. Tentu saja kubu Ical, sapaan akrab Aburizal Bakrie, sedikit terkejut karena sebelumnya hasil survei Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) menyebutkan Aburizal unggul dalam Munas mendatang.

Apapun yang terjadi, yang pasti keduanya memang menyadari pentingnya keberadaan media sebagai alat propaganda politik. Surya Paloh misalnya, pemilik Metro TV ini akhir-akhir ini memang gencar disiarkan di televisi ‘berita’ tersebut. Bahkan, setiap program headline news-nya, selalu ada berita safari politik dan pencitraan politik Surya Paloh. Tentu saja porsi berita antara Paloh dengan Aburizal di Metro TV jauh berbeda.

Jika demikian, dimana letak independen Metro TV? Wallahualam… bukankah mestinya media massa harus independen dan bukan berpihak kepada pemilik modal. Dalam teorinya, media harus independen, berimbang dan netral.

Seperti ditulis oleh Bill Kovach, ada 9 elemen jurnalistik yang mesti dipatuhi oleh wartawan dan media. Yaitu;
1. Kewajiban utama jurnalisme adalah pada pencarian kebenaran
2. Loyalitas utama jurnalisme adalah pada warga Negara
3. Esensi jurnalisme adalah disiplin verifikasi
4. Jurnalis harus menjaga independensi dari obyek liputannya
5. Jurnalis harus membuat dirinya sebagai pemantau independen dari
kekuasaan
6. Jurnalis harus memberi forum bagi publik untuk saling-kritik dan menemukan kompromi
7. Jurnalis harus berusaha membuat hal penting menjadi menarik dan relevan
8. Jurnalis harus membuat berita yang komprehensif dan proporsional
9. Jurnalis harus diperbolehkan mendengarkan hati nurani personalnya.