kampung-rison1Sebanyak 54 dari 55 orang anggota DPRD Provinsi Riau periode 2004-2009 belum mengembalikan mobil dinas yang mereka pakai selama hampir lima tahun ketika menjadi wakil rakyat. Padahal, semestinya mobil dinas tersebut mesti dikembalikan ketika pelantikan wakil rakyat yang baru tanggal 6 September 2009 lalu.

Ada semacam kesengajaan yang dilakukan oleh mantan wakil rakyat tersebut untuk tidak mengembalikan mobil dinas. Mereka masih menunda-nunda mengembalikan mobil dinas hingga masa pakai mencapai 5 tahun. Jika telah lima tahun pakai maka mobil yang dibeli dengan menggunakan uang rakyat tersebut mesti dilelang, jika demikian maka kemungkinan besar mantan anggota dewan tersebut akan berpeluang memiliki mobil tersebut.

Ketua DPRD Riau Drs HM Johar Firdaus MSi, seperti dilansir Rakyat Riau (Senin, 28/9/09) menyatakan bahwa pola pada periode lalu adalah dengan memberikan kesempatan kepada anggota dewan untuk memakai hingga memasuki masa lelang. Selanjutnya pada saat pelelangan mereka yang lebih diprioritaskan untuk memakai.

“Kasihan anggota dewan sudah tidak duduk tidak ada mobil lagi, jalan kaki. Meskipun, undang-undang tidak membenarkan, harus mengembalikan, tapi undang-undangkan tidak pelik kali,” ujarnya.

Jadi imbuh Johar, pihaknya akan membiarkan dahulu anggota dewan sebelumnya untuk menggunakan selama kurun waktu setahun. Kemudian bagi anggota dewan baru, periode 2009-2014, untuk mobnas baru, sementara untuk saat ini sudah disiapkan kendaraan untuk pimpinan dewan, seperti Ketua DPRD dan Wakil, Ketua Faksi dan Ketua Komisi.

Sedangkan mobnas lamanya menurutnya sesuai kesepakatan hanya pinjam pakai. “Kesepkatan kita sifatnya bisa pinjam pakai, selagi ada kebijakan-kebijakan yang memungkinkan, yang jelas kita tidak melawan hukum,” ujarnya.

Sementara itu mantan Wakil Ketua DPRD Riau Sofyan Hamzah, menyatakan menyerahkan sepenuhnya masalah mobnas kepada aturan yang berlaku. Jika aturan membenarkan memakai maka ia akan pakai. Tapi jika tidak maka akan dikembalikan.

“Ini bukan persoalan memiliki. Tapi kita sifatnya ta’at aturan saja. Kalau boleh ya kita pakai, kalau tidak ya kita kembalikan. Sejauh ini kita diberi kesempatan untuk memakai. Jadi kita pakai,” ujarnya.