Menjelang usianya yang keempat bulan, MA al-Muntashir, anakku, telah menjalani beberapa kali imunisasi. Bisa dibayangkan betapa menderitanya dia. Kata bidan dan petugas Posyandu, ‘Azzam- panggilan anakku- akan beberapa kali disuntik. Mencapai 12 kali suntik. Woooow.

Ternyata, seperti yang ditulis detikcom, Menteri Kesehatan RI, menyebutkan bayi hanya disuntik empat kali. Hanya empat kali suntik, bukan 12 kali seperti yang dilakukan petugas Posyandu selama ini di lapangan. Keempat jenis vaksinasi tersebut hanya BCG, Polio, DPT, dan Campak. Lalu sisanya kemana? yang jelas masyarakat yang akan bingung.

Berikut saya kutipkan berita dari detikcom.

Banyaknya jenis vaksinasi bagi balita (bayi lima tahun) membuat masyarakat bingung. Untuk mengatasi hal ini, Departemen Kesehatan telah menentukan hanya ada empat imunisasi dasar yang wajib dilakukan.

“Yaitu BCG, Polio, DPT, dan Campak,” kata Menteri Kesehatan Fadillah Supari usai acara Revitalisasi Program Bantuan Alat Kesehatan Balloon dan Stent Bagi Masyarakat, di RS Harapan Kita, Jl S. Parman, Slipi, Jakarta Barat, Senin (23/3/2009).

Siti menjelaskan, keempat vaksinasi tersebut sudah teruji dari segi ilmu pengetahuan sehingga dibutuhkan bagi setiap manusia. Sedangkan vaksin jenis lainnya belum bisa dikategorikan suatu kebutuhan/keharusan.

“Kalau yang lain belum ada eviden casenya. Jadi  tergantung apakah perlu diberikan, harus diteliti dulu,” terangnya.

Siti berjanji akan meninjau lebih lanjut mengenai jenis-jenis Imunisasi yang dibutuhkan. Menurut informasi yang dihimpun detikcom, terdapat belasan jenis vaksin yang beredar dilapangan. Selain keempat vaksin yang disebut pemerintah ada juga vaksin hepatitis B, pnemonia, vaksin infeksi telinga.