Survey dilakukan oleh LSI secara nasional pada 26 Oktober – 5 November 2008. Jumlah sampel sebanyak 2.197 dengan tingkat keyakinan 95 persen. responden adalah seluruh warga negara Indonesia yang punya hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah berumur 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan. Penarikan sample dilakukan dengan Metode Multistage Random Sampling.

Masyarakat menilai adanya peningkatan kinerja dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Jusuf Kalla pada bulan November 2008 yaitu masing-masing mendapatkan nilai 62,5 persen dan 54 persen. Beberapa indikator utama peningkatan kinerja adalah mengurangi kemiskinan (37 persen), mengurangi pengangguran (30 persen), kinerja pemerintah dalam menanggulangi konflik di daerah (61 persen) dan penanggulangan korupsi (63 persen). Selain itu, indikator kinerja pemerintah di sektor pendidikan dan kesehatan juga mengalami peningkatan. pada bulan September, kinerja di sektor pendidikan hanya sebesar 7 persen dan di sektor kesehatan hanya sebesar 10 persen, namun di bulan November, terjadi peningkatan, yaitu masing-masing sebesar 16 persen dan 17 persen.

Sebanyak 81 persen dari masyarakat juga menilai adanya kerja keras pemerintah dalam mencegah pengaruh krisis global. Dan 83 persen menilai bahwa langkah yang dilakukan oleh pemerintah sudah tepat.

Sikap masyarakat terhadap program sosial pemerintah positif yaitu terhadap BLT (78 persen), BOS (92 persen), dan PNPM (58 persen). Sebesar 53 persen dari responden adalah penerima BLT, sebesar 92 persen adalah penerima BOS dan sebesar 48 persen adalah penerima PNPM. (Sumber: vivanews.com)