Survey dilakukan oleh LSI secara nasional pada 8-20 September 2008. Jumlah sampel muslim sebanyak 1.239 dengan tingkat keyakinan 95 persen. Responden adalah seluruh warga negara Indonesia yang punya hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah berumur 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan. Penarikan sample dilakukan dengan Metode Multistage Random Sampling, proporsional atas populasi provinsi, desa-kota, dan jender.

Diantara masyarakat Muslim, PKS dinilai sebagai partai paling ISlami (20 persen), kemudian PKB (18 persen) dan PPP (13 persen). Namun partai yang dianggap oleh masyarakat mempunyai program untuk kesejahteraan paling tinggi adalah Partai Golkar (15 persen), PDIP (14 persen) dan Partai Demokrat (9 persen). Partai Islam seperti PKS hanya dinilai masyarakat mempunyai program untuk kesejahteraan rakyat hanya sebesar 6 persen, PKB hanya 2,5 persen dan PPP hanya 2 persen.

Tren sejak tahun 2005 sampai dengan tahun 2008 menunjukkan bahwa kecenderungan sentimen elektoral pada partai Islam cenderung stabil (16 persen di tahun 2005 dan 17 persen di tahun 2008) dan partai non Islam cenderung memiliki tren meningkat (52 persen di tahun 2005 dan 60 persen di tahun 2008).

Image Islami ternyata tidak dapat mendongkrak perolehan suara partai politik, sebab PKS yang mempunyai image Islami tertinggi (19 persen), ternyata memperoleh suara sebanyak 6 persen. PArtai Golkar yang memiliki image Islami sebanyak 12 persen, ternyata dapat memperoleh suara sebanyak 19 persen.

Perolehan suara partai Golkar maupun PDIP masing-masing 19 persen, walaupun image Pancasilais Partai Golkar lebih tinggi dibandingkan PDIP (masing-masing sebesar 17 persen dan 14,5 persen).

Image mewakili rakyat kecil melekat pada Partai Golkar (17 persen dibandingkan PDIP (16 persen), namun perolehan suara partai politik kedua partai tersebut sama, yaitu sebesar 19 persen. (sumber: vivanews)