Fenomena alam menarik akan kembali terjadi di Indonesia. Anda yang tidak ingin terlewatkan, catat tanggalnya: 26 Januari 2009 akan terjadi gerhana matahari cincin.

Demikian diungkapkan anggota Badan Hisab dan Rukyat dari Planetarium & Observatorium Jakarta, Cecep Nurwendana saat menghadiri sidang isbat (penetapan) awal Dzulhijjah 1429 H di Jakarta, Kamis (4/12).

“Sekali pun di Jakarta tidak terlihat, tapi di Serang dan Lampung sebagai sentral akan terlihat matahari terhalang bulan,” jelas Cecep.

Cecep menjelaskan, gerhana ini terjadi apabila piringan bulan (saat puncak gerhana) hanya menutup sebagian dari piringan matahari. Gerhana matahari terjadi ketika posisi bulan terletak di antara bumi dan matahari sehingga menutup sebagian atau seluruh cahaya matahari.

“Walaupun bulan lebih kecil, bayangan bulan mampu melindungi cahaya matahari sepenuhnya karena bulan yang berjarak rata-rata 384.400 kilometer dari bumi lebih dekat dibandingkan matahari yang mempunyai jarak rata-rata 149.680.000 kilometer,” paparnya.

Gerhana matahari dapat dibagi menjadi tiga jenis yaitu, gerhana total, gerhana sebagian, dan gerhana cincin. Gerhana matahari ini apabila piringan bulan (saat puncak gerhana) hanya menutup sebagian dari piringan matahari. Pada gerhana ini, selalu ada bagian dari piringan matahari yang tidak tertutup oleh piringan bulan.

“Peristiwa yang akan melewati Indonesia ini menarik,” tukas Cecep.[inilah.com]