Wilmar Consession palm oil industry

Kampanye Greenpeace untuk menyelamatkan hutan-hutan Indonesia dan lahan gambut yang sangat penting untuk stabilitas iklim global, keanekaragaman hayati dan kesejahteraan masyarakat yang bergantung pada hutan. Kapal Esperanza berada di Pelabuhan Dumai untuk melakukan protes atas berlangsungnya kerusakan hutan dan lahan gambut di Indonesia oleh perusahaan-perusahaan besar untuk perkebunan kelapa sawit, Pulp and paper dan perkebunan komoditas lainnya.

aktivis-greenpeace-romadon-can-5

Aktivis Greenpeace Romadon Canarisla dari kapal Esperanza memanjat jangkar kapal tangker ‘Gran Cauva’ dan awak kapal menyemprotkan air. Kapal tanker ini membawa 27000metrik ton minyak kelapa mentah untuk tujuan perusahaan Wilmar yang berada di Rotterdam.

greenpeace-di-dumai

HADANG CPO: 12 aktifis Greenpeace mengendarai sejumlah sekoci menghadang sebuah kapal tanker yang akan bertolak dari Pelabuhan Dumai untuk mengekspor CPO, Senin (10/11) kemarin.

greenpeace

10nov08

TURUNKAN AKTIFIS: Seorang petugas Administratur Pelabuhan Dumai berusaha menurunkan seorang aktifis Greenpeace yang mengikat diri di rankai jangka Kapal Gran Couva, Selasa (11/11). Aksi tersebut menyebabkan ekspor CPO ke Belanda tertunda beberapa jam.

Aksi peduli kelestarian lingkungan Greenpeace di Dumai dinilai sudah melanggar hukum. Karena menghalani keberangkatan kapal pengekspor CPO, seorang aktifis diamankan.

Seorang aktifis Greenpeace diamankan pihak berwenang di Pelabuhan Dumai, Selasa (11/11) karena dinilai menghabat keberangkatan kapal Gran Couva yang akan berangkat ke Belanda untuk mengekspor crude palm oil (CPO). Aksi aktifis Greenpeace tersebut sudah berlangsung sejak kemarin. Empat aktifis LSM berskala dunia tersebut secara bergantian mengikat diri di jangkar kapal. Akibat kapal yang sedianya bertolak dari pelabuhan pukul 6.00 WIB tadi tertahan beberapa jam dan baru bisa berangkat setelah pihak Administratur Pelabuhan (Adpel) Dumai mengamankan aktifis Greenpeace.

Aktifis Greenpeace yang diamankan pihak berwenang bernama Adon, seorang mahasiswa sebuah perguruan tinggi di Bogor, Jawab Barat. Juru kampanye hutan wilayah Asia Tenggara Zulfahmi kepada riauterkini, membenarkan adanya pengamanan seorang anggotanya oleh pihak berwenang di perairan Dumai. “Ada satu rekan kita yang diamankan aparat begitu turun dari jangkar,” ujarnya lewat telephon.

Dijelaskan Zulfahmi, sebelum Adon diamankan, terlebih dahulu dilakukan negoisasi antara Adpel Dumai dengan Greenpeace, namun karena negoisasi buntu, akhirnya sekitar pukul 13.00 WIB dilakukan penindaan tegas.

Sementara itu Kepala Adpel Dumai Jansen Simanjuntak kepada wartawan mengatakan, tindakan tegas dilakukan terhadap aktifis Greenpeace karena dinilai telah mengganggu ketertiban. Selain itu, keberadaan kapal Greenpeace bernama lambung Esperanza dan penurunan sejumla perahu karet sama sekali tak berizin dan tanpa pernah berkoordinasi dengan pihak berwenang.

Sampai saat ini Adon masih diperiksa pihak berwenang. Greepeace telah mengantisipasi segala kemungkinan dengan menunjuk Susi sebagai pengacara. “Kami siap mengikuti proses hukum yang berlaku, jika tindakan kami dianggap melanggar hukum,” ujar Zulfahmi.

berita dan foto: http://www.riauterkini.com, http://www.greenpeace.org