Satu atau dua minggu lagi, saya akan menjadi seorang ayah, Insyaallah, jika Allah mengizinkan. Berbagai perasaan yang saya alami saat ini. Bangga hingga cemas. Bangga memiliki anak dan keturunan, cemas apakah akan lahir selamat, normal atau mesti operasi (mudah-mudahan tidak). Saya juga cemas, apakah nanti bisa mendidik dan menyekolahkannya hingga ketingkat yang paling tinggi.

Tapi ada yang membuat saya gusar akhir-akhir ini. Ternyata menentukan sebuah nama bagi anak tidaklah semudah yang dibayangkan. Bagaimana tidak, semenjak sembilan bulan lalu saya memulai merancang nama calon anak, ternyata sampai saat ini masih belum membuahkan hasil. Mulai dari searching di internet, membeli buku, membolak-balik buku-buku di perpustakaan hingga ‘menumpang’ baca di toko buku Gramedia. “Ya, Allah, betapa susahnya menentukan nama anakku. Apakah nanti membesarkannya juga susah?,” ujarku dalam suatu ketika.

Sebenarnya saya tidak begitu menginginkan nama yang rumit, yang penting nama tersebut memiliki makna yang baik dari segi agama, enak dipanggil dan didengar, dan menunjukkan identitasnya sebagai orang Melayu (muslim/muslimah), sedikit beda dengan nama kebanyakan, serta anak saya nanti tidak malu memiliki nama tersebut jika telah besar nanti.

Sebenarnya juga, untuk nama anak laki-laki saya telah mendapatkannya, tinggal mencari satu nama anak perempuan. Jika perkiraan dokter tidak meleset insyaallah anak saya perempuan. Semoga anak saya ini pintar dan cantik seperti ibunya, Raja Qamariyahnur. Dan berani seperti kakeknya buyutnya, dan setiap seperti neneknya. Semoga ananda bisa saya sekolahkan setinggi-tingginya. Insyaallah….