Setiap hari ada satu orang yang meninggal dunia dengan cara bunuh diri di Bali. Penyebabnya, korban tidak mempunyai biaya untuk mengobati penyakitnya.

“Korban bunuh diri rata-rata satu hari satu orang. Kebanyakan orang-orang tua yang tidak mampu mengobati penyakitnya dan putus asa. Ia tidak mau membebani anaknya sehingga gantung diri,” ujar Gubernur Bali I Made Mangku Pastika.

Hal itu disampaikannya dalam acara peletakan batu pertama pembangunan gedung pelayanan jantung terpadu RSUP Sanglah, Denpasar, Bali, Selasa (14/10/2008).

Pastika mengatakan, dengan banyaknya kasus bunuh diri tersebut, Pemrov Bali bertekad untuk memperbanyak pelayanan kesehatan bagi masyarakatnya. Beberapa Puskesmas yang berada di wilayah terdalam menjadi Puskesmas perawatan.

“Kini ada 6.000 kali kunjungan pengobatan gratis di 500 desa di Bali,” katanya.

Menurut Pastika, program yang terakhir ini sama dengan program pada saat kampanye pemilihan gubernur Bali. Pengobatan gratis tersebut dikunjungi oleh 200-300 pasien di suatu tempat di Bali.

Pastika menambahkan kini setiap hari ada 10 unit tim medis yang bergerak ke desa-desa. Di antaranya ada dokter umum, dokter gigi, dan para perawat.

“Mudah-mudahan kalau tahun 2009 tuntas, 2010 tidak ada lagi. Sebab ini akan berhenti kalau tidak ada peminatnya lagi,” tandasnya.(detik.com)