Hubungan pendek mengganggu segalanya. Harapan merekonstruksi Big Bang 14 miliar tahun lalu terpaksa dipendam dulu.

JENEWA — Mesin akselerator terbesar di dunia untuk menumbukkan proton dan merekonstruksi Ledakan Besar (Big Bang) penyusun alam raya 14 miliar tahun lalu ternyata rusak lebih parah daripada yang diduga. Mesin yang sudah melakukan pemanasan dan bahkan telah mengambil ancang-ancang itu akhirnya terpaksa dimatikan kembali untuk paling tidak dua bulan.

James Gillies, juru bicara untuk CERN (Organisasi Riset Nuklir Eropa), mengungkapkan bahwa para ahli sudah menyusuri terowongan sirkular Large Hadron Collider sejauh 27 kilometer yang mengular di dalam tanah, di bawah perbatasan Swiss dan Prancis. Mereka menguji berbagai kemungkinan kerusakan yang membuat mesin senilai US$ 10 miliar itu ngadat hanya 36 jam setelah ia mulai berderap, 10 September lalu.

“Memang, terlalu awal bila mengungkap secara pasti apa yang terjadi. Tapi kelihatannya ini tentang korsleting listrik di antara dua magnet yang menyebabkan aktivitas superkonduksi terhenti, meleleh, hingga akhirnya membimbing ke persoalan mekanis dan bocornya helium,” tutur Gillies.

Untuk bisa memperbaikinya, Gillies menjelaskan, kedua magnet raksasa pendorong partikel harus dihangatkan dulu dari suhu operasionalnya yang sengaja dibuat nyaris nol absolut (1,9 derajat Kelvin atau -271 derajat Celsius). Proses ini jelas membutuhkan waktu. “Sejumlah magnet dinaikkan suhunya sekitar 100 derajat,” kata Gillies. “Kami sedang melakukannya secara hati-hati sebelum kami bisa masuk ke sana dan bekerja memperbaikinya.”

LHC adalah mesin yang didesain secara keroyokan oleh 2.500 fisikawan dari 37 negara dunia di Eropa dan luar Eropa, misalnya Amerika Serikat dan Jepang. Konstruksinya memakan waktu lebih dari dua dekade.

Mesin ini sudah mulai menembakkan proton-protonnya ke sekeliling terowongan dengan kecepatan cahaya sebelum rencananya pada Oktober nanti saling menumbukkannya. Saat itulah yang dinanti-nantikan, apakah pecahannya mampu mengidentifikasi partikel yang dulu tercipta pasca-Big Bang? Secara teori, ledakan mahadahsyat yang terjadi pada 14 miliar tahun itulah yang menciptakan bintang, planet, dan segalanya.

Menurut Gillies, korslet jamak terjadi pada mesin-mesin akselerator partikel. Tapi, kasus kali ini menjadi berbeda karena mesin LHC dibuat dengan sangat rumit dan beroperasi pada suhu nyaris nol absolut–lebih dingin daripada angkasa luar–demi efisiensi maksimumnya.

“Kalau pada akselerator lain, kami hanya memerlukan beberapa hari saja untuk memperbaikinya,” kata Gillies. Tapi karena ini adalah mesin superkonduksi maka Anda harus menunggu proses pemanasan lalu mendinginkannya kembali. “Itu artinya kami memang harus terhenti selama minimal dua bulan.”

Seth Zenz, mahasiswa pascasarjana dari University of California, Amerika Serikat, yang terlibat dalam eksperimen LHC menyatakan harapannya bahwa mesin bisa berderap kembali dalam tingkat energinya yang penuh, tidak jauh dari awal 2009. Menurutnya, itu penting agar dalam jangka panjang programnya tidak terganggu. “Yang terjadi saat ini jelas mengecewakan dan membuat waktu terbuang sia-sia,” katanya. WURAGIL/AP

Pengganggu di Awal Putaran

Kurang dari dua pekan lalu, dunia sudah dibuat berharap pada mesin Large Hadron Collider ini. Akselerator partikel terbesar di dunia itu resmi menembakkan jutaan protonnya yang pertama sebelum ia menjalankan misi secara penuh sebagai instrumen paling powerful yang pernah dibuat untuk menguak rahasia di balik hukum-hukum alam raya.

Dengan garis keliling mesin sejauh 27 kilometer, LHC diharapkan bisa mengeksplorasi validitas dan batasan dari model fisika partikel yang standar. Yang paling khusus, LHC bisa mengidentifikasi boson Higgs, sebuah partikel yang diduga memberi massa kepada partikel lainnya dan secara teoretis disebut “Partikel Ilahi”.

Sayang, sebelum semua itu sampai, mesin terpaksa dihentikan di tengah jalan. Selain soal hubungan pendek, ada dua penyebab lain yang juga diduga bertanggung jawab terhadap kekecewaan para fisikawan ini. Berikut dugaan-dugaan itu dan jawaban yang diberikan oleh tim di CERN.

1. Ulah Peretas
Tidak lama setelah euforia kesuksesan 10 September lalu, kelompok peretas yang menamakan dirinya Greek Security Team berhasil masuk ke dalam sistem komputer yang terkoneksi dengan detektor partikel Compact Muon Solenoid. Beruntung, Gillies mengatakan, komputer yang dibobol itu hanya diprogram untuk kepentingan informasi kepada publik tentang kinerja eksperimen.

Komputer itu terpisah dari komputer pengendali LHC oleh sistem proteksi firewall. “Serangan itu tidak menjamah area yang sensitif,” katanya.

Saat itu, situs CMS sempat lumpuh dan terkirim pesan yang intinya berbunyi bahwa celana para operator LHC sudah dipeloroti. “Syukurlah mereka lebih tertarik untuk mendapatkan perhatian dan menggoda petugas keamanan LHC ketimbang membuat kerusakan sistem,” kata Gillies.
2. Kegagalan Transformer
Hanya sehari setelah peluncuran resmi, CERN mengumumkan bahwa mesin mengalami kegagalan transformasi pada sepekan sebelumnya. Transformer itu rusak ketika ilmuwan menguji penembakan proton untuk arah yang berlawanan dengan jarum jam. Meski begitu, Gillies mengatakan kegagalan itu bukanlah bencana. “Kejadian itu lebih melukiskan kenapa Anda selalu menyiapkan suku cadang,” katanya.
3. Korslet Kabel dan Kebocoran Helium
Gillies mengatakan bahwa LHC memiliki rangkaian 1.600 magnet yang masing-masing sepanjang 15 meter. Dalam pengujian final lalu diduga ada satu di antara sekian banyak koneksi kabel yang saling menghubungkan magnet-magnet yang korslet itu. Hubungan pendek arus listrik itu menyebabkan kebocoran helium cair yang berfungsi sebagai pendingin. Sebanyak satu ton helium cair sempat menyusup ke dalam tunnel sirkular yang segera diatasi oleh petugas pemadam kebakaran.

POPULARMECHANICS

Large Hadron Collider

ALICE
Mempelajari quark-gluon plasma, sebuah bentuk zat yang diyakini ada 20-25 detik setelah Ledakan Besar terjadi di jagat raya, 14 miliar tahun lalu.
Tim peneliti: lebih dari 1.000

ATLAS
Akan meneliti boson Higgs, partikel sub-atomik yang masih sulit dipahami tapi diyakini memberi bobot atau massa terhadap segala sesuatu. Boson Higgs juga diyakini sebagai partikel kunci yang bisa mengaitkan elektromagnetik serta gaya nuklir kuat dan lemah dari model standar dengan gravitasi.
Tim peneliti: lebih dari 1.700

CMS-Compact Muon Solenoid
Bermodalkan medan magnetik yang 100 ribu kali lebih kuat daripada yang dimiliki Bumi, di titik ini akan dilakukan penelitian kemungkinan adanya partikel-partikel baru yang terbentuk pasca-Big Bang.
Tim peneliti: lebih dari 2.000

LHCb
Akan mempelajari partikel-partikel yang selama ini disebut dengan meson B. Sebanyak 650 anggota tim peneliti di titik ini juga akan mencari perbedaan antara zat dan antizat.

JEJAK PARTIKEL
Akan mengungkap massa, ukuran, serta interaksi partikel dan perannya dalam model yang standar. Setiap detiknya nanti, sekitar 600 juta benturan proton akan terjadi.

Sumber: Koran Tempo