Akhir-akhir ini telinga kita diakrabkan dengan kata-kata Melamine setelah ditemukannya produk-produk makanan asal China, terutama makanan yang mengandung susu yang telah tercampur Melamin.

Delapan negara di Asia melarang produk turunan susu China terkait skandal susu bermelamin. Satu dari delapan negara itu adalah Filipina. Sementara itu, di seluruh negara Asia, orang tua yang khawatir langsung membawa anak mereka ke rumah sakit untuk menjalani uji kesehatan.

Filipina merupakan negara terakhir yang melarang semua produk turunan susu dari China yang telah menewaskan empat anak dan mengakibatkan puluhan ribu anak sakit. Sebelumnya Singapura, Taiwan, Brunei Darussalam, Hongkong dan Vietnam telah melarang dan menarik semua produk susu China dari peredaran.

Meski demikian, ketakutan terbesar dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) adalah penyeludupan dari produk-produk tersebut. WHO menilai produk selundupan lebih berpotensi mengandung melamine dibandingkan produk-produk yang masuk secara resmi. Melamine adalah bahan untuk membuat plastik dan pupuk.

Zat ini ditemukan dalam susu formula untuk bayi dan beberapa produk susu lainnya dari 22 perusahaan China. Meski merusak ginjal, nitrogen sebenarnya mengandung kadar protein cukup tinggi.

Melamine adalah bahan beracun yang digunakan untuk membuat plastik dan pupuk.

Kandungan kimia pada susu terkontaminasi dengan bahan plastic dan sejenis pupuk dapat menyebabkan pengerasan ginjal yang akhirnya akan menyebabkan korban menderita gagal ginjal.

Melamine mengandung kadar nitrogen cukup tinggi dan mampu menyamarkan produk sehingga nampak mempunyai kadar protein lebih tinggi. Tujuan ini adalah para suplayer berupaya mengurangi biaya dengan menambahkan melamine ke dalam susu olahan untuk menutupi kekurangan akan kadar protein.

Melamine, bahan kimia yang biasa digunakan untuk membuat plastik dapat menyebabkan batu ginjal bahkan gagal ginjal akut.

foto: Tempo Interaktif