JAKARTA- Operator Telkomsel akan dipanggil regulator terkait program promosinya yang konon merugikan pelanggan layanan selulernya hingga puluhan miliar rupiah. Ada apa gerangan? Selasa (23/9) hari ini, Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) akan memanggil Telkomsel dan Indonesia Telecommunication Users Group (Idtug). Pemanggilan ini berkat pengaduan dari Idtug tentang program promosi Simpati Talkmania milik Telkomsel. Simpati Talkmania adalah program promosi tarif murah selama 1,5 jam dengan biaya Rp 2000 untuk panggilan ke sesama pengguna Telkomsel mulai pukul 00.00 – 18.00 WIB. Untuk bisa menikmati layanan ini pelanggan diwajibkan mendaftarkan nomornya terlebih dulu melalui pesan singkat atau SMS ke nomor tertentu dengan tarif pendaftaran sebesar Rp 2000.

Nah, program ini kemudian disinyalir merugikan pelanggan hingga puluhan miliar pada saat jaringan Telkomsel bermasalah, Kamis (18/9). Akibatnya, para pelanggan yang menggunakan program Talkmania saat itu harus mendaftar lagi untuk terus melanjutkan rentang waktu promosi yang belum selesai. Pendaftaran ulang ini dianggap Idtug tidak adil mengingat kesalahan bukan dilakukan oleh pelanggan, melainkan Telkomsel. “Besok, mereka akan kami panggil untuk melakukan klarifikasi masalah ini. Jika dari hasil klarifikasi Telkomsel terbukti bersalah sesuai pengaduan Idtug, kemungkinan akan diberikan sanksi,” jelas anggota BRTI Heru Sutadi ketika dihubungi, Senin (22/9)

Selain mengadukan hal ini pada BRTI dan Ditjen Postel, Idtug sendiri telah mengirimkan surat keberatan resmi ke Telkomsel pada hari kejadian untuk meminta klarifikasi masalah tersebut. Surat tersebut ditujukan langsung kepada Dirut Kiskenda Suriahardja.

Dua Kerugian
Dalam suratnya yang juga ditembuskan ke sejumlah media massa, Idtug menyebutkan ada dua kerugian yang diderita pelanggan Simpati akibat gangguan yang terjadi pada jaringan Telkomsel, yakni biaya berlangganan ulang dan kerugian pulsa. Sekjen Idtug Muhammad Jumadi berasumsi, jika ada 10 juta pelanggan Simpati yang mendaftar ulang maka ada Rp 20 miliar uang pelanggan yang dikeruk Telkomsel. Sementara untuk kerugian pulsa diperkirakan bisa mencapai Rp 150 miliar akibat kerusakan jaringan selama empat jam tersebut. Jumlah pelanggan Simpati sendiri telah mencapai 65% dari 58 juta pelanggan Telkomsel.

Melihat tingginya angka kerugian pelanggan, Idtug meminta Telkomsel menghapuskan biaya berlangganan ulang pada saat jaringan Telkomsel mengalami gangguan, mengembalikan kerugian pulsa atau memberikan kompensasi kerugian setara dengan kerugian. Berikutnya meminta Telkomsel membayar denda sesuai aturan kualitas layanan dan memasang iklan minta maaf di media massa nasional. “Di masa datang kami meminta Telkomsel membangun sistem jaringan yang handal dan membuat program promosi yang rasional sesuai kemampuan infrastruktur,” tandas Jumadi.

Ketika dikonfirmasi, pihak Telkomsel sendiri mengaku belum tahu masalah ini. “Oh ya, aku baru tahu, tuh,” kata Communication Manager Telkomsel, Suryo Hadiyanto. (dtc)