Sungai Kampar sesuai dengan namanya mengalir membelah kabupaten Kampar, Riau (sebelum dipecah menjadi tiga provinsi pada tahun 2000, yakni Kampar, Rokan Hulu dan Pelalawan).

Sungai Kampar berhulu dari Pangkalan Koto Baru, Sumatera Barat. Semakin ke hilir, badan sungai dan volume airnya semakin membesar karena ditambah dengan berbagai anak sungai lainnya. Sungai ini bermuara di Kabupaten Pelalawan dan juga dikenal dengan gelombang Bono-nya.

Bono adalah gelombang tinggi yang diakibatkan pertemuan air sungai dengan air laut. Bono biasanya terjadi pada saat pasang, sehingga air yang berasal dari sungai, tertekan oleh air laut. Ditambah lagi dengan dangkalnya muara mengakibatkan gelombang yang tercipta semakin tinggi.

Berbeda dengan Sungai Siak, Sungai Kampar memiliki muara yang dangkal sehingga kapal-kapal ukuran besar tidak dapat melayari sungai tersebut. Bandingkan dengan Sungai Siak yang dapat dilalui oleh kapal tanker hingga ke Pekanbaru.

Sungai Kampar merupakan salah satu sungai yang penting bagi Riau. Di sini dibangun PLTA yang mempunyai daya 114 MW. Tepatnya di daerah Koto Panjang. Listrik yang dihasilkan kemudian dialirkan ke provinsi Riau dan Sumatera Barat.

Beberapa daerah atau penting yang dilalui Sungai Kampar ini adalah Bangkinang (Ibukota Kabupaten Kampar), Taratak Buluh, Buluh Cina dan Pangkalan Kerinci yang merupakan Ibukota Kabupaten Pelalawan.