PEKANBARU-Br Simamora, pedagang sayur dan cabe di Pasar Pusat H Agussalim senin pagi (22/9) kepada Riauterkini menyatakan bahwa ia belum ikut nyoblos di daerahnya tinggal. Sebab sejak dini hari tadi, ia sudah disibukkan dengan berdagang di pasar pusat Jl H Agussalim.

“Manalah sempat pak ikut nyoblos. Subuh kami sudah jualan. Kalau ikut nyoblos, jam berapa kami bisa dagang. Bisa-bisa tak dapat rejeki pula kami,” ungkapnya.

Disinggung mengenai pemilihan gubernur Riau yang dilangsungkan hari ini hingga pukul 13.00 wib, Br Simamora mengatakan bahwa bukannya mereka tidak mau ikut nyoblos untuk memilih gubernur yang baru, tetapi tentunya mereka mendahulukan mencari rejeki untuk makan keluarga lebih dahulu. “Nanti kalau dagangan kita sudah laris, kita akan datang untuk ikut nyoblos,” tambahnya.

Pantauan Riauterkini di beberapa pasar tradisional seperti pasar pusat Jl H Agussalim, pasar Kodim dan pasar Sail, banyak pedagang yang memang jarinya belum tercelup tinta pemilihan kepala daerah. Bertanda masih banyak pedagang yang belum melaksanakan haknya untuk memilih pimpinan daerahnya.

Hal itu diakui oleh Ketua TPS 01 Kelurahan Kota Baru Kecamatan Pekanbaru Kota Kotamadya Pekanbaru, Hariani yang berlokasi hanya 50 meter dari Pasar Kodim. Menurutnya kepada Riauterkini senin (22/9) TPS yang dipimpinnya itu memiliki 390 pemilih kendati ia mengaku tidak mengetahui berapa persen jumlah pedagang yang termasuk dalam pemilih di TPS-nya.

“Saya tidak tahu berapa jumlah pedagang yang masuk dalam jumlah pemilih di TPS kami. Namun sejak pagi tadi, baru sekitar 3 pedagang saja yang ikut memilih. Kita berharap para pedagang di pasar Kodim ikut ambil bagian di pilgubri saat ini,” imbaunya, seperti dilansir riauterkini.com.

Hal senada dikatakan Tatat Effendy. Ketua TPS 02 di kelurahan Kotabaru Kecamatan Pekanbaru Kota Kotamadya Pekanbaru ini mengatakan sedikitnya 10 pedagang pasar yang sudah ikut memilih di TPS-nya. Menurutnya, TPS yang dipimpinnya itu memiliki 297 pemilih.

“Jumlah pedagang di pasar belum tentu warga di sekitar pasar. Bisa jadi mereka warga Rumbai, Arengka, Simpangtiga atai Sukajadi. Jadi ada kemungkinan mereka terdaftar sebagai pemilih dalam Pilgubri 2008 ini di wilayah tempat tinggalnya dan tidak memilih di TPS kami,” katanya.*