Ketika saya membaca tulisan pendek milik http://asruldinazis.wordpress.com yang berjudul “wartawan itu tanpa perasaan yah?” saya sedih dan gundah. Profesi baik kami yang memiliki tanggung jawab moral yang besar terhadap masyarakat luas, ternyata masih banyak yang belum memahaminya.

Dalam pikiran saya, pemilik blog ini tidak memahami seperti apa tugas dan resiko seorang jurnalis. Serta, maaf, hanya mencari sensasi dan menaikkan jumlah pengunjung di bloognya.

Sering saya katakan, wartawan juga manusia, juga memiliki hati nurani. Terkait dengan tragedi Pasuruan-‘pembunuhan massal oleh seorang dermawan,’- tentu tidak akan diketahui oleh seluruh rakyat Indonesia jika tidak disiarkan dan diinformasikan oleh wartawan. Media massa itu memiliki 3 fungsi dasar, yaitu informasi, pendidikan dan hiburan.

Lalu kenapa tidak menolong korban-korban? kita tidak tahu apa yang terjadi saat itu. Bisa jadi wartawan juga menolong korban atau tidak sama sekali, wallahualam. Memang disaat melakukan peliputan, seperti perang, demonstrasi, bencana alam, wartawan dihadapkan dengan dilema-dilema. Terkadang dia melalaikan dirinya demi sebuah informasi yang berguna bagi orang banyak.

Coba bayankan, jika wartawan tidak mensiarkan tragedi Pasuruan, bencana Tsunami, Gempa Yogyakarta, penyerbuan AS ke Irak dll, apa khalayak ramai mengetahui? mungkin mengetahui, tapi tidak banyak.

Wartawan tersebut ibarat seorang dokter. Jika dokter mampu menyelamatkan pasien (tentu atas bantuan Allah) maka ia akan dibanggakan oleh keluarga pasien. Akan tetapi jika ia salah dalam bekerja atau gagal menyelamatkan nyawa pasien, maka ia akan menjadi bulan-bulanan keluarga pasien.

Kita selama ini selalu menghujat polisi karena kelakukan beberapa orang oknum di lapangan, akan tetapi kita tidak menyadari bahwa kita juga membutuhkan keamaan dan butuh polisi. begitu juga sebaliknya. Semua orang menghujat wartawan karena terlihat ‘asik’ dengan diri sendiri ketika peliputan, akan tetapi yakinlah, semua orang butuh wartawan.

Kepada Aruldin Azis, pemilik blog  http://asruldinazis.wordpress.com, cobalah berpikir seobjektif mungkin. Kecuali anda tidak mau memahami tugas dan tanggung jawab jurnalis, atau kecuali anda hanya mencari sensasi untuk menaikkan nama blog anda.