Insiden pembagian zakat yang menewaskan 21 orang disebabkan banyak pihak. Salah satunya, saat ini banyak tokoh cenderung ingin dianggap sebagai dermawan.

Hal itu diungkapkan oleh sosiolog Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Prof Dr Susetiawan kepada wartawan di kantor Bulaksumur Yogyakarta, Selasa (16/9/2008).

“Gaya bagi-bagi ini sudah masuk ke fenomena politik. Kasus Syaikon hanya salah satunya saja. Banyak tokoh yang melakukan cara seperti itu agar dianggap peduli dan dermawan terhadap rakyat,” kata Susetiawan.

Di sisi lain, sambung Susetiawan, insiden tersebut juga sebagai indikasi lunturnya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga amil zakat. Masyarakat memilih membagi-bagikan zakatnya sendiri meski akhirnya berujung fatal.

“Kasus Pasuruan itu bisa juga buah dari ketidakpercayaan kepada penyelenggara zakat. Sebab lembaga amil zakat mengalami krisis kepercayaan dari masyarakat. Sehingga sebagian masyarakat memilih membagikan sendiri,” ungkap Susetiawan.(dtc)