Pemanasan global sebagai hasil dari pembukaan kawasan tutupan hutan dan pembakaran hutan dan lahan berdampak kepada mencairnya gunung es. Untuk itu jeda tebang dan stop karhutla perlu disegerakan.

Seperti yang dilansir AFP tentang Laporan Program Lingkungan PBB (United Nations Environment Programme/UNEP) menyebutkan, meskipun secara alamiah penyusutan sungai es memang terjadi, namun tren yang terjadi sekarang berbeda.

Laporan tersebut juga mencatat bahwa trend penyusutan sungai es yang terjadi sekarang bersifat mendunia dan cepat, bahkan mengalami percepatan. Ini akan mengakibatkan banyak pegunungan di dunia kehilangan sungai es pada akhir abad 21.

Menangapi hal itu, staf bidang komunikasi WWF Riau, Afdal Mahyudin kepada Riauterkini selasa (2/9) mengatakan bahwa penyebab utama mencairnya gunung es dan gletser di kutub utara dan selatan disebabkan oleh terjadinya pemanasan gloibal. Selain tinginya industrialisasi dan pembakaran hutan dan lahan yang membolongi ozone, pemanasan global juga dipicu oleh pembalakan liar dan pembukaan kawasan tutupan hutan secara komprehensive dan tidak berwawasan lingkungan.

“Indonesia menjadi sorotan dunia sebagai salah satu negara pemicu pemanasan global yang menjadi penyebab utama pencairan gunung es dan gletser. Untuk itu sebelum terlambat, konsep jeda tebang dan stop karhutla perlu disegerakan. Terutama di kawasan lindung gambut,” terangnya.

Menurutnya, pekan lalu dirinya sempat melakukan investigasi di kawasan HPH dan HTI PT CSS dan BBSI di perbatasan Riau-Jambi. Di daerah Ponti Anai, tidak jauh dari Simpang Lubuk Kandis terlihat masih ada kawasan yang terbakar dan bekas-bekas kebakaran hutan dan lahan.

Untuk itu, menurutnya pemerintah perlu secara tegas melaksanakan perlindungan terhadap hutan Riau yang semakin lama semakin sedikit. Untuk itu, perlu ada aksi terhadap penerapan aturan baku yang bisa menjadi dasar pencegahan terjadinya karhutla dan pembukaan kawasan tutupan hutan Riau. terutama kawasan lindung gambut.

foto: abdulmajid99.files.wordpress.com/

berita: http://www.riauterkini.com