Umat muslim sangat menunggu datangnya malam lailatul qadar, terutama di sepuluh hari terakhir Ramadan. Tapi ada yang unik, di Riau, malam laitul qadar justru dimanfaatkan muda-mudi untuk pernikahan mereka. Mantap!

Kaum muslimin meyakini malam lailatul qadar memiliki arti khusus dan istimewa. Malam lailatul qadar disebutkan akan turun 10 hari di akhir Ramadan, tepatnya di malam ganjil. Lantas sebagian masyarakat muslim, khususnya, di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau meyakini malam laitaul qadar jatuh pada 21 Ramadan.

“Memang tidak ada yang berani memastikan kapan datangnya malam lailatul qadar itu. Tapi dari dulu sebagian masyarakat di Inhil meyakini lailatul qadar jatuh 21 Ramadan. Karenanya malam lailatul qadar sangat dinanti-nantikan semua orang Islam,” kata Dani M Noer, anggota DPRD Inhil dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (4/10/2007).

Menurut M Noer dari Fraksi PKB itu sebagian warga di Inhil, menjadi malam lailatul qadar sebagai momen penting untuk hari pernikahan. Fenomena ini sampai sekarang masih ada yang melakoninya untuk menikah di malam lailatul qadar.

“Sebagian muda-mudi di daerah kami mengharapkan pernikahan mereka di malam lailatul qadar itu. Tingginya animo masyarakat menikah pada malam 21 Ramadan sangat dipengaruhi keyakinan bahwa menikah saat malam lailatul qadar itu pasti akan penuh berkah dan rahmat dari Allah SWT,” M Noer.

Menurut dia, data yang diterima dari Kantor Urusan Agama Tembilahan ibukota Inhil, malam laitaul qadar 21 Ramadan 1428 H beberapa hari yang lalu, ada 24 pasangan yang telah dinikahkan di malam lalatul qadar.

“Kebiasaan menikah di malam lailatul kodar ini sudah menjadi tradisi sejak ratusan tahun silam. Karena malam itu dianggap malam yang paling memiliki ramhad dan hidayah dari Allah dibanding malam-malam lainnya. Karena itulah, malam penuh rahmad dijadikan hari pernikahan muda-muda untuk mendaparkan berkah dari Allah,” terang M Noer.

Jadi, menurut M Noer, pernikahan dimalam laitul kadar ini bisa berlangsung di KAU dan juga di rumah calon pengantin. Jadi jangan heran, kalau dimalam laitul qadar kantor KUA di Tembilahan tetap melayani proses penikahan malam hari. Proses pernikahan juga akan dilayani ke rumah calon pengantin.

“Untuk mendukung semua itu, Pemda Inhil memberikan kendaraan operasional bagi petugas KUA. Kendaraan yang diberikan itu untuk melayani kepada masyarakat. Jadi kalau KAU diminta untuk menikahkan malam hari ke rumah calon pengantin, mereka siap melaksanakan jalannya pernikahan dengan menggunakan mobil operasional tadi,” terang M Noer.(cha/asy)