Siapapun yang mendengar rekaman yang diduga mirip pembicaraan yang terekam dalam black box pesawat Boeing 737-400 PK-KI 574 milik AdamAir yang hilang di perairan Majene Sulawesi Barat 1 Januari 2007, pasti merinding. Ternyata tidak mudah untuk menjalankan tugas penerbangan dengan kondisi pesawat yang ‘amburadul’.

Dalam beberapa hari ini rekaman yang mesti dirahasiakan tersebut telah beredar secara luas di internet, bahkan berulangkali diputar di beberapa televisi nasional. Di beberapa media massa pun kita mendengar bahwa bagaimana sedihnya keluarga korban, terutama pilot dan co pilot, ketika mendengar suara keluarganya menjerit-jerit dan mengucapkan kalimat Allahu Akbar, beberapa detik sebelum meninggal.

Senin (4/8) tadi, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) melalui Ketuanya Tatang Kurniadi, menegaskan kembali bahwa rekaman tersebut merupakan rekaman palsu yang sengaja dibuat oleh orang-orang yang tidak bertanggung-jawab.

Walaupun demikian, masyarakat luas telah terlanjur percaya bahwa rekaman tersebut merupakan rekaman asli yang diduga dibocorkan oleh ‘orang dalam’.

Sementara itu seperti dilansir detik.com, Senin (4/8) KNKT sedang menyelidiki otak di balik penyebaran rekaman Cockpit Voice Recorder (CVR) pesawat AdamAir 574. Ada dugaan, percakapan ini bocor pada acara pelatihan jurnalis mengenai tata cara investigasi yang diadakan KNKT.

“Ada kemungkinan bocornya ke arah situ (dalam pelatihan wartawan),” kata pengamat penerbangan Dudi Sudibyo. Dudi mengaku dirinya memang tidak hadir pada acara itu. Namun, menurut Dudi, salah seorang peserta pelatihan menceritakan hal itu kepada dirinya.

Peserta tersebut menanyakan apakah Dudi mengetahui mengenai percakapan pesawat AdamAir. Peserta ini pun mengaku telah mendengarkannya pada saat pelatihan. “Mungkin saja waktu itu karena desakan wartawan yang ingin mendengar suara cockpit,” jelasnya.

Kalaupun benar, Dudi merasa aneh dengan memilih suara AdamAir sebagai contoh untuk diperdengarkan. Baginya, masih banyak kasus lain yang dapat dijadikan contoh. Dudi mengaku kaget mendengar pengakuan itu. Menurutnya, isi percakapan itu sangatlah rahasia dan bukan untuk disebarluaskan.

“Hanya orang-orang tertentu yang bisa mendengarkan, salah satunya Frans Wenas (Ketua SubKomite Udara KNKT), anggotanya juga ada. Untuk mendengar harus pake password untuk membuka,” tambah Dudi.

Dugaan Dudi percakapan ini bocor pada saat diperdengarkan di pelatihan semakin besar, setelah dia mendengar sendiri adanya suara percakapan-percakapan dalam rekaman itu. Dudi yakin, suara itu bukanlah percakapan antara AdamAir dengan Air Traffic Control (ATC) maupun pesawat lain yang sedang melintas di dekat pesawat AdamAir.

“Saya tahu suara ATC dan pesawat lain. Ada suara. Ada seseorang yang bicara. Ada background orang, bukan suara crew (pesawat),” kata Dudi. Karena itu Dudi menilai rekaman itu tidak begitu jernih. Ketika didesak di bagian mana yang menggambarkan adanya percakapan itu, Dudi menjawab “Saya lupa,”.

Meski keyakinan ke arah situ kuat, Dudi menyarankan agar rekaman yang beredar itu diteliti melalui laboratorium agar jelas semuanya. “Apapun itu, rekaman sudah bocor. Keluarnya rekaman itu tanpa izin dari KNKT adalah tindakan kejahatan,” tandas dia.

Yang menjadi pertanyaan adalah, apakah KNKT sanggup mencari biang yang menyebarkan rekaman tersebut? Kita tantang…