Orang melayu dapat dipahami sebagai masyarakat yang mendiami pesisir Timur Sumatra. Orang-orang melayu yang mendiami pantai Timur Sumatra menurut dugaan ahli arkeologi dan ahli sejarah termasuk kelompok Deutro-Melyu yang datang ke Riau sekitar abad ke tiga dan ke empat sebelum Masuhi sedangkan kelopok Proto Melayu datang lebih Kurang pada 2500 tahun sebelum masihi.

Orang-orang melayu berabad-abad telah bermukim di pesisir Sumatra bagian tengah dengan memeluk kepercayaan nenek moyang secara turun temurun yakni kepercayaan animisme dan dinamisme dan terdapat sebagaian yang memeluk Agama Hindu Akan tetapi setelah Islam datang, maka orang-orang Melayu terpengaruh dengan Islam, sehingga orang-orang Melayu banyak memeluk Islam. Setelah orang Melayu dipengaruhi oleh Islam, maka pandangan oran-orang Melayu dipengaruhi oleh sistem nilai Islam.

Sistem nilai Islam telah mempengaruhi pandangan hidup orang Melayu yang bermukim di pesisr pantai Timur dan nbagian tengah Sumatra, termasuk yang bermukim di Kabupaten Kabupaten. Atas dasar ini timbul suatu statmen “Melayu Identik dengan Islam”, hal ini merupakan suatu proses enkulturasi. Dimana institusi kemaharajaan Melayu- Islam memegamg peranan yang teramat penting dalam proses enkulturasi yang sedang terjadi di dalam kehidupan orang Melayu pesisir pantai Timur dan tengah pulau Sumatra. Institusi kemaharajaan Melayu yang meletakkan konstruksi dan sistem nilai Islam telah mampu mengikis sistem Melayu lama yang merupakan keyakinan animisme, dinamisme dan animisme-Hindusme ke dalam sistem nilai Melayu yang dipengaruhi oleh nilai –nilai dan budaya Islam.

Orang-orang melayu telah mampu meletakan Islam di atas tradisi dan adat, ini memberikan gambaran struktur kehidupan orang Melayu telah berubah dari tradisi melayu lama kepada melayu bertradisi Islam. Dalan situsi demikian para Ulama mempunyai kedudukan lebih tinggi dari kedudukan raja, pemerintah dan pemuka adat, dukun dan pemuka adat. Para Ulama dalam sejarah kejayaan Melayu telah mampu memainkan peranannya sebagai pembuat kebijakan,hukum, ekonomi, budaya dan seni. Sehingga seluruh kehidupan orang Melayu selalu berpegang kepada syari’at Islam.