KABUPATEN Kampar yang terdiri dari 20 kecamatan dan 210 desa, pada hakekatnya kaya akan berbagai potensial alamnya yang dapat dikembangkan di masa yang alam datang. Dari berbagai potensi yang dimilki Kabupaten Kampar tersebut masih banyak yang belum tergali secara maksimal dan optimal oleh pemerintah daerah, katakanlah salah satunya Waduk Tulomang yang sering disebut dengan sebutan Ompang Uwai.

Ompang Uwai termasuk salah satu kawasan parawisata baru yang sangat indah jika dikembangkan oleh Pemkab Kampar. Apalagi kawasan Ompang Uwai ini selain sebagai kawasan hijau penyanggah air di Kecamatan Bangkinang Seberang, Ompang Uwai juga sebagai urat nadi sektor perkebunan dan pertanian masyarakat tempatan, karena dialiri 99 anak sungai Tulomang yang terletak di Keluarahan Pulau Kecamatan Bangkinang Seberang.

Waduk ini memiliki luas danau dengan hamparan yang membentang bak angka delapan bengkok tersebut, seluas lebih kurang 20 Ha yang bermuara ke Sungai Kampar melalui aliran sungai Uwai yang berada di hilir waduk tersebut.

Sebagai potensi yang dimilki Waduk Tulomang tersebut dintaranya, air sungai yang sangat jernih dan tak pernah kering walaupun kawasan terebut dilanda musim kemarau panjang, Waduk ini sangat berpotensi dimanfaatkan untuk penyaluran air bersih di Kabupaten Kampar, karena jauh dari sumber pencemaran lingkugan.

Selain itu waduk ini sangat potensial sebagi kawasan pengembangan budidaya ikan air tawar dan sentra produksi ikan terbesar di Sumatera yang direncanakan Pemkab Kampar saat ini. Sebagai cvatatan, jika dijadikanya kawasan ini sebagai kawasan agrobisnis dalam sektor perikanan, adalah selain dari potensi danaunya sendiri yang belum tersentuh oleh pencemaran lingkungan, juga dapat dilihat dari keberhasilan para petani tempatan yang sudah melakukan budidaya ikan air tawar, yang berada dialiran hilir waduk tersebut sebagai penopang ekonomi masyarakat tempatan.

Selain itu waduk ini tanpa henti telah mengaliri ratusan hektar lahan pertanian masyarakat Kecamatan Bangkinang, yang saat ini juga merupakan Kawasan Pertanian (Persawahan) yang telah ditetapkan Pemkab Kampar sebagai daerah sentra produksi padi unggulan Kampar, bahkan dijadikan sebagai kawasan pertanian percontohan tekhnologi Taiwan yang mampu menghasilkan Produksi Padi sebanyak 9 Ton/Ha.

Waduk Tulomang ini juga merupakan salah satu waduk tertua di Kabupaten Kampar dan memiliki historis yang panjang, karena dibendung ini dibangun oleh Pemerintahan Kerajaan Kolonial Belanda pada 1842 Masehi silam. Sehingga selain memiliki potensial bak mutiara yang masih terpendam dan belum diberdayakan, waduk ini juga meninggalkan cerita sejarah pertanian masa penjajahan belanda di kawasan tersebut dan sangat cocok dijadikan salah satunya kawasan objek wisata sejarah di Kabupaten Kampar.

Tak kalah menariknya, waduk Tulomang ini juga sangat bagus dikembangkan sebagi Objek wisata Budaya, katakanlah Tradisi Ma’awuo yang digelar satu kali lima tahun oleh masyarakat sekitarnya. Apalagi secara adat dan budaya masyarakatnya secara beraturan hanya melakukan kegiatan rutinitas panen ikan massal, hanya setiap lima tahun sekali yang dikenal masyarakat tempatan dengan istilah Ma’awuo Ikan.

Menariknya kegiatan ma’awuo ini sangat menarik disaksikan apalagi ikut secara langsung penanan ikannya. Hal ini karena kegiatan tersebut sangat ramai bak lautan manusia secara bersama menangkap ikan sambil bersenda gurau dan sahut-sahutan jika mereka mendapat tangkapan ikannya.

Tak heran kegiatan lima tahun sekali ini sangat ramai diikuti oleh masyarakat Bangkinang seberang, masyarakat Bangkinang, Salo dan Bangkinang Barat sebagai ajang panen ikan bersama. Apalagi waduk tersebut sangat kaya dengan potensial ikan yang terjaga kelestariannya dari upaya perusakan lingkungan.

Selain itu kawasan waduk ini sangat potensial untuk dimasukan ke dalam kelender wisata Kabupaten Kampar untuk dilaksanakannya berbagai even-even wisata, baik Ma’awuo maupun kegiatan lainnya seperti lomba pacu sampan, sebagaimana yang dilaksanakan pacu sampan Ompang Uwai oleh pemuda tempatan bekerja sama dengan Dinas Perhubungan Pemkab Kampar belum lama ini.

Karena keindahan dan potensial kawasan waduk ini tak dimilki daerah lainnya, akhirnya Pemkab Kampar sudah menjadikan agenda Pacu sampan Ompang uwai masuk kelender wisata Kabupaten Kampar. Hendaknya, ini juga diharapkan dapat dimasukan kelender wisata Kampar, jika perlu agenda wisata Provinsi Riau. Hal ini sangat didukung dengan adanya akses jalan menuju waduk tersebut sudah terbuka dan ditambah jalan menuju kawasan bendungan dihiasi hijaunya kawasan pertanian masyarakat sepanjang jalan menuju Waduk Tulomang tersebut.

Hanya saja tinggal Pemerintah Kabupaten Kampar apakah Waduk Tulomang yang kaya seribu macam potensial tersebut mampu dikembangkan sebagai potensi daerah yang dapat meningkatankan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Kampar, semuanya diserahkan kepada Pemkab untuk mempromosikan dan menginformasikan kepada masyarakat luar terutama investor, agar kawasan ini dapat dikembangkan sebagai salah satu kawasan wisata yang potensial daerah Kabupaten Kampar. (www.riautribune.com)