SETELAH dihujat, dicerca, dan diprotes masyarakat Riau atas keberangkatan anggota DPRD Riau ke Luar Negeri, akhirnya Ketua DPRD Riau menyatakan tidak akan ada agenda “melancong” ke Luar Negeri lagi. Apapun bentuknya. Penyesalan bentuk apakah ini, anggota Dewan?

Akan tetapi tobat ini dinilai terlambat. Pernyataan yang disampaikan Ketua DPRD Riau drh Chaidir MM, keluar setelah hampir semua dari mereka melakukan kunjungan ke Luar Negeri. Memang ada kata orang bijak lebih baik tobat yang terlambat dari pada tidak tobat sama sekali. Akan tetapi tidak semudah itu untuk membenarkan hal tersebut. Seharusnya anggota dewan jauh-jauh hari berjanji tidak akan menyakiti hati rakyat.

Beberapa hari lalu, 5 orang anggota DPRD berangkat ke Eropa. Katanya untuk melihat pameran. Hanya pameran. Masing-masing dari mereka dibekali dana rakyat sebesar Rp44 juta.

Seminggu sebelumnya 5 anggota DPRD juga berangkat ke Mesir. Katanya untuk memenuhi undangan mahasiswa Riau di Mesir. Ternyata hal itu dikabarkan tidak benar. Pasalnya mahasiswa Riau di Mesir tidak pernah mengundang anggota DPRD di Riau untuk datang ke Mesir. Tetapi yang mengundang hanyalah Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di Mesir yang tidak ada relevansinya dengan pembangunan Riau. Yang anehnya lagi, ternyata dari lima hanya tiga orang yang hadir dalam acara PMII itu. Selebihnya hanya nginap di hotel dengan alasan tidak sehat.

Seperti yang diberitakan beberapa koran lokal di Riau hari ini, Chaidir berjanji tidak akan ada lagi anggota DPRD yang berangkat ke Luar Negeri. Dengan demikian seluruh anggaran yang telah diajukan akan dialihkan dan dimasukkan ke kas daerah.

Untuk apa lagi anggota DPRD periode 2004-2009 berjanji tidak akan ke Luar Negeri. Bukankah kunjungan ke Eropa kemarin keberangkatan yang terakhir?. Pasalnya dalam waktu yang tidak akan lama lagi mereka-mereka ini akan digantikan oleh anggota baru-jika tidak terpilih- pada Pemili Legislatif 2009 mendatang.

Sungguh itu hanya janji-janji manis yang berbau politis. Sungguh terlambat.