Di lantai dua sebuah pondok pesantren, belasan santri menulis huruf Arab kecil-kecil di bawah setiap kata yang tertera dalam kitab kuning. Sesekali mereka tertinggal satu sampai dua kata saat membubuhkan makna harfiah lantaran cepatnya bacaan sang kiai yang memimpin pengajian subuh itu.
Sepintas lalu huruf Arab berukuran kecil yang dituliskan para santri di sela-sela dan di bawah kata-kata dalam kitab kuning itu berupa kode untuk melambangkan kedudukannya sesuai dengan Tata Bahasa Arab.
Namun ada juga huruf Arab yang ditulis dengan tinta Cina bermata kecil itu adalah Bahasa Jawa atau biasa disebut dengan Huruf Pegon (Bahasa Jawa yang ditulis dengan huruf Arab). (lagi…)



