PROKLAMASI
Berdirinja NEGARA ISLAM INDONESIA
Bismillahirrahmanirrahim Asjhadoe anla ilaha illallah wa asjhadoe anna Moehammadar Rasoeloellah
Kami, Oemmat Islam Bangsa Indonesia MENJATAKAN:
Berdirinja ,,NEGARA ISLAM INDONESIA”
Maka hoekoem jang berlakoe atas Negara Islam Indonesia itoe, ialah: HOEKOEM ISLAM
Allahoe Akbar! Allahoe Akbar! Allahoe Akbar!Atas nama Oemmat Islam Bangsa Indonesia
Imam NEGARA ISLAM INDONESIA
Ttd
(S M KARTOSOEWIRJO)
MADINAH-INDONESIA, 12 Sjawal 1368 / 7 Agoestoes 1949
22 Oktober 2008
Teks Proklamasi NII
Posted by jelprison under Agama, Politik, Sosial | Tag: Darul Islam, negara islam, NII, pemberontakan, proklamasi |[136] Comments
23 Oktober 2008 at 4:39 am
waduh2
ada teks proklamasinya ya
pendapat gw tentang negara islam itu adalah tidak sesuai dengan UUD 1945 tentang kebebasan memeluk agama
di negara qta ini ada berbagai agama dan berbagai budaya
negara luar mengakui keunikan dari negara kita.
HIDUP INDONESIA
17 September 2009 at 5:22 pm
ngapain mengikuti negara yang arah kebijakannya nggak jelas, uud aja masih mengekor sama belanda
5 November 2009 at 11:02 pm
bner negara itu direbut bukan diberi, lagipula teks proklamasinya RI menjiplak teks proklamasinya NII, klo ga percaya lihat teks proknya RI yg masih tulisan tangan, disitu terdapat coretan2.
28 Oktober 2009 at 9:21 pm
cobalah anda pikir dng baik
“Apa kah negara ini sudah merdeka? krn kalau ga salah UUD yg di pakai sekarang adalah peninggalan belanda
11 Desember 2009 at 10:02 pm
anda islam: pengen ga punya negara islam? klo pengen sebaiknya tinggal ambilsikap
23 Maret 2010 at 9:23 pm
nu nulis na kafir eta mah koplok…
23 Maret 2010 at 9:26 pm
udah jelas itu mah ya kang tinggal ambil sikap mau atw tidak.
menjadi aparatulloh.
23 Maret 2010 at 9:25 pm
unik naon rumit kieu. campur aduk, siga es campur..
14 Januari 2011 at 3:56 pm
Proklamasi Ini adalah kebenaran yang harus diketahui oleh lapisan masyarakat khususnya umat Islam agar tidak terjebak oleh Fitnah.
Saudara Bryan barangkali belum mengetahui bahwa Islam itu sangat menghargai kebebasan memeluk agama, tetapi sangatlah berbeda ketika berbicara Negara Islam yang berdasarkan AL-Qur’an dan Hadits sebagai dasar negara dengan NKRI yang berdasarkan PANCASILA dan UUD ’45 sebagai dasar negara. sekalipun didalam negara Islam, orang-orang non muslim tetaplah dilindungi JIWA, HARTA dan KEHORMATANNYA karena menjadi bagian daripada penduduk / Warga Negara Islam dan mereka tidak dipaksa didalam menjalankan ibadat keagamaannya. karena Negara Islam hari ini belum tegak maka sampai kapanpun tidak akan bisa diperoleh RASA KEADILAN antar sesama agama yang hari ini selalu saja menjadi persoalan yang tiada henti tanpa penyelesaian yang pasti.
31 Januari 2011 at 8:18 pm
itu sih menurut kamu apakah uud itu ada ke adilan
6 Mei 2011 at 5:35 pm
tergantung orang yang menyadari betapa beratnya pahlawan kita dulu memperjuangkan untuk kita, dan sekarang ketika sudah tenang malah dirusuhkan lagi….ingatlah keringat mereka demi kita dulu.
Hemmmmmmm barang kali anda malah bukan orang islam melainkan sisa – sisa abu PKI yang merasa sakit hati, karena keagungan PANCASILA….
Maju trus indonesia jangan sampai kalah dengan orang – orang gila.
14 Februari 2012 at 6:09 pm
mass din yg d ridhoi alloh adl DINUL ISLAM bkn agma yg laen slaen islan ,islam agma alooh .prosetan,katolik hnduu dll adlh agama buatan mnusia!!!
dan jgn mnganut UUD 45 yg hrus d anut adlh al qur’an nul karim .
NNI yg bru2 skrng adlh buatan atau tiruan dri pmerntah agr NII d anggp sst olh warga indonesia,jd jgn mnylahkan warga slahkan sstem demokrasi yg pnuh pndritaan it,
23 Oktober 2008 at 9:38 am
ah, kartosuwiryo…
23 Maret 2010 at 9:27 pm
maksud nya???
11 Mei 2011 at 9:33 am
ah kroco u ga jebo u.!!
by one ja lu..
19 Desember 2008 at 11:00 pm
ya iyalah NII itu tidak sesuai dengan UUD 1945,begitu juga sebaliknya,dilihat dari sudut pandang siapa dulu
kalo mengaku islam mah harus lihat menurut al Quran dan sunnah apakah Pancasila dan UUd 1945 sesuai dengan Al quran?
lagipula sebenarnya Ri itu tidak ada lagi sejak agresi militer 2 belanda 1948
lebih jelasnya kunjungi blog ini
http://apnii.blogspot.com/
18 November 2010 at 8:47 pm
saya setuju adanya nii karena memang di indonesia ni banyak yg sdh melupakan islam
jadi indonesia termasuk negara kafiiir
27 April 2011 at 2:47 am
NII memang tidak sesuai dgn uud 45 tapi NII sesuai dgn kehandak allah.
8 Januari 2009 at 5:15 pm
kunjungi http://groups.yahoo.com/group/anti_nii_kw9 dan jangan lupa join ya…
8 Januari 2009 at 5:16 pm
kunjugi jg http://www.nii-crisis-center.com agar kita lebih waspada
9 April 2010 at 1:16 am
jangan menyerah, tetap semangat dukung NII
8 Oktober 2010 at 4:49 pm
ALLAAAAHHHHHHU AKBARRRR……..
9 Oktober 2010 at 11:46 pm
jangan hanya mendukung doank donk, klw mau mendapat pahala yang besar di sisi alloh. tetapi harus ikut libat didalam perjuanganya.
14 Februari 2012 at 6:11 pm
alooohhh hu akbar NII d hti republik kafir demokrasi indonesia d kaki
31 Januari 2009 at 10:55 pm
wah.. teksnya lebih hidup dibandingkan NKRI yang banyak coretannya yang menandakan ketidak seriusan dalam pembuatan..
17 September 2009 at 5:20 pm
emangnya kamu pelaku sejarah?????
11 Desember 2009 at 10:04 pm
massa presiden enggak bisa nulis ..lihat dong proklamasi NII.. sungguh tersusunrapi. klo belum bisa nulis belajar lagi ama gua.
5 Februari 2009 at 12:40 am
Wahaha ini malah ribut aja, ati-ati salah ngomong sekarang main gebuk lho Bangsa Indonesia ini.. DPRD aja mate, gmn Presiden nya nanti, huahua.
Saling bunuh sndiri sodara-mu lah Bangsa Indonesia., biar Tuhan makin bingung..
25 Februari 2010 at 7:20 pm
buat apa tkt mati wong qta bkl mati ,hidup ini plhn coy. HIDUP MULYA MATI SAHID
22 Agustus 2010 at 9:16 am
ya ada betulnya juga memilih hidup mulia mati sahid tapi jangan gegabah juga. tar bisa2 kita mati sebelum membela islam
21 September 2010 at 3:16 pm
kalo terus2n miqir gegabah kapan belanya
9 Maret 2009 at 2:26 am
justru sangat aneh sekali jika kita mengaku sebagai umat islam tetapi tidak mau di atur dengan hukum islam,
umat islam yang tidak mau di atur dengan syariat islam itulah yang dikatakan sesat?????????
25 Februari 2010 at 7:23 pm
sya sngt stuju,tp mnrut anda apa yg qta hrs lakukan,jadi pnontn or plaku sjrh??? saatnya qta ptus rntai kjhliyahan..siap??
9 Maret 2009 at 9:27 am
memang aneh sekali orang mengatakan sesat..!!,
padahal dirinya sendiri lah yang sebenernya sesat,karena ingkar dengan ayat ayat Allah dan tidak mau di atur denga syariat islam,
yang mengatakan NII sesat islamnya perlu di pertanyakan ?
coba anda selidiki sejarah yang sebenernya,
siapakah yang sesat sebenarnya?
17 September 2009 at 5:24 pm
haaaa…. kalo ini gw stuju banget
21 Mei 2010 at 12:22 pm
gue jugaaaaaaaaaaaaaa setuju..
16 Maret 2009 at 7:47 pm
coba kunjungi juga blog http://whizdago12.blogspot.com/
21 Maret 2009 at 12:18 am
Selamat Berjuang
26 Maret 2009 at 1:57 pm
ALLOHU AKBAR !!!
8 April 2009 at 11:49 am
allah huakbar.
tahukah ihkwan dan ahkwan sekalian bahwa islam itu adalah tuntunan dan tatanan semua sistem kehidupan manusia.
dan agama yang di ridhoi Allah pada akhir jman ini adalah islam.
kita meyakini bahwa yang menciptakan dunia ini, diri ini dan alam semesta ini adalah ALLAH SWT. tapi kenapa hukum dan tatanan hidup di dunia ini di atur oleh manusia.
jadi sangat benar ap yang tlah di proklamirkan oleh SM. Kartasoewiryo.
22 Mei 2011 at 6:48 pm
gw setujjuuuuuuuuuuuu
13 April 2009 at 12:20 pm
Caleg N Sebelas Gagal ke Senayan
Temans, mohon baca link ini ya:
http://kalipaksi.wordpress.com/2009/04/13/caleg-n-sebelas-gagal-melenggang-ke-senayan/
14 April 2009 at 2:47 pm
aku salut dengan perjuanganmu. Bagi orang islam yang mengatakan bahwa negara islam tidak sesuai dengan kedaulatan RI coba anda kaji lebih dalam lagi apakan anda benar-benar umat islam, seharusnya kita berjuang bersama agar syariat islam bisa berlaku di negara kita ini. aku akan selalu mendukung perjuanganmu.
16 April 2009 at 3:08 pm
Ngapain sih ribut-ribut ngurusin bikin negara yang belum jelas, yang jelas aja susah, yang pokok gimana nehhhhh agar NKRI tetap utuh itu aja dulu trusssssssss, lo dah NKRI Stabil……pikirin lagi gimana nehhhhhhhh supaya umat mulim dan non muslim gak alergi maaaa syare’at Islam. loooooo skarang mo bikin Negara Islam di Indonesia lagiiiii, alias NII…, wahhhh bisa-bida Papua, Aceh, bubaran misahin diri, paling-paling Indonesia tinggal nama… bali Juga mau Jadi Negara Hindu, belum RMS emang lagi nungguin aja…., tenang-tenang orang non muslim yang alergi Syare’at Islam mang lagi manas-masin supaya Islam ribut trusssss mpe kiamat gituuuuuu,… sabar—sabar semua ada waktunya.
14 Januari 2011 at 3:29 pm
barangkali saudara Ajai belum membaca QS. 9 : 33, QS. 48 : 18, QS. 61 : 9, sebagai Pribadi yang memiliki identitas Muslim apalagi kita mengakui apa yang ada didunia ini HAKIKATNYA milik ALLAH termasuk diri kita sekalipun, walaupun pada kenyataannya manusia tidak beriman dan bertauhid. karena apapun yang dilakukan seorang Muslim agar bernilai ibadah maka haruslah bersesuaian dengan apa yang ALLAH kehendaki. bukankah ALLAH menghendaki bahwa manusia itu harus diatur didalam SYARI’AT-NYA Lihat QS. 42 : 13 dan QS. 45 : 18.
Pertanyaan untuk Saudara Ajai, jika saudara Ajai masih belum yakin : “Apakah Ada Sesuatu Yang Bukan Ciptaan Allah di muka bumi?? kalau ada silakan saudara Jawab dan berikan komentar saudara disini..
13 Juli 2009 at 11:37 am
klo di piki” klo NII itu sezat knp juga proklamasinya hrs pake syahadat.klo gitu itukan janji sama Alloh langsung…???
12 Agustus 2009 at 12:36 pm
hidup hanya sebentar.apa yang kita lakukan setelah mati…apa waktu hidup hanya untuk senang-senang…..64 tahun indonesia katanya merdeka,negara makin ancur,,,
17 September 2009 at 5:18 pm
hem, kesalahan pejuang politisi awal terletak pada ketidakjelasan struktural kenegaraan ke arah tujuan yang riil………
3 November 2009 at 12:24 pm
sudahlah jangan pada berantem gitu kita mesti jadi pribadi yang baik pribadi yang penuh toleransi, menurut saya NKRI itu benar pancasila juga benar, pancasila juga itu adalah hukum allah juga, NII juga benar semuanya benar, hanya tinggal di mix saja, yang ngarasa orang NII mari bertoleransi, yang merasa NKRI mari terus membangun negeri, hingga pada suatu masa kita akan menjadi bangsa yang baik dan di hargai oleh bangsa lain dan bisa duduk sejajar dengan bangsa-bangsa di dunia… ” oya gue orang NII lo, kalo mau join ke NII tinggal hubungi gue aja bisa lewat facebook. jun_algifari@yahoo.co.id
21 April 2010 at 9:07 pm
NII yg mna nih??
awas terjebak oleh NII sesat yaitu NII KW-9 Al zaitun yang mengatas namakan NII asli bawaan Kartosowiryo,,tidak ada NII yang benar yang mengatakan :
menurut saya NKRI itu benar pancasila juga benar, pancasila juga itu adalah hukum allah juga, NII juga benar semuanya benar, hanya tinggal di mix saja,,seperti yang junianto bilang diatas ,,
NII yang benar hanya satu dan hanya AL-Qur’an dan As-Sunnah yang benar,.,.bukan pancasila,,ajaran darimana pancasila,,atas dsar apa anda bilang pancasila benar??sama saja anda mengatakan semua agama benar!!!hati2 klo bicara!!Allahu akbar..
22 Mei 2011 at 6:55 pm
andaa jgn sekali2 mencela umat yang lain coba anda tanya sendiri apa yg telah anda perbuat untuk negeri in
30 Januari 2012 at 1:21 pm
sembarangan jha PANCASILA itu bkandt hukum ALLAH tp hukum buatan manusia.. hukum ALLAH yg asli adl AL-QUR’AN dan AL-HADIST.. bkandt PANCASILA dan UUD 1945…
17 Februari 2012 at 8:02 pm
PANCASILA ADLAH IJMA ULAMA2 ISLAM
7 November 2009 at 9:16 am
dlm quran sdh jls bhwa allah rido klo bumi memakai hkm islam bkn uud (ujung ujungnya duit)
15 November 2009 at 9:01 pm
di sekitar kita masih banyak kerancuan mengenai NII,,
baru-baru ini saya mengetahui bahwa Al-Zaytun adalah salah satu faksi NII yang inkonstitusional dan melakukan penyelewengan syari’at,,
untuk lengkapnya silakan baca di blog ini:
http://abuqital1.wordpress.com/
11 Desember 2009 at 10:00 pm
klo ngaku islam, tapi enggak mau di atur oleh hukum alloh.. apalah artinya,
ingatlah demi Alloh pancasila itu tak akan abdi. hanya negara yang berdasarkan islamlah yang akan abadi, tinggal kita bersikap sebelum kemenangan atas islam. Allohu AKbar.
Fuck off thogut
28 Januari 2010 at 1:55 pm
fuck of thogut but believing alloh swt….
8 Januari 2010 at 10:36 am
Bukti sejarah jangan asal komen klo gak tahu sejarah! byak kajahatan politik yg dilakukan rezim irla n orba. Terlepas dari smua kontroversinya kt harus ttp berfikir dan memilih mau islam atau yang lain
28 Januari 2010 at 1:52 pm
mantap bener….proklamasi negara lain mah kaga ada apa-apa nya….
7 Februari 2010 at 11:50 pm
nii menyadarkan bahwa islam adalah tatanan hidup di dunia dan bukan di akhirat, tidak ada lagi nilai2 spiritual daam nii. dan memang sejarah lahirnya agama adalah untuk menghadapi peradaban manusia; musa melawan firaun, yesus untung meluruskan bangsa israel, dan ajaran muhammad umat terakhir. di mana tuhan secara ghaib??? nii tidak mengajarkan hal-hal ghaib spt roh, setan, malaikat, sorga-neraka.
untuk para warga nii:
1. apakah allah ada?
2. bagaimana rupa allah?
3. siapakah tuhan kalian?
4. apa sebutan untuk orang tidak bertuhan?
5. apakah boleh atheist jadi warga nii sepanjang ikut program nii???
25 Februari 2010 at 7:31 pm
jawaban
1.ada
2.trwjudnya rububiyah,mulkiah,ulhuyah d muka bumi dgn adanya sistem islam,aturan,warga yg d atur
3.allah swt
4.YaHUDI/AMERIKA
5.BLEH ASALKAN MENURUT NURANINYA DAN SIAP D BIMBING DAN atur oleh sistem allah.anda siap???????
29 April 2011 at 1:47 pm
heh goblok,,,,
katanya loe orang ISLAM,,,,,,!!!
ISLAM model apaan loe,,,!!!
ISLAM beneran g loe…!!!
kalo koe orang ISLAM benaran, loe nulis nama ALLAH SWT yang bener donk,, pke hruf kecil,,,
trus ngapain lo nulis amerika / yahudi gedhe???
. .. . . .
gue tau jwaban loe stelah komen.ku ni???
14 Januari 2011 at 3:07 pm
1. adanya ALLAH tidak sama dengan adanya Makhluk, apa yang makhluk miliki termasuk indera memiliki banyak kelemahan. tetapi ALLAH MAHA SEMPURNA. Mukhalafatul lil hawaditsi..
2. sama dengan jawaban diatas
3. kami tidak punya TUHAN yang ada hanya ALLAH, TUHAN bukanlah ALLAH dan ALLAH bukanlah TUHAN.. karena TUHAN berarti “KEPALA DEWA” yang membawahi DEWA-DEWA dibawahnya dan juga TUHAN itu bukanlah penyebutan yang baik bagi ALLAH.
4. MUSYRIK, sekalipun dia atheis, karena ia menjadikan LOGIKA AKALnya sebagai TUHAN untuk menjawab hal-hal yang hanya bisa di Imani di dalam hati.
5. BOLEH, asalkan ia TAAT, PATUH dan TUNDUK terhadap apapun yang menjadi Program NII. dan juga harus siap tuk dibimbing oleh aturan ISLAM dan bersungguh-sungguh untuk menerima pengajaran dan mempelajarinya. SIAPKAH DIRI SAUDARA???
25 Februari 2010 at 5:04 pm
alohuakbar hidup islam, dan terkutuk indonesia (orang pelaku/penggerak UUD) maju terus islam kow pasti kan putuh
25 Februari 2010 at 7:33 pm
insya allah bila semangat juang kita terjaga.putuh itu bukan sekedar dunia tapi diri kta juga.
25 Februari 2010 at 7:39 pm
allah mewariskan islam pada umatnya.apakah kta telah menunaikan amanat tsb??cba anda pikir mengapa yg bnr itu selalu d salahkan krn allah menguji umatnya!!!Q.S an-nasr.
11 Maret 2010 at 7:06 pm
luluskan kembali sejarah NII bukan pemberontak sukarnolah yg berhianat….
19 Maret 2010 at 11:55 am
Astaghfirullah…ini akibatnya kalau segalanya dibicarakan dan dilakukan dengan akal dan nafsu, mari kita kembalikan ke hati dan iman sehingga akal dan nafsu itu dapat jernih kembali seperti saat kita dilahirkan, maka isnyaAllah dapat kita perjuangkan semua cita2 hidup hingga mati kita di bawah panji2 Islam dengan penuh ikhlas
22 Maret 2010 at 10:33 am
subhanalloh…
andaikan sekarang ada yang istiqomah seperti beliaw…S.M.K
22 Maret 2010 at 11:30 am
suhanallah…….
emang dunia ini sdah dpenuhi dengan orang2 yamg munafik,kekafiran seperti(NKRI)…..
maka dari itu kita (NII)yang harus bisa memperjuangkan trus negara islam di indonesia,jangan sampai mundur……….
walau harus mati skalipun……….
@apalagi yang harus kta lakukan selain mempejuangkan (DINULLISLAM)…………
.hidup didunia-pun akan,makmur,tentram&sejahtera DAN ktika kita matipun akan SAHID…dan allah pun akan mnempat kan kita disurga………..
SUBHANALLOH…………………………
apakah kalian para thogut tdak ter giyr atas janjinya alloh kepada insannya yang tlah mempejuankan AGAMAnya…………….
kalau anda tergiur marilah kita sama2 menjunjun tinggi DINULISLAM……….
ALLAHUAKBAR
ALLAHUAKBAR
ALLAHUAKBAR
22 Maret 2010 at 11:39 am
subhanallah…….
emang dunia ini sdah dpenuhi dengan orang2 yamg munafik,kekafiran seperti(NKRI)…..
maka dari itu kita (NII)yang harus bisa memperjuangkan trus negara islam di indonesia,jangan sampai mundur……….
walau harus mati skalipun……….
@apalagi yang harus kta lakukan selain mempejuangkan (DINULLISLAM)…………
.hidupnya didunia-pun akan,makmur,tentram&sejahtera DAN ktika kita matipun akan SAHID…dan allah pun akan mnempat kan kita disurga itu sudah janji allah………..
SUBHANALLOH…………………………
apakah kalian para thogut tdak ter giyur atas apa yang di janjikan alloh kepada insannya yang tlah mempejuangkan AGAMAnya…………….
kalau anda tergiur marilah kita bersama2 menjungjung tinggi DINULISLAM……….
ALLAHUAKBAR
ALLAHUAKBAR
ALLAHUAKBAR
6 Mei 2011 at 5:45 pm
wah parah ketika orang sudah ndak punya hati nurani lagi….
banyak orang pintar ehhh malah keblinger
menyedihkan…kalu mau kekuasaan jgan disini dong.
jangan ganggu lagi bangsa yang ingin kehidupan yang tenang…
bangsa ini sudah jenuh dengan sesuatu yang teramat menyakitkan…lebih baik kita benahi diri kita masing – masing. UUD 45, PANCASILA dan syariat bisa bersahabat dengan baik kok.asal saja individunya jangan haus dengan kekuasaan…hehehehehehehehe
9 April 2010 at 1:22 am
MAJU NII warga mu berjuang untuk membela, kerahkan kita bertasbih
9 April 2010 at 2:48 pm
selayaknya umat islam bangsa indonesaia harus memimpin umat islam di dunia untuk bersatu membangun peradaban yang tertidur lama yakni peradaban islam karena dunia sedang menunggu pemimpin baru setelah hancurnya khalifah turkey hari ini dengan rahmat alloh swt sejak 1949 s/d…. indonesia menjadi qiblatnya perjuangan membangun peradaban yang damai dan toleransi tiap warga negara akan dilindungi haknya kebebasanya dalam beragama dan berkeyakinan jangan takut inilah jalan menuju kejayaan dunia INDONESIA HARUS KUAT
9 Mei 2010 at 12:42 am
sungguh bejad moral para peminpin nkri,,,
sangat biadab, keji tidak & bermoral merrka memanipulasi sejarah, membunuh para pejuang islam membukam nii, padahal mrka mengaku umat islam ,,,,,,<< , / pantaskah mrka di sebut islam, manusia
18 Mei 2010 at 5:32 am
islam yang benar berlandaskan Al-qur’an dan As-sunnah… (itu aturan kan?) dari siapa? dari Allah, Untuk siapa? ya untuk Orang Islam.
Kalo Landasannya aturan buatan manusia dengan simbol berhala… pengikutnya layak gak di sebut Orang islam? kecuali anda menganggap bahwa manusia lebih mulia daripada Allah,keislaman anda dipertanyakan???
30 Mei 2010 at 10:00 pm
kebenaran tetaplah kebenaran walaupun di tutupi ,dia tetap mewangi sepanjang masa ,allah akan tetap menjaganya , yakinlah dengan apa yang kita perjuangkan ini adalah haq ,biarlah yang bathil bekerja kitapun yang haq bekerja ,nanti allah yang menilai pekerjaan kita ,barangsiapa yang bekerja menurut keinginan allah (al qur’an),allah akan memberikan kemenangan di dunia dan di akhirat kelak,jadikan sabar dan shalat sebagai penolongmu allahuakbar,allahuakbar,allahuakbar
18 Mei 2010 at 8:36 am
wah,, mereka sungguh licik… kuku-kuku berhala mereka menjaga stabilitas kekonyolannya, sedangkan kita dipasung tak berdaya…
13 Juli 2010 at 10:14 am
proklamasi nii terbaik di seluruh dunia, yang telah diakui…seharusnya proklamasi nii di gunakan di indonesia
20 Juli 2010 at 12:45 pm
NEGARA ISLAM SUDAH ADA SEJAK JAMAN NABI ADAM SAMPE NABI MUHAMAD PARA SAHABAT NABI NMUN SEKARANG SIAPA YANG AKAN MENERUSKAN SLAIN UMAT MANUSIA SLAIN KITA KARENA ISLAM GA PANDANG AGAMA SMUA AGAMA BLH IKUT TANPA PENGECUALIAN KARENA SELURUH NYA ADALAH CIPTAAN ALLAH KARENA ALLAH MERIDHOI PADA MANUSIA YANG BERNRGARA ISLAM DAN BERHUKUM ISLAM.
23 Juli 2010 at 10:48 am
gw mau tanya nii dgn indonesia duluan sp merdeka,?lalu bila nii duluan memproklamsi,,, mengapa ad prolamasi lg…
klo RI duluan mengapa texk proklamsinya tidak jelas dan tidak ada unsur pembukaannya,,,
15 September 2010 at 8:16 am
Para Pengikut NII gua cuma mau saranin tolong belajar lagi deh agamanya,, sebelum mengklain orang sesat..Gua kasian sama lo lo pada kayaknya otak lo dah di sugesti, sama kaya lo mensugesti /doktrin orang. Sekarang lo hidup di NKRI kalo lo merasa mau buat negara baru yang katanya NIIIIIIIII ups kebanyakan IIIInya, buat di tempat lain sana jagan buatnegara di dalam negara. Alqur’an lo tafsir demi kepentingan organisasi, pemerasan, salat universsal, boleh meninggalkan salat, . PERGI LO DARI NEGARA KAMI….PENGACAU,, PERUSAK UMAT…SEMOGA ALLAH MEMBERIKAN HIDAYAH BUAT LO SEMUA. AMIN
14 Januari 2011 at 2:43 pm
seharusnya ARI yang belajar kembali, dengan penuh keikhlasan dalam menerima kebenaran sekalipun berat ataupun ringan semata-mata karena Allah dan janganlah nafsu mengalahkan akal sehat, dan jangan pula akal sehat mengalahkan iman.
14 Januari 2011 at 2:47 pm
Tanggal 7 agustus 1949 adalah bertepatan dengan Bung Hatta pergi ke Belanda untuk mengadakan perundingan Meja Bundar, yang berakhir dengan kekecewaan. Dimana hasil perundingan tersebut adalah Irian Barat tidak dimasukkan kedalam penyerahan kedaulatan Indonesia, lapangan ekonomi masih dipegang oleh kapitalis barat.
Negara Islam Indonesia diproklamirkan di daerah yang dikuasai oleh Tentara Belanda, yaitu daerah Jawa Barat yang ditinggalkan oleh TNI (Tentara Nasional Indonesia) ke Jogya. Sebab daerah de-facto R.I. pada saat itu hanya terdiri dari Yogyakarta dan kurang lebih 7 Kabupaten saja ( menurut fakta-fakta perundingan/kompromis dengan Kerajaan Belanda; perjanjian Linggarjati tahun 1947 hasilnya de-facto R.I. tinggal pulau Jawa dan Madura, sedang perjanjian Renville pada tahun 1948, de-facto R.I. adalah hanya terdiri dari Yogyakarta). Seluruh kepulauan Indonesia termasuk Jawa Barat kesemuanya masih dikuasai oleh Kerajaan Belanda. Jadi tidaklah benar kalau ada yang mengatakan bahwa Negara Islam Indonesia didirikan dan diproklamirkan didalam negara Republik Indonesia. Negara Islam Indonesia didirikan di daerah yang masih dikuasai oleh Kerajaan Belanda.
22 Februari 2011 at 7:09 pm
nte ngomong berdasarkan wahyu apa logika.? udah jelas Allah hanya meredhoi suatu sistem yg berlandaskan al-islam laen dari itu adalah tertolak.!yg jelas bumi ini Allah wariskan kpd orang2 ber-iman. bukan kpde nte yg berhati busuk, berfikiran iblis, berpandang dajjal bin thoghut bin syaithon. dalilnye dari surat alfatihah sampai an-naas.ane baru faham klo nte sama persis dengan org utanj, sebab nte termasuk Anak Rimba Indo…….. slm bwt Uwa…..
8 Agustus 2011 at 1:35 am
muali saling mencaci,.. org yang bener2 kafir akan senang tuhhh,…. kalau memang merasa benar be cool/sabar dong jangan sebut orang lain busuk, iblis, dajjal syaithon, dll dong,… apakah pantas di nucapkan seorang muslim yang mengaku ingin mendirikan syari’at islam,?? belum apa2 udah berani mencaci, apalagi kalau udah jadi mungkin akan dibunuh kali yaa,,…..??
20 September 2010 at 3:47 pm
Allah Maha Mengetahui, mana yang benar dan mana yang salah. kalo aku Stuju dengan NII.
itu saja. Allah akan memberikan petunjuk kepada orang-orang yang beriman.
21 September 2010 at 3:10 pm
ingat kawan2 jngan pernah menyerah tk perjuangkan nii
26 Oktober 2010 at 6:30 am
Hadiri Acara Pemulihan Korban Doktrin Ajaran NKA NII KW9 Panji Gumilang Alumni Santriwan-Santriwati Muwadhaf Mudarris Ustadz-Ustadzah Eksponen Mahad Zaytun Indramayu Jawa Barat pd Temu Blogger Nasional Sabtu 30 Oktober 2010 jam 10.00 WIB di Gedung Epycentrum Rasuna Said Jakarta Pusat. Agenda Pemulihan Jasmani Rohani & menyebarluaskan informasi penyelewengannya di berbagai media agar masyarakat hati-hati, kritis, waspada, tidak terjebak & tertipu. Kegiatan ini gratis, tidak pakai daftar, tidak pakai bayar, langsung datang di lokasi. Info lebih lengkap klik http://niikw9.wordpress.com sms/telp 08132 8484 289
¤
10 Mei 2011 at 12:12 pm
smga Allah melindungi anda, amin.
8 Desember 2010 at 7:16 pm
oph0 salahx nii y??? kq seolah2 slh bgt cie…. pdhl tujuanx jg negakkin dien allah, kq msh bnyk yg mndang negatip ma nii…hukum yg allah ridloi kn cma islam…ingat saudaraq…islam tu damai tuk zmua…jd ga da slhx kalie low qta make hkm islam…mank wktu jmn rasul muhammad dlu islam zmua ph0???engga kn… pi damai tu pke hkm islam,zmua umat terlindungi…drpd skrg bilangx negara yg toleransi, bda agama tp ttp satu,pi pha buktix,??! masalah syara’ masih diributin dmna2…minta ijin bangun gereja msh susah low dbandingin ma bkin diskotek and tetek bengeknya, pdhal tu buat tmpt ibadah…mna cba…bilangnya pke hkm skrg tu mrata wat zmua…pi nyatanya msh da umat yg ga terlindungi…allah…kau pzti sgt meridloi hamba2mu yg ingin menegakkan dienMu…agar negara kami damai…krna islam pd hakikatnya kn damai tuk zmua…
1 Februari 2011 at 12:53 pm
janji manis saat tilawah memang menegakkan hukum allah
tapi setelah hijrah
diperas tinggal hujumah maliyah .. itu terus diulang2 ..
bila perlu melanggar ayat2 AQ
simak data bukti dan fakta di http://niikw9.wordpress.com
23 Februari 2011 at 8:10 am
Kepada Bapak dan Ibu yang anggota keluarganya atau anak-anaknya terkena / terjebak / terjerat Ajaran NII NKA KW 9 Panji Gumilang Mahad Zaytun Indramayu untuk penyadaran atau pemulihan pasca trauma dapat menghubungi web http://niikw9.wordpress.com, GRATIS
14 April 2011 at 4:15 pm
NEgara kita negara berbineka tunggal ika bukan milik satu kelompok…kalo mau bikin NII jangan di Indonesia bikin negara sendiri aja sono
8 Agustus 2011 at 1:31 am
setuju
20 April 2011 at 5:43 pm
prieeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeet………gak ada yang betul………..koplaaaaaaaaaaaaaaaaaaak kabeh.
20 April 2011 at 11:23 pm
nii sesat karna solhatnya boleh di tinggal dan yg aneh lagi sholatnya boleh di campur cewek ama cowok .
23 April 2011 at 12:00 pm
dirikan syariah islam
23 April 2011 at 2:51 pm
“Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfa’at bagi orang-orang yang beriman.”
(Al Qur’an 051:55)
“Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al Kitab, mereka itu dilaknati Allah dan dilaknati (pula) oleh semua (makhluk) yang dapat melaknati.”
(Al Qur’an 002:159)
“F A K T A”
SIAPAPUN PRESIDEN DAN WAKILNYA – PANCASILA IDEOLOGINYA
APAPUN AGAMA PRESIDEN DAN WAKILYNA – KUHP HUKUM-HUKUMNYA
ISLAM DAN BERIMANKAH KITA DI HADAPAN ALLAH SWT?
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Saudara-saudara sebangsa dan setanah air yang seiman.
Siapakah yang dinyatakan oleh Allah Swt orang-orang yang beriman, yang mereka itu diseru untuk mematuhi Allah dan rasul-Nya secara kaffah?
- Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya; kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah, mereka itulah orang-orang yang benar beriman. (Q. Al Hujurat 15)
Dan siapakah pula yang dinyatakan oleh Allah Swt orang-orang yang kafir?
- Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak akan beriman. (Q. Al Baqarah 6)
- Hai orang-orang yang beriman, ber-Dinnul Islam-lah kamu secara kaffah (secara keseluruhan), dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. Tetapi jika kamu menyimpang (dari Dinnul Islam) sesudah datang kepadamu bukti-bukti kebenaran, maka ketahuilah, bahwasanya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Q. Al Baqarah 208-209)
- Pada hari ini, telah Aku sempurnakan Agamamu (Pedoman Hidup dan Kehidupanmu) untukmu. Telah Aku cukupkan nikmat-nikmat-Ku untukmu. Dan telah Aku ridhai (Aku setujui dan Aku restui) Islam sebagai Pedoman Hidup dan Kehidupanmu. (Q. Al Maidah 3)
- Siapa saja yang mencari (apalagi yang memakai) pedoman hidup dan kehidupan selain Dinnul Islam, maka tidaklah akan diterima (tidak dinilai ibadah) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang merugi. (Q. Ali Imran 85)
Bagi seluruh umat manusia, tidak terkecuali bangsa Indonesia yang telah bersyahadat menyatakan diri mereka Islam dan beriman, tentu mengimani Kebenaran Ketetapan Allah Swt yang tersebut di atas. Jika tidak, tentu mereka bukan orang-orang yang beriman.
Intinya adalah, tidak ada agama atau pedoman hidup dan kehidupan yang lain bagi mereka, selain Dinnul Islam dan Nabi Muhammad Rasulullah Saw adalah panutan, contoh dan tauladan bagi mereka di dalam menata dan mengatur semua aspek hidup dan kehidupan mereka, baik di kala mereka hidup sendiri-sendiri berpribadi, berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa maupun bernegara.
Berdinnul Islam secara kaffah dengan mematuhi segala perintah adalah Perintah Allah Swt yang wajib dipatuhi oleh seluruh umat Islam yang beriman, sebagaimana realisasinya yang benar telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad Rasulullah Saw pada masanya.
Rasulullah Saw berpribadi, Rasulullah Saw berkeluarga, Rasulullah Saw bermasyarakat, Rasulullah Saw berbangsa, dan Rasulullah Saw bernegara. Bahkan, Beliau adalah kepala negaranya. Semua aspek hidup dan kehidupan Beliau berserta umat Islam yang beriman, begitu juga yang belum beriman yang berada di bawah naungan Daulah Khilafah Islamiyah pada saat itu, ditata dan diatur berazastunggalkan Dinnul Islam seutuhnya atau yang lazim disebut dengan “secara kaffah”.
Nabi Muhammad Rasulullah Saw tidak pernah mengajak bangsa Arab, baik yang kafir maupun yang beriman, dengan seruan Beliau yang seperti ini, misalnya: “Wahai saudara-saudara sebangsa dan setanah air. Demi persatuan dan kesatuan bangsa Arab, marilah sama-sama kita rekayasa suatu ideologi yang baru, selain Dinnul Islam, kemudian kita lengkapi ideologi tersebut dengan hukum-hukum dan undang-undang serta peraturan-peraturan yang kita butuhkan. Kemudian, kita jadikan dan kita pergunakan ideologi kita tersebut berserta hukum-hukumnya sebagai satu-satunya azas pedoman hidup dan kehidupan kita berbangsa dan bernegara, baik bagi yang beriman maupun yang kafir, agar kita semua dapat selamat dan sejahtera di dunia dan akhirat”.
Pernahkah Rasulullah Saw mencontohkan ber-Dinnul Islam seperti misal ajakan Beliau yang tersebut di atas?
Bukankah misal ajakan Rasulullah Saw itu seperti kita beragama, berbangsa dan bernegara di Indonesia?
Kalaulah kita, seluruh bangsa Indonesia yang telah bersyahadat menyatakan diri kita islam dan beriman, dan kita beriman sesuai dengan Ketetapan Allah Swt dan sesuai pula dengan apa yang telah dicontohkan oleh Rasulullah Saw, tentu kita tidak akan pernah berideologi yang lain, selain Dinnul Islam, Pancasila misalnya, di dalam kita menata dan mengatur semua aspek hidup dan kehidupan kita, baik di kala kita beragama, berbangsa maupun bernegara. Seluruh aktifitas hidup dan kehidupan kita, bahkan mati kita pun hingga cara penguburan mayat kita haruslah berazas-tunggalkan Al Qur’an dan Sunnah Rasul. Itulah Ketetapan Allah Swt bagi seluruh manusia yang mau digolongkan sebagai orang-orang yang beriman, yang imbalannya, adalah Jannah. Beriman dulu yang benar sesuai dengan Ajaran-Nya, barulah kemudian beramal saleh, yang harus juga sesuai dengan Bimbingan Allah Swt dan contoh serta tauladan yang telah diberikan oleh Rasulullah Saw. Maka barulah hidup dan kehidupan kita bernilai ibadah di sisi-Nya. Sebagaimana KetetapanNya atas penciptaan diri manusia.
- Tidak Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk mengabdi kepada-Ku.
(Q. Az-Zaariyaat 56)
Apakah Hukum-Hukum Allah atau Syariat Islam memang tidak berlaku atas umat Islam Indonesia?
Ataukah kita, Umat Islam Indonesia yang jumlahnya mayoritas di Indonesia ini, telah mendapatkan dispensasi atau keringanan dari Allah Swt untuk tidak berhukum dan berhakim kepada Hukum-Hukum Allah atau Syariat Islam tetapi kita masih dianggap beriman oleh Allah Swt di hadapan-Nya?
Ataukah kita, umat islam Indonesia, yang tidak mau ber-Syariat Islam karena kita merasa berat mematuhinya, walaupun itu untuk kebaikan kita? Dan kalaupun kita mau ber-Syariat Islam, bagaimana mungkin kita dapat melaksanakannya karena kita masih tetap ber-Pancasila? Bukankah Pancasila juga mempunyai hukum-hukumnya sendiri yang harus dipatuhi oleh kita-kita yang ber-Pancasila? Sementara Allah Swt, yang kita imani dengan Dinnul Islam-Nya, juga mewajibkan kita, Umat Islam Indonesia, berhukum dan berhakim kepada Hukum-Hukum-Nya atau Syariat Islam. Bahkan, Dia mengkafirkan siapa saja manusianya yang tidak mau, dan juga yang menolak atau tidak setuju atas pelaksanaan Syariat Islam.
Bagaimanakah kita berpedoman di dalam menata dan mengatur semua aspek hidup dan kehidupan kita sebagai orang-orang yang telah bersyahadat menyatakan diri kita Islam dan beriman di dalam berbangsa dan bernegara?
Siapa yang harus kita patuhi? Tuhan kita, Allah Swt, dengan Syariat Islam-Nya, ataukah Pancasila kita Nan Sakti dengan hukum-hukum thaghutnya?
Bukankah ini artinya kita berdualisme dalam berpedoman, alias beragama “suka-suka”? Kita beragama sesuai dengan selera kita. Mana yang cocok dengan selera kita, kita patuhi. Dan mana yang tidak sesuai dengan keinginan hawa nafsu kita, kita ingkari. Kita beriman akan sebagian isi Al Qur’an dan kufur akan sebagian yang lainnya. Seperti inikah Rasulullah Saw mengajarkan dan mencontohkan kepada kita ber-Dinnul Islam? Koq kita tidak bermalu mengklaim diri kita sebagai umat Beliau?
Hukum-Hukum Allah atau Syariat Islam tidak berlaku di Negara Republik Indonesia, karena NKRI bukanlah Negara Islam. Padahal, kabarnya, mayoritas penduduknya beragama Islam (?). Apakah ada Allah Swt memerintahkan dan meridhoi kita, seluruh Umat Islam Indonesia, untuk mendirikan suatu negara yang berideologikan ideolgi manusia dan berhukum serta berhakim kepada hukum-hukum buatan manusia alias hukum-hukum thaghut?
Sewaktu berjuang merebut kemerdekaan kita berteriak, “Allahu Akbar!” Tetapi, setelah merdeka, di mana kita letakan Ideologi dan Hukum-Hukum Allah? Koq malahan ideologi manusia dan hukum-hukum thaghutnya yang kita jadikan pedoman hidup dan kehidupan kita berbangsa dan bernegara? Dengan cara seperti inikah kita bersyukur kepada Allah Swt?
Wahai saudara-saudara sebangsa dan setanah air yang seiman.
Ini adalah FAKTA cara kita beragama. Kita ber-Dinnul Islam dengan cara kita, berdualisme dalam berpedoman, bukan dengan cara Rasulullah Saw yang hanya ber-Dinnul Islam secara kaffah. Beliau tidak berideologikan yang lain, selain Dinnul Islam, dan begitu juga para sahabat serta umat Islam yang beriman lainnya pada saat itu.
Dan yang sangat naïfnya bagi kita adalah, kita selalu berdo’a memohon dan mengharapkan syafa’at beliau di kemudian hari. Tetapi ironinya adalah, disuruh beriman sebagaimana Rasulullah Saw beriman sajapun kita tidak mau. Koq, bisa-bisanya kita mengharapkan syafa’at beliau dan menginginkan Surga Allah?
Oh, alangkah rancunya kita ber-Dinnul Islam karena kita berdualisme dalam berpedoman. Kita buat tandingan bagi Ideologi Allah Swt, yaitu Ideologi Panca Sila. Dan kita anugerahkan Pancasila kita itu dengan ungkapan yang hebat, yaitu “Nan Sakti” atau Yang Sakti, walaupun kita tahu Pancasila kita Nan Sakti itu tidak bisa menciptakan apa-apa, walau sehelai rambutpun, karena memang Pancasila itu bukan apa-apa, kecuali ideologi manusia yang membawa pengikutnya ke jurang neraka.
Tidakkah cukup Allah (Al Qur’an) dan Rasul (Sunnahnya) menjadi pedoman hidup dan kehidupan bagi orang-orang yang beriman?
Ini adalah suatu perbuatan syirik yang tidak akan pernah diampuni oleh Allah Swt, baik di dunia maupun di akhirat, kecuali kita bertaubat nasuha dengan meninggalkan Pancasila untuk selama-lamanya, dan kembali ke Dinnul Islam secara kaffah.
Apakah orang-orang yang beriman seperti kita-kita ini yang dimaksud oleh Allah Swt sebagai pewaris surga? Surga itu milik siapa? Milik Allah Swt, atau milik Pancasila kita Nan Sakti? Atau memang ada Pancasila kita Nan Sakti memiliki Surga sehingga kita mau berhukum dan berhakim kepadanya? Ataukah kita yang memang tidak mempergunakan akal sehat kita? Tetapi yang jelas, kita mendahului hawa nafsu kita yang tidak terbimbing oleh Bimbingan Allah, yaitu Al Qur’an dan Sunnah Rasul, sehingga kita tidak saja beragama suka-suka, tetapi ternyata, kita juga berbangsa dan bernegara sesuka-suka kita. Ini adalah FAKTA yang ada di depan mata kita. Maukah kita kafir selamanya sampai ajal tiba menjemput kita?
- Menetapkan Hukum itu hanyalah Hak Allah. Dia menerangkan yang sebenarnya dan Dia Pemberi Keputusan yang paling baik. (Q. Al An’am 57)
- Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki? Namun (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin? (Q. Al Ma’idah 50)
- Siapa saja yang kafir sesudah beriman (karena tidak mau berhukum kepada Hukum-Hukum Islam) maka hapuslah amalannya dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang merugi. (Q. Al Ma’idah 5)
- Siapa saja yang memutuskan (suatu perkara) tidak menurut apa yang diturunkan Allah, berarti mereka adalah orang-orang kafir. (Q. Al Ma’idah 44)
Saudara-saudara sebangsa dan setanah air yang seiman.
Orang-orang kafir atau masyarakat kafir, bangsa-bangsa kafir, negara-negara kafir, pemerintahan-pemerintahan kafir dan pemimpin-pemimpin kafir di seluruh penjuru bumi Allah ini tentu mereka semuanya tidak berhukum dan berhakim kepada Hukum-Hukum Allah atau Syariat Islam karena mereka memang kafir atau tidak beriman kepada Dinnul Islam. Mereka berhukum dan berhakim kepada hukum-hukum thaghut, yaitu hukum-hukum yang dibuat oleh mereka sendiri, sesuai dengan apa yang mereka kehendaki, yang mereka anggap benar dan adil. Mereka tidak diperintahkan oleh Allah Swt untuk menata dan mengatur semua aspek hidup dan kehidupan mereka dengan berhukum dan berhakim kepada Hukum-Hukum Allah atau Syariat Islam karena mereka memang tidak beriman kepada Dinnul Islam. Dan bagi mereka, Allah Swt telah menetapkan Ketetapan-Nya, yaitu Jahannam tempat kembali mereka. Itulah seburuk-buruknya tempat kembali.
Hanya orang-orang yang beriman atau masyarakat yang beriman, bangsa-bangsa yang beriman, negara-negara yang beriman dan para pemimpin yang beriman yang tidak berideologikan yang lain, selain Dinnul Islam, yang mau dengan ikhlas karena iman, menata dan mengatur semua aspek hidup dan kehidupan mereka dengan berhukum dan berhakim kepada Hukum-Hukum Allah atau Syariat Islam sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Rasulullah Saw.
Dan ber-Dinnul Islam secara kaffah dengan mematuhi segala Perintah, termasuk berhukum dan berhakim kepada Hukum-Hukum Allah atau Syariat Islam hanya dapat dilaksanakan di suatu Negara atau Pemerintahan yang berazas-tunggalkan Al Qur’an dan Sunnah Rasul, yaitu yang lazim disebut dengan Daulah Khilafah Islamiyah. Dan Daulah Khilafah Islamiyah tersebut tidaklah mungkin terbentuk dengan sendirinya atau orang-orang kafir yang mendirikannya kemudian dipersembahkan kepada Umat Islam Indonesia untuk mengelolanya. Ini adalah suatu hal yang mustahil. Tetapi sayang, sedikit sekali di antara kita yang memikirkannya. Padahal, Allah Swt telah mengisyaratkan dan Rasulullah telah mencontohkan kepada orang-orang yang beriman untuk memiliki suatu wadah pemerintahan yang berazas-tunggalkan Al Qur’an dan Sunnah Rasul.
- Wahai orang-orang yang beriman, ta’atilah Allah dan ta’atilah Rasul(Nya), dan ulil amri (pemimpin) di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur’an) dan Rasul (Sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. (Q. An Nisa’ 59)
Bahkan di dalam tatanan Pemerintahan Islam sekalipun di mana ada orang-orang kafir atau non muslim yang di lindungi oleh Pemerintah atau Negara Islam, Allah Swt telah memperingatkan kita untuk berhati-hati di dalam memilih para pemimpin, jangan sampai Pemerintahan Islam tercemar dengan unsur-unsur kafirun dan munafikun.
- Hai orang-orang yang beriman, jangan kamu jadikan orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpinmu, sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Siapa saja di antara kamu memilih mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang dzalim. (Q. Al Ma-idah 51)
- Janganlah orang-orang beriman menjadikan orang-orang kafir sebagai pemimpin, melainkan orang-orang beriman. Siapa saja yang berbuat demikian, niscaya dia tidak akan memperoleh apa pun dari Allah, kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. Dan hanya kepada Allah kembalimu. (Q Ali Imran 28)
- Wahai orang-orang yang beriman!
Janganlah kamu jadikan bapak-bapakmu dan saudara-saudaramu menjadi pemimpin-pemimpinmu, jika mereka memilih kekafiran daripada keimanan. Siapa saja di antara kamu yang menjadikan mereka pemimpin, maka mereka itulah orang-orang yang zalim. (Q. At-Taubah 23)
Akankah kita beriman di kala kita berbangsa dan bernegara sesuai dengan Petunjuk dan Ketetapan Allah Swt seperti apa yang disampaikan di atas agar kita tidak tergolong orang-orang yang merugi di kemudian hari, ataukah kita harus selamanya beragama seperti nenek moyang kita beragama walaupun mereka tidak berada di atas Kebenaran Illahi?
Oleh sebab itu, marilah kita semua, Bangsa Indonesia yang telah bersyahadat menyatakan diri kita Islam dan beriman, bertaubat nasuha dengan meninggalkan semua ideologi yang bukan Ideologi Allah, Pancasila misalnya, dan kembali ke jalan yang benar, yaitu Ideologi Allah – Dinnul Islam – Al Qur’an dan Sunnah Rasul agar kita semua dapat selamat di dunia dan akhirat.
- Wahai orang-orang yang beriman, jika kamu menta’ati orang-orang yang kafir, niscaya mereka mengembalikan kamu ke belakang (menjadikan kamu kembali kafir), lalu jadilah kamu orang-orang yang merugi. (Q. Ali Imaran 149)
- Ta’atilah Allah dan Rasul-Nya; jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir. (Q. Ali Imran 32)
- Sesungguhnya yang mewajibkan atasmu (melaksanakan hukum-hukum) Al Qur’an, benar-benar akan mengembalikanmu ke tempat kembali. (Q. Al Qasas 85)
Wahai saudara-saudara sebangsa dan setanah air yang seiman.
Sebagai Bangsa Indonesia yang telah bersyahadat menyatakan diri kita Islam dan beriman, maka haruslah kita sadari dan kita insyafi bahwasanya:
1. Pancasila bukanlah Agama Islam. Bahkan, bukan pula agama Bangsa Indonesia. Dan Agama Islam tentu bukan pula Pancasila karena Pancasila memang bukan Agama. Maka benarlah pernyataan para pancasilaist, “Pancasila bukan agama!”.
2. Pancasila adalah ideologi manusia, sedangkan Dinnul Islam adalah Ideologi Tuhan Yang Maha Esa, yaitu Allah Swt, Tuhannya orang Islam yang benar-benar beriman, yang beriman sesuai dengan Petunjuk dan Ketetapan-Nya.
3. Ber-Pancasila bukanlah berarti ber-Dinnul Islam ataupun beragama yang lain karena tidak ada satupun agama yang dianut oleh bangsa Indonesia yang berakidahkan Pancasila. Berdinnul islam bukanlah berarti berpancasila karena memang tidak ada sangkut pautnya diantara Dinnul Islam dengan Pancasila. Sungguh sangat nyata perbedaannya. Bagaikan siang dengan malam. Yang satu adalah Ideologi Allah Swt, Yang Haq, dan yang lain adalah ideologi manusia atau Yang Bathil. Al Qur’an adalah pembeda diantara yang Haq dan yang Bathil.
4. Berpancasila berarti harus berhukum dan berhakim kepada hukum-hukum Pancasila, yaitu hukum-hukum yang dibuat oleh manusia. Diberlakukan atas seluruh bangsa Indonesia. Suka atau tidak suka, wajib dipatuhi oleh seluruh warganegara Republik Indonesia yang berazastunggalkan Pancasila. Kalau tidak dipatuhi, tentu ada sanksi atau hukumannya, baik pidana maupun perdata.
5. Beragama Islam berarti harus pula berhukum dan berhakim kepada hukum-hukum Islam atau Syariat Islam, yaitu Hukum-Hukum yang Diciptakan dan Diwajibkan oleh Allah Swt atas seluruh umat manusia yang telah bersyahadat menyatakan diri mereka Islam dan beriman agar dapat diakui oleh Allah Swt, sesuai dengan Ketetapan-Nya, sebagai orang Islam yang benar-benar beriman. Dengan kata lain, bagi manusia yang telah bersyahadat menyatakan dirinya Islam dan beriman, dengan suka rela ataupun terpaksa, mereka harus berhukum dan berhakim kepada Hukum-Hukum Allah, karena kalau tidak, berarti mereka bukanlah orang-orang yang beriman. Dan fakta membuktikan, memang orang-orang yang tidak beriman alias orang-orng kafir yang tidak berhukum dan berhakim kepada Hukum-Hukum Allah atau Syariat Islam di dalam mereka menata dan mengatur semua aspek hidup dan kehidupan mereka di dunia ini.
6. Allah Swt mengkafirkan siapa saja manusianya yang tidak mau beriman kepada Dinnul Islam, dan yang memutuskan suatu perkara tidak menurut apa yang telah diturunkan-Nya. Dia juga menjadikan kembali kafir di hadapan-Nya, siapa saja manusianya yang telah bersyahadat menyatakan dirinya Islam dan beriman, tetapi tidak mau menerima atau menolak Hukum-Hukum Allah atau Syariat Islam diberlakukan atas dirinya, atas keluarganya, atas masyarakatnya, atas bangsanya dan atas negaranya. Maka hapuslah amalannya, dan di akhirat dia termasuk orang-orang yang merugi.
7. Sesungguhnya Allah Swt telah memberi kebebasan kepada manusia untuk menentukan pilihannya, di antara keimanan dan kekafiran, agar tidak ada penyesalan di kemudian hari seperti apa yang telah menjadi Ketetapan-Nya berikut ini.
– Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu, maka siapa saja yang ingin (beriman) silahkan ia beriman dan siapa saja yang ingin (kafir) silahkan ia kafir. (Q. Al Kahf 29)
8. Dan apabila kita mengikuti dan mematuhi dengan senang hati alias ridho kepada para pemimpin dan pembesar negeri yang kafir, yang memimpin tidak berazastunggalkan Al Qur’an dan Sunnah Rasul, maka kita akan menerima balasan seperti apa yang telah menjadi Ketetapan Allah Swt berikut ini.
- Tidakkah kamu perhatikan orang-orang (para pemimpin) yang telah menukar nikmat Allah (Bimbingan Allah) dengan kekafiran (yang bukan Bimbingan Allah) dan menjatuhkan pengikutnya (rakyatnya) ke lembah kebinasaan? Yaitu neraka Jahanam; mereka masuk ke dalamnya; dan itulah seburuk-buruknya tempat kediaman.
(Q. Ibrahim 28 – 29)
– Orang-orang (para pemimpin) kafir itu telah menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah (tandingan bagi Ideologi Allah) supaya mereka menyesatkan (rakyatnya) dari Ideologi-Nya. Katakanlah: “Bersenang-senanglah kamu karena sesungguhnya tempat kembalimu adalah neraka.” (Q. Ibrahim 30)
- Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? Tetapi mereka masih mau berhakim kepada thaghut, padahal mereka telah diperintahkan untuk mengingkari thaghut itu. Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) kesesatan yang sejauh-jauhnya. ( Q. An Nisa’ 60)
- Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Marilah (patuh) kepada apa yang telah diturunkan Allah dan (patuh) kepada Rasul,” niscaya kamu lihat orang-orang munafik menghalangi (manusia) dengan sekuat-kuatnya dari (mendekati)mu.
(Q. An Nisa’ 61)
– Maka demi Tuhanmu, mereka tidak beriman sebelum mereka menjadikan engkau (Muhammad) sebagai hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, (sehingga) kemudian tidak ada rasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang engkau berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya. (Q. An Nisa’ 65)
– Apakah kamu beriman (mendengar dan mematuhi) kepada sebahagian Al Kitab (Bimbingan Allah) dan kafir (mendengar dan mengangkangi) terhadap sebahagian yang lain? Maka tidak ada balasan (yang pantas) bagi orang yang berbuat demikian di antara kamu selain kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari Kiamat mereka dikembalikan kepada azab yang paling berat. (Q. Al Baqarah 85)
– Sesungguhnya orang-orang yang ingkar kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, dan bermaksud membeda-bedakan antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul-Nya, dengan mengatakan, “Kami beriman kepada sebagian dan kami mengingkari sebagian (yang lain),” serta bermaksud mengambil jalan tengah (iman atau kafir), mereka itulah orang-orang yang kafir sebenar-benarnya (dedongkot kafir). Kami telah menjadikan untuk orang-orang kafir seperti itu siksaan yang menghinakan. (Q. An Nisa’ 150-151)
- Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan pintu-pintu kesenangan untuk mereka, sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa. Maka orang-orang yang dzalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan Semesta Alam. (Q. Al An’am 44 – 45)
- Siapa saja yang kafir kepada Allah sesudah dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allah), kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap beriman (dia tidak berdosa), akan tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka kemurkaan Allah menimpanya dan baginya azab yang besar. Yang demikian itu disebabkan karena sesungguhnya mereka mencintai kehidupan di dunia lebih dari akhirat, dan bahwasanya Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang kafir.
(Q. An Nahl 106-107)
– Di antara manusia ada yang mengatakan: “Kami beriman kepada Allah dan Hari Kemudian”, padahal mereka itu sesungguhnya bukanlah orang-orang yang beriman.
(Q. Al Baqarah 8)
- Dan (di antara orang-orang munafik itu) ada yang mendirikan masjid untuk menimbulkan bencana (pada orang-orang yang beriman), untuk kekafiran dan untuk memecah belah (persatuan dan kesatuan) di antara orang-orang yang beriman, serta untuk menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu. Mereka dengan pasti bersumpah, “Kami hanya menghendaki kebaikan.” Dan Allah menjadi saksi bahwa mereka itu pendusta (dalam sumpahnya).
(Q. At Taubah 107)
- Jangalah engkau melaksanakan sholat dalam masjid itu selama-lamanya. Sungguh, masjid yang didirikan atas dasar takwa, sejak hari pertama adalah lebih pantas engkau melaksanakan sholat di dalamnya. Di dalamnya ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Allah menyukai orang-orang yang bersih (akidahnya).
(Q. At Taubah 108)
– Demi masa.
Sungguh, manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh serta saling menasehati untuk menta’ati kebenaran dan saling menasehati untuk kesabaran. (Q. Al ‘Asr 1-3)
– Dan ta’atilah Allah dan Rasul, supaya kamu diberi rahmat.
(Q. Ali Imran 132)
Wahai saudara-saudara sebangsa dan setanah air yang seiman.
Jadi sudah jelaslah bagi kita, seluruh Umat Islam Indonesia, bahwasanya kalau ada di antara kita, siapa pun dia adanya dan apa pun status sosial dan profesinya, yang telah bersyahadat menyatakan dirinya Islam dan beriman, tetapi pada kenyataannya, dengan suka rela dan senang hati mengambil dan menjadikan Ideologi Pancasila berserta undang-undang dan hukum-hukumnya sebagai pedoman hidup dan kehidupannya, baik untuk dia berpribadi, berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa maupun bernegara, maka dia sesungguhnya bukanlah tergolong orang-orang yang beriman di hadapan Allah Swt.
- Katakanlah: “Apakah perlu Kami beritahukan kepadamu tentang orang yang paling merugi perbuatannya?”. Yaitu orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka mengira telah berbuat sebaik-baiknya. Mereka itu adalah orang yang mengingkari ayat-ayat Tuhan mereka dan (tidak percaya) terhadap pertemuan dengan-Nya. Maka sia-sia amal mereka, dan Kami tidak memberikan penimbangan terhadap (amal) mereka pada hari Kiamat.
- Berkatalah orang yang beriman,
“Wahai kaumku!
Ikutilah aku, aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang benar.
Wahai kaumku!
Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (sementara) dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal.
Siapa saja mengerjakan perbuatan jahat, maka dia akan dibalas sebanding dengan kejahatan itu. Dan siapa saja mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan sedangkan dia dalam keadaan beriman, maka mereka akan masuk surga, mereka diberi rezeki di dalamnya tidak terhingga.
Dan wahai kaumku!
Bagaimanakah ini, aku menyerumu kepada keselamatan, tetapi kamu menyeruku ke neraka?
(Mengapa) kamu menyeruku agar kafir kepada Allah dan mempersekutukan-Nya dengan sesuatu yang aku tidak mempunyai ilmu tentang itu, padahal aku menyerumu (beriman) kepada Yang Maha Perkasa, Maha Pengampun?
Sudah pasti bahwa apa yang kamu serukan aku kepadanya bukanlah suatu seruan yang berguna baik di dunia maupun di akhirat. Dan sesungguhnya tempat kembali kita pasti kepada Allah, dan sesungguhnya orang-orang yang melampui batas, mereka itu akan menjadi penghuni neraka..
Maka kelak kamu akan ingat kepada apa yang kukatakan kepadamu. Dan aku menyerahakn urusanku kepada Allah. Sungguh Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya”. (Q. Al-Mu’min 38 – 44)
- Dan tidaklah pantas bagi laki-laki yang mukmin dan perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu Ketetapan, akan ada pilihan (yang lain) bagi mereka tentang urusan mereka. Dan siapa saja mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh, dia telah tersesat, dengan kesesatan yang nyata.
(Q. Al-Ahzab 36)
- Katakanlah, “Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.
Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu, kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).
Dan ikutilah sebaik-baiknya apa yang telah diturunkan kepadamu (Al Qur’an) dari Tuhanmu sebelum datang azab kepadamu secara tiba-tiba, sedang kamu tidak menyadarinya”. (Q. Az-Zumar 53 – 55)
Wahai saudara-saudara sebangsa dan setanah air yang seiman.
- Sungguh, orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan dan petunjuk, setelah Kami jelaskan kepada manusia dalam Kitab (Al Qur’an), mereka itu dilaknat Allah dan dilaknat (pula) oleh mereka yang melaknat, kecuali mereka yang telah bertaubat, mengadakan perbaikan dan menjelaskan(nya), mereka itulah yang Aku terima taubatnya dan Akulah Yang Maha Penerima Taubat, Maha Penyayang. (Q. Al Baqarah 159-160)
- Dan siapakah yang lebih zalim dari pada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Tuhannya, kemudian ia berpaling dari padanya?
(Q. As-Sajdah 22)
PEMILU 2014 telah di depan mata
Saat yang tepat untuk kita bertaubat nasuha
Kalau kita memang masih beriman kepada-Nya
Tentu kita tidak akan dapat menyertainya, karena Allah Swt melarangnya.
Para pemimpin yang dipilih
Dan semua rakyat yang memilih
Semua mereka wajib berhukum dan berhakim kepada hukum-hukum Pancasila
Itulah yang membuat kita menjadi kembali kafir di hadapan-Nya
Membersihkan qalbu setiap hari
Setelah bersih, dengan apa diisi?
Apakah diisi dengan Pancasila Nan Sakti
Ataukah diisi dengan Wahyu Illahi?
Inilah fakta hidup dan kehidupan kita
Bangsa Indonesia yang telah menyatakan diri kita Islam dan beriman
Ternyata di hadapan Allah kita belum beriman
Karena kita masih mau berideologi yang lain selain Dinnul Islam, yang membuat kita tidak berhukum dan berhakim kepada Syariat Islam
Ini hanyalah sebuah peringatan
Yang disari dari kitab suci Al Qur’an.
Mau beriman, silahkan beriman
Mau kafir, silahkan kafir
Sudah jelas mana yang haq dan mana yang bathil
Orang lain tidak menanggung dosa orang lain
Maha Suci Allah Yang Mengkafirkan manusia yang tidak mau berhukum dan berhakim kepada hukum-hukum-Nya. Dan hukum-hukum-Nya hanya dapat dilaksanakan di Pemerintahan Islam, suatu pemerintahan yang berazastunggalkan Al Qur’an dan Sunnah Rasul. Dan Pemerintahan Islam tidak akan pernah ada sampai hari kiamat kalau umat islamnya tidak pernah mau mengadakannya.
Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selain Dia. Amat sedikitlah kamu mengambil pelajaran (dari padanya). (Q. Al A’raf 3)
Sesungguhnya orang-orang yang mendatangkan cobaan kepada orang-orang mu’min laki-laki dan perempuan, kemudian mereka tidak bertaubat, maka bagi mereka azab Jahannam dan bagi mereka azab (neraka) yang membakar. (Q. Al Buruj 10)
Dan siapa saja yang membunuh seorang mu’min dengan sengaja, maka balasannya ialah Jahannam, kekal dia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutuknya serta menyediakan azab yang besar baginya. (Q. An Nisa’ 93)
Sesungguhnya orang-orang kafir kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, dan bermaksud membedakan antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul-Nya, dengan mengatakan: “Kami beriman kepada yang sebahagian dan kami kafir terhadap sebahagian (yang lain)”, serta bermaksud (dengan perkataan itu) mengambil jalan (tengah) di antara yang demikian (iman atau kafir), merekalah orang-orang yang kafir sebenar-benarnya. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir itu siksaan yang menghinakan. (Q. An Nisa’ 150-151)
Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. Tetapi jika kamu menyimpang (dari jalan Allah) sesudah datang kepadamu bukti-bukti kebenaran, maka ketahuilah, bahwasanya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Q. Al Baqarah 208-209)
Apakah kamu beriman (mendengar dan mematuhi) kepada sebagian Al Kitab (Bimbingan Allah) dan kafir (mendengar dan mengangkangi) terhadap sebagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian daripadamu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari Kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat. (Q. Al Baqarah 85)
29 April 2011 at 1:55 pm
halah,,,halah,,,,
cuma copy-paste aja loe bangga.in,,,
paling2 lo ya g bisa mengkaji arti2 dari semua itu, gmn logika.nya, gimana praktek.nya,,,,
gak usah munafik dech loe…..
30 April 2011 at 4:57 pm
manunggaling kawulo gusti
24 April 2011 at 6:57 am
Simak : Alasan2 Pemerintah Membiarkan Ajaran2 NII Zaytun, Malam ini di Metro TV jam 21:15 – 21.59 WIB Minggu 24/04/2011
8 Agustus 2011 at 1:29 am
May Allah bless u,… Bahtiar
27 April 2011 at 3:31 pm
Don’t believe that. this is lieing.
29 April 2011 at 3:42 pm
Waduh…. NII Apaan nih..! Jangan rusak tatanan yang udah diajarkan melalui sendi2 PANCASILA. Nilai2 luhur yang ada pada dasar negara kita udah mantap lho… Kalau toh ada yang tak sejalan dg dasar negara kita mari kita cermati lagi melalui kajian yang arif OK.
29 April 2011 at 5:43 pm
[...] Sumber : http://kampungrison.wordpress.com/2008/10/22/teks-proklamasi-nii/ [...]
29 April 2011 at 5:46 pm
[...] AYAT-2 NII GADUNGAN UTK MENCUCI OTAK PENGIKUT-2 NYASumber : http://kampungrison.wordpress.com/2008/10/22/teks-proklamasi-nii/ [...]
30 April 2011 at 12:48 am
NII Memang Sesat mnrut kbykan ORang, Tetapi coba de datg aj langsung k NEgaranya PAsti kalian akan merasa senang, knp? karena Kejujuran dan kepercayaan dsna bnar2 100% yg membuat gw Hijrah k NII. Lagipula, kl Mmnk NII itu sesat, knp Byk Org2 Cendekiawan Muslim setuju MEndukung NII?!? (Mudah2an Anda tidak terjebak oleh org2 yg tidak bertanggung jawab) Trimkasih..
10 Mei 2011 at 12:09 pm
smga ap yg anda blg bnr’ sy jg merindukan negara yg benar2 melindungi rakyat’y.
30 April 2011 at 2:33 pm
Islam tidak sembarangan mengkafirkan orang,dijaman Rosul pun orang-orang yg diperangi adalah orang2 yang jelas2 telah mensyiarkan kekafirannya.
sedangkan pemerintahan kita yang masih mengatur untuk kita menjalankan ibadah /syariat islam dengan adanya MUI menteri agama dll, tidak boleh diperangi/dimusuhi, sepantasnya bila tidak sesuai, kita menasehati dengan dakwah sesuai Alqur’an dan sunnah.
Islam cinta damai, orang kafir yang punya perjanjian dengan kaum muslimin pun tidak boleh kita memeranginya.Islam mengajarkan itu.
kalau keinginan untuk punya negara sendiri dengan istilah NII. itu hanya alasan untuk menginginkan sesuatu materi dengan membuat suatu negara. itu mudharat yang besar menyebabkan perpecahan dan kerusakan .itu bukan gambaran dari Islam.
bukan contoh Rosullullah. yang kedatangannya adalah rahmat bagi seluruh alam.
Berlindung lah dari kesesatan.
Kesesatan yang mengatas namakan golongan untuk pencapaian nafsu semata.
30 April 2011 at 3:41 pm
====kalian itu semua goblok=====
kepercayaan kok di perdebatkan…
====manunggaling kawulo gusti====
1 Mei 2011 at 2:43 pm
ALLAHU AKBAR…!!! Ya Allah , tunjukkan kepada kami yg benar itu benar , yg salah itu saha .
Saudaraku sesama Muslim ! Singkat saja : bila kita mengaku sebagai ORANG ISLAM maka pakailah ATURAN ISLAM . Itulah AL-QUR’AN & AS-SUNNAH yang jelas dijaga oleh Sang Penciptanya yaitu Allah Aja Wa Jalla . LAIN TIDAK ! Yang menggunakan aturan SELAIN ITU , maka dia itu KAFIR!
10 Mei 2011 at 12:05 pm
Bnr itu wahai saudara qu, ALLAH maha besar’ insyaAllah qt smua dridhoi Allah Swt…
1 Mei 2011 at 5:34 pm
nii itu pnipuan berkedok agama
percya deh sm sy klo nii itu g bner
7 Mei 2011 at 1:03 pm
Alus kan eta NII ,, udh tau sessat . mana ada orang muslim bolleh nyolog apah ajah , huh
ya allah sadarkanlah mereka2 dan amunilah mereka yang ad di NII , semoga kembaliu ji lanmu yallah ..
AMIIN AMIIN AMIIN …
9 Mei 2011 at 7:56 pm
Saya orang muslim tp sy tdk setuju dgan NII, Karena kita hidup di NKRI, yg menganut berbagai Agama dan budaya yg berbeda2, yg penting kita tetap beriman kepada ALLAH SWT,Bagi Warga NII,..silahkan bentuk negaramu sendiri,..tp jgan di NKRI, karena NKRI sudah ada dan MERDEKA, salam NKRI.
10 Mei 2011 at 12:01 pm
smga suatu st negara ini diridhoi Allah Swt, amin.
13 Mei 2011 at 9:07 pm
NII apanya yang islam kalo hanya menomorsatukan
infak tapi meninggalkan shalat?
Bodoh atau tolol? Masa ada orang ngaku islam, tapi meninggalkan shalat? dan menghalalkan pencurian dan pembunuhan?
Shalat itu tiang agama islam, kalo gak shalat, layakkah kalian menyebut diri kalian seorang muslim?
11 Juni 2011 at 12:02 pm
dalam hal ini sy coba bicara sebagai mahluk ciptaan tuhan yang independen baik secara fisik maupun pemikiran,” menurut agama dan kepercayaan manapun di dunia ini bahwa aturan / hukum / dasar negara, dll cuma ada dua yaitu 1. aturan tuhan dan 2. bukan aturan tuhan ( prinsipnya tidak ada aturan lain ), maka kalau kita berpihak pd aturan lain selain aturan tuhan yakin dan percayalah bahwa yang punya dunia ini pasti akan marah. kemuadian pertanyaannya ” siapa yang punya langit, dunia dan segala isinya ini?” jawabnya tentu tuhan. Nah kalau langit, dunia dan beserta isinya ini diatur dengan bukan aturan tuhan kira2 yang punya marah atau tidak? jawab aja deh sendiri…
11 Juni 2011 at 12:18 pm
1.Wahai saudaraku sesama Muslim mulai saat ini mari kita lebih mencintai Al-Qur’an ( sebagai Hudallinnas / pentunjuk manusia ) agar kita dapat bersikap atau memposisikan diri
2. Wahai saudaraku sesama manusia ciptaan tuhan mulai saat ini mari kita bersikap jujur bahwa aturan / kata2 siapakah yang dapat dipercaya sejak dulu, kini dan akan datang ?
11 Juni 2011 at 12:27 pm
mencintai Al-Qur’an bukan sekedar membaca kemudian diperlombakan, bukan sekedar hiasan atau pajangan dll, tapi dipelajari /didiskusikan bukan hanya dengan akal / fikiran sehingga terjebak dengan kepentingan tapi dipelajari / didiskusikan dengan hati sehingga terbebas dari nafsu ( musuh terbesar ) yang insyaAllah pd akhirnya dapat kita amalkan, Wallahi a’lambishowab
11 Juli 2011 at 10:32 pm
1. Yang dimaksud dengan orang yang ber-Tauhid Rububiyah adalah orang yang meyakini, mengakui dan menetapkan dalam hati bahwa Langit dan bumi beserta seluruh isinya adalah merupakan hasil ciptaan dan milik Alloh SWT Qs 10:3,55 / 20:6, maka yang berhak untuk menciptakan ajaran; syari’at, aturan, undang-undang dan hukum untuk dijadikan pedoman dalam manata dan mengatur seluruh makhluk yang ada di langit dan di bumi ini hanya-lah hak Alloh saja Qs 7:54 / 22:67 / 42:13 / 45:18 / 13:37,41 / 10:37 / 6:57 / 33:36. Jika ada manusia yang menciptakan ajaran; syari’at, aturan, undang-undang dan hukum, tanpa ada otoritas (kewenangan resmi) dari Alloh SWT, maka itulah orang yang divonis oleh Alloh SWT sebagai Thogut (pemberontak / perebut hak Alloh). Qs 4:60,76 / 6:112,123.
Ingatlah…!!! Menciptakan (segala sesuatu) dan memerintah hanyalah hak Alloh Qs 7:54.
Sedangkan orang yang diberi otoritas (kewenangan resmi) oleh Alloh SWT untuk menggulirkan ajaran; aturan dan hukum hasil ciptaan Alloh (Kitabulloh) di bumi ini hanya-lah para Rosul-Nya (Nabi Adam AS hingga Nabi Muhammad SAW) Qs 7:158 / 21:105 / 42:13 / 9:33 / 48:28 / 61:9. Pangkat seorang Rosul saja tidak berhak untuk menciptakan ajaran; aturan dan hukum, ia hanya sebatas seorang mandataris Alloh SWT (pengemban amanat dari Alloh SWT). Setelah Rosululloh SAW wafat kemudian mandat (amanat) tersebut dilanjutkan oleh Ulil amri-Nya (kholifah / imam / pimpinan Dinul Islam berikutnya) seperti; Abu Bakar Sidiq r.a, Umar bin Khotob r.a, Utsman bin Affan r.a, Ali bin Abi Tholib r.a, dan seterusnya hingga sekarang ini Qs 3:144 / 4:59 / 24:55.
2. Yang dimaksud dengan orang yang ber-Tauhid Mulkiyah adalah meyakini, mengakui dan menetapkan dalam hati bahwa langit dan bumi beserta seluruh isinya adalah merupakan hasil ciptaan dan milik Alloh SWT Qs 10:3,55 / 20:6, maka yang berhak untuk mendirikan Lembaga Kerajaan / Lembaga Pemerintahan di Jagat Raya ini dan yang berhak untuk memimpin dan memerintah seluruh makhluk yang ada di dalamnya ialah hanya-lah hak Alloh saja Qs 7:54 / 67:1 / 25:2 / 5:120 / 20:114 / 23:116 / 6:18,61,73 / 10:65.
Sedangkan orang yang diberi legalitas (izin resmi) oleh Alloh SWT untuk mendirikan Lembaga Kerajaan / Lembaga Pemerintahan dan yang diberi legalitas untuk memimpin dan memerintah di planet bumi ini hanya-lah para Rosul-Nya (Nabi Adam AS hingga Nabi Muhammad SAW) Qs 7:158 / 21:105 / 42:13 / 9:33 / 48:28 / 61:9. Yang kemudian dilanjutkan oleh Ulil amri-Nya (kholifah / imam / pimpinan Dinul Islam berikutnya) seperti; Abu Bakar Sidiq r.a, Umar bin Khotob r.a, Utsman bin Affan r.a, Ali bin Abi Tholib r.a, dan seterusnya hingga sekarang ini Qs 3:144 / 4:59 / 24:55.
Jika ada manusia yang mendirikan Lembaga Kerajaan / Lembaga Pemerintahan kemudian ia memimpin dan memerintah di muka bumi ini tanpa ada legalitas (izin resmi) dari Alloh SWT, maka itulah orang yang divonis sebagai Thogut (pemberontak / perebut hak Alloh). Qs 4:60,76. Mereka inilah yang dimaksud oleh Alloh SWT sebagai pembuat makar (pembuat kejahatan / pemberontak) yang sebenarnya terhadap hak dan kedaulatan Alloh SWT Qs 6:112,123 / 6:61 / 10:65.
3. Yang dimaksud dengan orang yang ber-Tauhid Uluhiyah adalah meyakini, mengakui dan menetapkan dalam hati bahwa langit dan bumi beserta seluruh isinya adalah merupakan hasil ciptaan dan milik Alloh SWT Qs 10:3,55 / 20:6, maka yang berhak untuk ditaati aturan dan kebijakan hukum-hukumnya oleh seluruh makhluk yang ada di langit dan di bumi ini adalah hanyalah hak Alloh saja Qs 16:52 / 39:11 / 40:14,65 / 3:18 / 6:3 / 17:44 / 22:18 / 24:41 / 7:59,206 / 16:2,49 / 40:62-66 / 18:110 / 20:14 / 21:25 / 98:5.
Jika ada makhluk atau manusia atau siapa saja yang meminta dirinya supaya ditaati setiap aturan dan kebijakan hukum-hukumnya, maka itulah yang dimaksud dengan Thogut (pemberontak / perebut hak Alloh). Sedangkan orang yang diberi legalitas (izin resmi) oleh Alloh SWT untuk supaya ditaati setiap aturan dan kebijakan hukum-hukumnya hanya-lah Rosululloh SAW dan Ulil amri-Nya (kholifah / imam / pimpinan Dinul Islam berikutnya) seperti; Abu Bakar Sidiq r.a, Umar bin Khotob r.a, Utsman bin Affan r.a, Ali bin Abi Tholib r.a, dan seterusnya hingga sekarang ini, selain itu tidak ada lagi yang diberi legalitas (Izin resmi) oleh Alloh SWT…..!!! Qs 3:32,132 / 4:59,69,80 / 8:20,24,46 / 6:36.
11 Juli 2011 at 10:43 pm
ga perlu asbabun nuzul
ga perlu hadist shohih
ga perlu kitab tafsir
ga perlu nahwu sharaf balaghah mantiq
cukup terjemahan versi DEPAG NKRI
bisa mengkafirkan umat NKRI
sempurna
8 Agustus 2011 at 1:12 am
anti NKRI tapi pake terjemahan versi DEPAG NKRI, ,….. bikin terjemahan sendiri kalau bisa , emag gampang nerjemahin AlQur’an? buktinya masih aja pake Al-Qur’an terjemahan NKRI?
kalau mau bikin negara NII ga usah pake uang NKRi, ga usah tinggal di NKRi, ga usah hidup di NKRI, kan dari tadi ngomongnya kafir mulu deh ke NKRI/selain NII,.. coba cari pualu atau negara lain yang masih kosong dan tegakan NII,.. ngaku benci NKRI semua fasilitas pake yang punya NKRI,.. hhhhmmm perlu dipertanyakan tuh omongannya,….
16 Agustus 2011 at 8:33 pm
… gmn kalian tahu bahwa Allah Mengijinkan kalian.. aneh2 aja.. kok malah seenaknya sendiri. mensyah-syahkan sendiri… hahahha….. Yang di Legalkan Oleh Allah adalah Muhammad. Saw. itu yang terakhir… yang syah… kalo Wali mereka tuh menyebarkan agama ga memaksa… tapi dengan keikhlasan.. dan ALLAH selalu Meridhoi orang yang Ikhlas.. dan berbuat baik.. tidak merugikan orang lain,. tidak meyakiti orang lain…
22 Juli 2011 at 9:18 am
Terserah silahkan pilih hidup yang bgmana hitam or putih tapi yang pasti bahwa lidah, mata, telinga dan seluruh anggota badan lainnya akan dimintai pertanggung jawaban, nah kira2 bisa jawab ga’ ya?….tapi kayaknya ga’ bisa tu! wassalam wr.wb
3 Agustus 2011 at 4:30 pm
Hidup yang benar menurut Alloh & Rosul-Nya adalah hidup yang hanya dijadikan IBADAH (Ngabdi) kepada ALLOH SWT. sedangkan IBADAH (Pengabdian) yg benar dan diterima oleh ALLOH SWT hanyalah IBADAH (Pengabdian) yg dilaksanakan dalam AGAMA ISLAM, sedangkan Agama Islam yg benar dari zaman nabi Adama AS hingga nabi Muhammad SAW bahkan hingga akhir zaman hanyalah AGAMA ISLAM yang ada di bawah naungan LEMBAGA MULKIYAH ISLAM (KERAJAAN ISLAM atau PEMERINTAHAN ISLAM)…!!!
Jadi seluruh agama termasuk AGAMA ISLAM yang ada dibawah naungan LEMBAGA MULKIYAH THOGUT (KERAJAAN THOGUT / PEMERINTAHAN THOGUT) adalah BATHIL… SALAH dan SESAAAAT…!!!!!? Itu berlaku dari sejak nabi Adam AS hingga nabi Muhammad SAW bahkan hingga Akhir zaman…!!!
8 Agustus 2011 at 1:27 am
” Innallaaha layandzuru ila suwarikum wa amwalikum, wala kiyyandzuru ila qulubikum wa a’malikum,,,,”
patokannya itu ajjah,.. Insya Allah, kalau hati tidak di penuhi dengan rasa penuh kebencian, baik kepada yang non NII, ataupun kepada NKRI, apalagi ke sesama muslim maka jawabannya adalah hadits di atas,………
8 Agustus 2011 at 1:19 am
mungkin org2 Yahudi/nashrani atau yang kaian ssebut kafir itu tertawa menyaksikan sesama ummat islam saling mencaci kafir dan sesat,.. padahal Rasulullah SAW melarang kita berkata kafir walaupun kepada orang kafir sekalipun, dan kalian menyebut kafir kepada sesama muslim??? yang sholat, dan ibadahnya sama seperti kita semua, plzzzzz jgn jadikan NII dan anti NKRI sebagai perpecahan ummat, mari rapatkan barisan bersatu satu tujuan untuk sesama muslim,…..
11 Agustus 2011 at 3:03 pm
Ya ALLAH sejukkan hati kami dan saudara2 kami..
jauhkanlah kami dari kotoran dan perbuatan tercela, caci, hina dan dosa…
kami berlindung kepadamu atas segala nafsu yg nista, ampunilah kami ya ALLAH..
sungguh tiada baik dan benar yg hakiki kecuali DZAT MU…
16 Agustus 2011 at 8:24 pm
haha… Nabi Muhammad akan bersedih melihat kalian yang selalu memerangi sesama umat muslim. kita tidak tahu.. mana yang benar dan yang salah. dulu waktu jaman Nabi ajaran islam cuma 1. knp sekarang jadi banyak.. apakah terlalu pandainya manusia sekarang hingga bisa menambah nambah. semua ingin benar sendiri… aku tidak percaya ajaran muslim yang dibawa orang2 baru sekrang. yang ku tahu islam agama indah dan damai… ( Sedikit belajar ilmu agama orang sekrang jadi sombong, sok benar, takabur ) …..
18 Agustus 2011 at 9:11 am
Orang islam tidak mengenal islam jadi ngomongnya ngawur … kenali islam dari al-qur’an jangan dari ibu bapak Mu…..
30 Agustus 2011 at 7:58 pm
untuk orang non muslim, rosul mencontohkan , kalo mereka tdk mau ikt islam maka bayar upeti atau pajak kalo tdk mau maka tinggalah di tempat selain tempat allah, kalo tdk mau jg darahnya halal dibuang ke sungai, rosullullah mencontohkan seperti itu, dunia ini dan alam ini milik allah maka aturan yang diridoi allah hanyalah islam,
22 Oktober 2011 at 8:31 pm
Asslm. Saudara2 sekalian, ada baiknya kita berpikiran objektif terhadap sesuatu, termasuk dengan kebenaran yang haq. Kebenaran yang haq berasal dari Al-Qur’an dan As-Sunnah. Sedangkan, pada saat kita mempelajari keduanya, kita menemukan bahwa Islam bukanlah hanya ritual, tetapi mencakup seluruh aspek kehidupan kita. Termasuk menegakkan hukum Allah sepenuhnya. Perlu dipikirkan juga bagaimana cara menegakkan hukum Islam di muka bumi ini, at least, karena kita berada di negara ini, kita mampu menegakkan hukum Allah sepenuhnya di negara ini. Berarti semua sistem yang ada harus bersesuaian dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Masalah mengkafirkan orang lain, secara bahasa “kafir” berasal dari “kafaro” yang berarti “menolak”, “ingkar”, atau “tidak percaya”. Dalam hal ini yang ditolak atau diingkari adalah ayat-ayat Al-Qur’an. Kalau belum menolak atau mengingkari? Bisa dipikirkan sendiri. Berarti ada tanggung jawab untuk menyampaikan dan membuat orang lain memahami ayat-ayat Al-Qur’an. Setelah disampaikan kepada orang lain dan dipahami oleh orang lain tersebut, penilaian akan didapat dari respon orang tersebut. Untuk itu menge-judge orang lain kafir bukan secara sembarangan, betul? Kita pun perlu berusaha. Pendapat dari saya ini insyaAllah bukan pendapat yang “omong doang” seperti pada QS 61:2-3, tetapi saya juga sedang berusaha mengamalkan. Wallahu alam bi shawab.
12 Januari 2012 at 12:08 am
Manusia-manusia terkutuk, kalau mau buat negara islam, ya buat saja di tanah Jawa sendiri, dan bukan sampai pada kepulauan-kepulauan lainnya, atau buat saja di tanah Arab sana you idiot. Lagi pula Indonesia itu adalah negara ilegal alias teroris pemerintahan. Ya begitulah setelah runtuhnya Kerajaan Mojopahit oleh karena Idiologi Arab, sehingga Raja (ayah telah dibunuh oleh anaknya sendiri), dan setelah itu runtuhnya kerajaan Mojopahit di tahun 1425.
Hey para setan-setan goblok satu kepala yang mana ditipu terus kau, dibawah ini adalah sejarah sebenarnya:
https://www.facebook.com/photo.php?fbid=2636914532748&set=a.2417934098374.2133513.1552033107&type=3&theater
16 Negara bagian:
1. Negara Republik Indonesia (Berwarna mérah)
2. Negara Sumatra Timur
3. Negara Sumatra Selatan
4. Negara Riouw
5. Negara Bangka
6. Negara Biliton
7. Negara Djawa Barat
8. Negara Djawa Tengah
9. Negara Djawa Timur
10. Negara Madura (Madura)
11. Negara Kalimantan Barat
12. Negara Dayak Besar
13. Negara Bandjar
14. Negara Kalimantan Tenggara
15. Negara Kalimantan Timur
16. Negara Indonesia Timur.
Negara RIS (Republik Indonesia Serikat) bertanda pada warna merah, sedangkan negara-negara bagian yang mana telah ditentukan oleh keputusan Konfrensi Meja Bundar pada tanggal 2 November 1949, di Den-Haag, Negeri Belanda, adalah yang bertanda warna putih. Papua Barat tidak termasuk dalam RIS (Republik Indonesia Serikat).
RMS (Republik Maluku Selatan) telah terpisah dari RIS (Republik Indonesia Srikat) dan NIT (Negara Indonesia Timur), sesuai dengan keinginan dari bangsa Maluku seperti dapat dilihat pada proklamasi kemerdekaan Republik Maluku Selatan (RMS) pada tanggal 25 April 1950, dibawah ini:
Terjemahan Proklamasi Republik Maluku Selatan:
Memenuhi kehendak yang benar-benar, tuntutan dan desakan rakyat Maluku Selatan, maka dengan ini, kita memproklamirkan kemerdekaan Maluku Selatan, de facto de jure, yang berbentuk Republik, selain dari semua perhubungan konstitusional Indonesia Timur, dan RIS (Republik Indonesia Serikat), beralasan NIT (negara Indonesia Timur) tidak mampu mempertahankan posisinya sebagai negara bagian sesuai dengan peraturan Mutamar Denpasar yang masih berlaku, juga sesuai dengan keputusan Dewan Maluku Selatan, tanggal 11 Maret 1947, sementara RIS telah melanggar keputusan KMB (Konferensi Meja Bundar) dan UUD sendiri.
Ambon, 25 April 1950, Pemerintah Maluku Selatan
JH Manuhutu
A Wairisal
Sedangkan Negara yang baru merdeka, yaitu: Republik Indonesia, wilayahnya adalah Pusat Jawa dengan Ibu kota adalah Yogyakarta, dan Negara RIS (Republik Indonesia Serikat) Ibu Kotanya yang dahulu adalah Batavia, tetapi sekarang disebut sebagai Jakarta oleh bangsa Jawa yang menamakan dirinya sebagai bangsa Indonesia.
Dalam hal ini Papua Barat tidak termasuk didalam RIS (Republik Indonesia Serikat).
Mengapa Pemerintah Indonesia telah mengklaim Negara-negara bagian yang telah merdeka sesuai dengan keputusan dari 3 keputusan, yaitu:
1). Keputusan dari Linggarjati pada tanggal 25 Maret 1947,
Instrumen pertama yang besar, artinya: Dalam proses dekolonisasi antara pemerintah Belanda dan pemerintah Republik Indonesia adalah merupakan perjanjian Linggarjati pada tanggal 25 Maret 1947. Pihak-pihak terkait dalam perjanjian itu sepakat bahwa: “Negara Baru Indonesia akan berbentuk sebagai suatu Negara demokrasi yang berdaulat, dan penuh berdasarkan Negara Serikat”.
Negara baru yang telah dinamakan oleh Negara Republik Indonesia Serikat itu terdiri dari seluruh bekas wilayah Hindia-Belanda, tetapi dengan pengertian bahwa rakyat dari setiap wilayah bagian (negara-negara bagian) diberikan hak untuk memutuskan untuk memutuskan secara demokratis, dan sebagaimana dapat bergabung, atau tidak bergabung dengan Negara Indonesia Baru itu (RI=Republik Indonesia).
Bagian-bagian negara yang tidak sepakat untuk menjadi bagian didalam Negara RIS (Republik Indonesia Serikat) memiliki hak untuk menentukan nasib sendiri.
Negara RIS (Republik Indonesia Serikat) pada saat itu telah ditetapkan bahwa wilayahnya terdiri dari 3 wilayah bagian, yaitu:
a). Jawa, Madura dan Sumatera,
b). Borneo,
c). Indonesia Timur, yang mana dikenal sebagai Timur Raya. Ketiga wilayah bagian itu memiliki hak yang sama.
Rancangan penggabungan wilayah di ketiga bagian itu telah dilakukan tanpa mengurangi hak penduduk wilayah manapun untuk memutuskan nasib sendiri secara demokratis, bahwa status dari wilayah yang bersangkutan didalam Negara RIS (Republik Indonesia Serikat) diatur sesuai dengan keputusan dari wilayah-wilayah bagian itu.
Kunci utama dalam perjanjian Linggarjati itu meliputi hal-hal sebagai berikut:
Pasal 3:
Negara RIS (Republik Indonesia Serikat) terdiri atas seluruh wilayah bekas Hindia-Belanda, tetapi dengan pengertian bahwa: apabila penduduk suatu wilayah manapun (wilayah-wilayah bekas Hindia-Belanda) setelah terlebih dahulu bertukar pendapat secara seksama dengan wilayah-wilayah yang lain, dan sebagaimana secara demokratis memutuskan untuk tidak berkeinginan bergabung dengan RIS (Republik Indonesia Serikat), tetapi dapat menjalin hubungan khusus dengan RIS (Republik Indonesia Serikat) dan menjalin hubungan khusus dengan Kerajaan Belanda.
Pasal 4:
Ayat 1: Bagian 2 komponen RIS (Republik Indonesia Serikat) terdiri dari Republik Indonesia (RI), Borneo (Kalimantan) dan Timur Raya tanpa mengurangi hak penduduk wilayah manapun mempunyai hak untuk memutuskan nasib sendiri secara demokratis bahwa: status wilayah-wilayah bagian itu diatur lain daripada yang telah ditentukan sesuai dengan keputusan penduduk dari wilayah bersangkutan.
Pasal 5:
Ayat 1: Artikel dari Amerika Serikat Indonesia akan ditentukan oleh majelis konstituen yang terdiri dari perwakilan demokratis dinominasikan Republik dan dari mitra masa depan Indonesia Serikat yang paragraf berikut dari artikel berlaku.
Ayat 2: Kedua pihak akan saling berkonsultasi pada metode partisipasi dalam majelis konstituante oleh Republik Indonesia dengan wilayah-wilayah tidak berada di bawah kekuasaan Republik dan oleh kelompok-kelompok penduduk tidak, atau belum cukup, diwakili dengan memperhatikan tanggung jawab Pemerintah Belanda dan Pemerintah Republik, masing-masing.
2). Keputusan dari Renville pada tanggal 17 Januari 1948,
Perjanjian Renville tahun 1948 menegaskan Perjanjian Linggarjati dan selanjutnya digambarkan batas-batas wilayah yang belum Belanda dikendalikan dan mereka yang sudah di bawah kekuasaan Indonesia. Perjanjian ini sangat jelas menyatakan kewajiban para pihak untuk memastikan penerapan prinsip penentuan nasib sendiri tentang semua wilayah.
Ayat 2: Hal ini dimengerti bahwa partai tidak memiliki hak untuk mencegah ekspresi bebas gerakan rakyat memandang ke arah organisasi politik sesuai dengan prinsip-prinsip Perjanjian Linggarjati. (Menggarisbawahi ditambahkan).
Ayat 3: Hal ini dimengerti bahwa keputusan mengenai perubahan dalam administrasi wilayah harus dilakukan hanya dengan persetujuan bebas dan penuh dari penduduk wilayah ini.
3). Dan keputusan dari Konfrensi Meja Bundar 2 November 1949.
Konstitusi Sementara
Sejalan dengan Linggarjati dan Renville Perjanjian, Majelis Konstituante Federal (FCA) dan Republik Negara Indonesia. Sebelum penyusunan akhir itu, Konferensi antar-Indonesia (19-22 Juli 1949) panduan yang diberikan, memberikan pentingnya khusus pernyataan yang jelas tentang apa yang akan komponen wilayah bagian dari Republik Indonesia Serikat (RIS).
Konstitusi Sementara membahas masalah “internal penentuan nasib sendiri” oleh yang dipahami adalah hak dari masyarakat yang berbeda untuk memutuskan status mereka dalam struktur federal. Konstitusi secara tegas menetapkan bentuk pemerintahan federal. Namun, UUD Sementara, sebagai presentted pada Konferensi Meja Bundar tidak membuat ketentuan untuk langkah-langkah memilih keluar disepakati oleh para pihak dalam Perjanjian Linggarjati dan Renville.
Kelanjutan dari semua penjelasan permasalahan sesuai dengan hokum dan sejarah yang sebenarnya terjadi, dapat diikuti pada berita link dibawah ini, dimana Karen Parker JD adalah sebagai saksi hidup pada Konfrensi Meja Bundar tersebut.
http://www.guidetoaction.org/parker/m.html
19 Februari 2012 at 5:51 pm
NII memang sbuah lmbaga yg haq tp hti2 skrng bnyak yg ngaku2 NII
“syiriatu dakwah syiriau tandzim” ingat itu,.jgn smpe trpncing